Tren Pasar

Hitung Peluang Cuan BBRI, BBTN, dan ADRO Kala IHSG Tertekan

  • Analis merekomendasikan BBRI, BBTN, dan ADRO dengan target harga dan batas stop loss terukur.
Gedung Adaro .jpg
Gedung Adaro Energy di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Tim analis Bareksa merekomendasikan tiga saham untuk strategi trading jangka pendek pada Selasa, 24 Februari 2026. Ketiganya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

Secara teknikal, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi ditutup melemah, meski peluang cuan jangka pendek dinilai masih terbuka pada sejumlah saham dengan momentum tertentu.

Untuk BBRI, saham bank dengan fokus pembiayaan UMKM itu ditutup menguat 1,56% ke level Rp3.900 pada perdagangan 23 Februari 2026. Analis merekomendasikan beli akumulatif di rentang Rp3.850–Rp3.890. Target harga berada di Rp4.000 hingga Rp4.050, dengan batas stop loss di Rp3.750.

Sementara itu, BBTN yang naik 1,1% ke Rp1.380 direkomendasikan untuk trading buy pada kisaran Rp1.365–Rp1.380. Target ambil untung dipatok di Rp1.410 sampai Rp1.420, sedangkan stop loss di Rp1.340. Emiten perbankan yang dikenal fokus pada pembiayaan KPR ini dinilai masih memiliki ruang penguatan jangka pendek.

Adapun ADRO, yang bergerak di sektor tambang batu bara dan energi, menguat 0,87% ke Rp2.320. Saham ini direkomendasikan beli untuk trading di area Rp2.280–Rp2.320, dengan target harga Rp2.370 hingga Rp2.400 serta batas risiko di Rp2.200.

Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini

Stock Pick (Rp)
 
BBRI
 
BBTN
 
ADRO
 
Last Price3.9001.3802.320
RecommendationAccumulative BuyTrading BuyTrading Buy
Entry Range3.8901.3802.320
3.8501.3652.280
Target Price (TP) 14.0001.4102.370
Target Price (TP) 24.0501.4202.400
Stop Loss3.7501.3402.220

Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 23/2/2026

Dari sisi pasar, IHSG pada perdagangan 23 Februari 2026 ditutup naik 1,50% ke level 8.396. Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp1,1 triliun. Sejumlah sektor menjadi penopang penguatan, terutama bahan baku, transportasi & logistik, industri, energi, serta keuangan.

Beberapa saham berkapitalisasi besar yang menopang indeks antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 2,93% ke Rp5.275, BBRI yang menguat 1,56%, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melonjak 6,32% ke Rp7.150. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah terapresiasi 79 poin ke level Rp16.794 per dolar AS.

Berdasarkan riset teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.295 dan resistance 8.400. Meski indeks berpotensi terkoreksi pada penutupan hari ini, analis menilai peluang trading jangka pendek tetap terbuka selama investor disiplin pada level masuk dan manajemen risiko.