5 Menit Aktivitas Fisik Tekan Risiko Kematian 10 Persen
- Menambahkan lima menit aktivitas fisik setiap hari, atau mengurangi waktu duduk hingga 30 menit per hari, berpotensi mencegah hingga 10% kematian.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan memperpanjang usia.
Dilansir dari Medical News Today, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, menerapkan pola makan sehat, serta meningkatkan aktivitas fisik terbukti membantu tubuh tetap bugar dan awet muda seiring bertambahnya usia.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet mengungkapkan bahwa menambahkan sekitar lima menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari, atau mengurangi waktu duduk hingga 30 menit per hari, berpotensi mencegah hingga 10% kematian.
- Baca Juga: Tenis Memberi Efek Kesehatan Jangka Panjang
Penelitian ini menganalisis data kesehatan dari sejumlah studi sebelumnya yang melibatkan lebih dari 150 ribu orang dewasa di Amerika Serikat, Swedia, Norwegia, dan Inggris. Seluruh partisipan dipantau melalui alat khusus yang merekam aktivitas fisik harian mereka.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti menilai secara lebih akurat kaitan antara lamanya bergerak, durasi duduk, serta risiko kematian dalam jangka panjang.
Profesor Ulf Ekelund, peneliti utama dalam studi ini, menjelaskan bahwa aktivitas fisik sejak lama terbukti berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. “Semakin aktif seseorang, semakin rendah risiko kematian dini, dan semakin baik kualitas hidupnya,” ujarnya.

Adapun, yang membuat penelitian ini istimewa yaitu terletak pada penekanannya terhadap perubahan kecil yang mudah dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus menjalani olahraga berat atau meluangkan waktu dalam durasi lama.
Hasilnya menunjukkan bahwa pada 20% peserta yang paling jarang bergerak, penambahan lima menit aktivitas fisik per hari dapat menurunkan angka kematian sebesar 6% selama masa pengamatan rata-rata delapan tahun. Sementara, jika diterapkan pada seluruh populasi, potensi penurunan angka kematian dapat mencapai 10%.
Angka ini bukan hanya sekadar statistik. Pada populasi dengan 100.000 kematian setiap tahun, diperkirakan sekitar 6.000 hingga 10.000 nyawa dapat dicegah kehilangannya hanya dengan menambah lima menit aktivitas fisik per hari, sebuah angka yang mencerminkan besarnya dampak dari perubahan kecil.
Di samping itu, mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari berpotensi mencegah sekitar 3% kematian pada kelompok yang paling tidak aktif, dan hingga 7% jika seluruh populasi melakukannya.
Temuan tersebut mendapat respons positif dari kalangan praktisi kesehatan. Alyssa Lombardi, fisiolog olahraga dari Hartford HealthCare, menggambarkan aktivitas fisik sebagai obat alami bagi tubuh. Ia menilai gerakan selama lima menit saja sudah mampu memperbaiki kondisi jantung, memperbaiki suasana hati, dan menekan tingkat stres.
Selain itu, ia menilai hasil penelitian ini selaras dengan kecenderungan masyarakat yang semakin mengutamakan perubahan gaya hidup sehat ketimbang bergantung pada konsumsi obat-obatan. “Gerakan adalah investasi jangka panjang untuk tubuh dan pikiran,” katanya.
“Menggunakan gerakan sebagai pengobatan dapat memberikan manfaat besar bagi banyak orang,” lanjut Alyssa Lombardi.
“Terlebih lagi sekarang karena tren menjaga gaya hidup lebih alami sedang meningkat. Lebih banyak orang sekarang daripada sebelumnya berfokus pada menjaga nutrisi tetap alami dan banyak orang lebih memilih perubahan gaya hidup daripada mengonsumsi obat resep,” jelasnya.

Distika Safara Setianda
Editor
