Dari Hartono hingga Anthoni Salim, Ini Penikmat Dividen Triliunan BBCA
- BBCA bagikan rekor dividen final Rp281 per saham. Intip rincian cuan jumbo konglomerat dari Hartono hingga Anthoni Salim.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Antusiasme terhadap pembagian rekor dividen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tidak hanya dirasakan oleh investor ritel. Pasca pelaksanaan RUPST, deretan pemodal besar pemegang saham utama bersiap menerima kucuran dana pasif yang nilainya mencapai belasan triliun rupiah.
Manajemen bank swasta terbesar ini telah menetapkan sisa dividen final Rp281 per saham. Seiring dengan implementasi kebijakan SRO terbaru terkait transparansi kepemilikan saham di atas satu persen, publik kini dapat mengetahui rincian keuntungan yang diterima para pemegang saham jumbo tersebut.
Pembagian total dividen sebesar Rp41,4 triliun untuk tahun buku 2025 ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Momentum pembagian keuntungan tahunan ini secara langsung merefleksikan besarnya skala investasi para konglomerat di pasar modal domestik saat ini.
Daftar Penerima Dividen Terbesar
Posisi teratas penerima dividen terbesar diduduki oleh PT Dwimuria Investama Andalan. Sebagai entitas pemegang saham pengendali yang berafiliasi dengan Hartono Bersaudara, perusahaan ini mencatatkan kepemilikan lebih dari 67 miliar lembar saham pada emiten bersandi BBCA tersebut.
Berdasarkan jumlah kepemilikan saham yang masif tersebut, Dwimuria berhak menerima suntikan dana segar senilai Rp19,03 triliun. Angka fantastis ini murni dihitung dari pencairan sisa dividen final, belum termasuk alokasi dividen interim yang telah didistribusikan pada tahun sebelumnya.
Catatan menarik datang dari Anthoni Salim yang mendiang ayahnya, Sudono Salim, merupakan pendiri awal BCA. Meskipun kendali mayoritas telah berpindah, ia tercatat masih menggenggam 1,41 miliar lembar saham yang diproyeksikan menghasilkan dividen final senilai Rp397,98 miliar.
Selain jajaran pemegang saham utama tersebut, daftar penerima keuntungan besar juga diisi oleh PT Tricipta Mandhala Gumilang. Melalui penguasaan 1,31 miliar lembar saham BBCA, entitas perusahaan ini berhak menerima kucuran dividen final dengan total nilai mencapai Rp369,02 miliar.
Menyusul pada urutan berikutnya adalah PT Caturguwiratna Sumapala yang tercatat memiliki sekitar 1,26 miliar lembar saham bank raksasa ini. Entitas bisnis tersebut dipastikan akan menerima aliran pendapatan pasif dari dividen final dengan nominal signifikan yang menyentuh angka Rp354,55 miliar.
Rekam Jejak dan Rencana Dividen Kuartalan
Akumulasi kekayaan para konglomerat ini didukung oleh rekam jejak historis BCA yang konsisten membagikan keuntungan. Dalam periode lima tahun terakhir, tren pembagian dividen emiten perbankan ini terus menunjukkan grafik peningkatan yang positif dan stabil tanpa henti.
Mencermati kinerja tahun buku 2021, perseroan tercatat membagikan total dividen tunai sebesar Rp145 per lembar. Nominal pembayaran tersebut merangkak naik menyentuh level Rp205 pada edisi 2022, dan terus menunjukkan tren penguatan hingga mencapai Rp270 per saham untuk tahun 2023.
Pertumbuhan laba yang solid pada edisi 2024 kemudian mengerek naik angka pembagian menjadi Rp300 per lembar saham. Puncaknya tercapai pada tahun buku 2025 dengan pencetakan rekor pembayaran tertinggi sepanjang sejarah perseroan, yakni sebesar Rp336 untuk setiap lembar kepemilikan saham.
Distribusi keuntungan kepada pemegang saham ini berpotensi terjadi lebih sering pada masa mendatang. “Sebagai informasi tambahan, untuk Tahun Buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, direksi dengan persetujuan dewan komisaris dapat membagikan dividen interim tiga kali di tahun 2026 yang direncanakan akan dibagikan per kuartal,” ujar Direktur BCA Vera Eve Liem dalam keteranganya pada Kamis, 12 Maret 2026.
Rencana pembagian dividen secara kuartalan ini diperkirakan akan menjadi katalis positif bagi para pelaku pasar modal. Strategi tersebut berpotensi memperkuat basis investor ritel sekaligus meningkatkan nilai investasi para pemegang saham utama yang menempatkan dananya pada saham emiten BBCA ini.

Alvin Bagaskara
Editor
