Emerging Market

RI menghadapi pekan krusial dengan tiga agenda besar dari MSCI dan FTSE. Jika turun ke Frontier Market, sejarah Pakistan dan Maroko menunjukkan risiko outflow besar pada IHSG.
<p>Pekerja beraktivitas dengan latar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 &#8211; 5.157,27. Artinya, indeks sempat anjlok 4 persen dan terlempar dari zona 5.000. Risiko penurunan data perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia menjadi penyebab (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Pekerja beraktivitas dengan latar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 – 5.157,27. Artinya, indeks sempat anjlok 4 persen dan terlempar dari zona 5.000. Risiko penurunan data perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia menjadi penyebab (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

<p>Pekerja beraktifitas dengan latar belakang layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 5 Juni 2020. IHSG ditutup menguat 0,63% atau 31,08 poin ke level 4.947,78 pada akhir perdagangan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

IHSG Ambrol, Target 10.000 Jadi Isapan Jempol?

Ambruknya IHSG menjadi pukulan besar bagi investor. Hal ini lantaran IHSG sempat menembus 9.000-an awal Januari 2026, bahkan diproyeksi menuju 10.000.
<p>Karyawan menghitung mata uang Rupiah di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Perlambatan Ekonomi di Kawasan Negara Maju Tingkatkan Selera Emerging Market, Rupiah Berpotensi Menguat

Menurut data perdagangan Bloomberg, nilai kurs rupiah pada perdagangan hari ini dibuka menguat 27 poin di posisi Rp14.995 per-dolar Amerika Serikat (AS).
<p>Ilustrasi perdagangan saham di bursa Wall Street Amerika Serikat / Reuters</p>

Saham Teknologi, Utang Negara Berkembang Menghasilkan Arus Masuk pada Taruhan “Stagflasi”

LONDON - Investor bergegas untuk meraup utang pasar negara berkembang dan saham teknlogi dalam seminggu hingga Rabu, Sekuritas Bank of America (BofA) mengatakan
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...