Cocok untuk Berbuka Puasa! Ini Jenis Kurma dengan Kandungan Gula Rendah
- Kurma merupakan buah manis yang populer dan sering dikonsumsi saat berpuasa. Namun, pertanyaannya, apakah kurma cukup aman bagi kadar gula darah?

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Kurma merupakan buah manis yang populer dan sering dikonsumsi saat berpuasa. Meski secara alami mengandung gula cukup tinggi, kurma juga kaya akan serat, antioksidan, dan mineral penting, sehingga dianggap sebagai pilihan yang lebih baik dibandingkan gula olahan. Namun, pertanyaannya, apakah kurma cukup aman bagi kadar gula darah?
Meski rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik (IG) rendah hingga sedang, yaitu ukuran seberapa cepat suatu makanan diurai dan meningkatkan kadar gula darah. Artinya, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Kurma juga mengandung serat yang membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa. Kandungan polifenol di dalamnya berperan dalam mengurangi peradangan dan mendukung fungsi insulin, sementara mineral seperti magnesium dan kalium membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
- Baca Juga: Mengenal Jenis dan Fakta Menarik Buah Kurma
Beberapa jenis kurma memiliki dampak glikemik yang lebih rendah dibandingkan jenis lainnya, sehingga lebih cocok bagi mereka yang perlu mengontrol asupan gula. Meski begitu, kurma tetap perlu diperhitungkan dalam total asupan kalori harian, dengan mengurangi konsumsi karbohidrat atau sumber gula lain.
Dilansir dari The Indian Express, sekitar 100 gram kurma mengandung sekitar 60-70 gram karbohidrat. Satu butir kurma beratnya kurang lebih 15 gram atau setara dengan 40-50 kilokalori (kkal). Sementara satu lembar roti atau satu porsi nasi setara dengan sekitar 80 kkal.
Jadi, untuk mengonsumsi dua butir kurma dalam sehari, sebaiknya kurangi porsi nasi atau karbohidrat lain. Dengan pengaturan ini, konsumsi kurma tidak akan memicu kenaikan gula darah.
Jenis Kurma dengan Kandungan Gula Rendah
1. Kurma Ajwa
Berukuran kecil, berwarna gelap, dan kaya antioksidan. Kurma ini rendah lemak, bebas kolesterol, serta mengandung protein dan serat yang tinggi. Ajwa menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mencari kurma dengan indeks glikemik rendah.
2. Kurma Kimia
Memiliki tekstur lembut dan rasa manis alami. Kurma Kimia mudah ditemukan dan sering digunakan dalam milkshake maupun hidangan penutup. Meski kandungan gulanya tergolong sedang, kurma ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas atau dikombinasikan dengan kacang-kacangan agar pelepasan glukosa lebih lambat.
3. Kurma Medjool
Berukuran besar dengan cita rasa manis menyerupai karamel. Termasuk salah satu jenis kurma paling manis dan masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, bagi yang membatasi asupan gula, konsumsinya perlu dikendalikan dan tidak berlebihan.
4. Kurma Khadrawy
Kurma ini bertekstur lembut dan berair, dengan kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan kurma Medjool. Khadrawy cocok bagi yang ingin menikmati rasa manis alami tanpa memberikan dampak glikemik yang tinggi.
5. Kurma Deglet Noor
Termasuk jenis kurma setengah kering dengan rasa manis yang lebih ringan. Deglet Noor sering digunakan dalam snack dan energy bar karena memiliki keseimbangan yang baik antara serat dan gula alami.
Cara Makan Kurma yang Sehat
1. Batasi Porsi
Cukup konsumsi 2-3 butir kurma dalam sekali makan untuk mencegah asupan gula berlebih.
2. Kombinasikan dengan Protein atau Lemak Sehat
Mengonsumsi kurma bersama kacang-kacangan, biji-bijian, atau yogurt dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.
3. Padukan dengan Makanan Tinggi Serat
Menambahkan kurma ke dalam oatmeal atau biji-bijian utuh dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik.
4. Hindari Kurma Olahan
Sebisa mungkin jauhi kurma yang dilapisi gula atau direndam sirup. Pilih kurma kering alami tanpa tambahan pemanis.
5. Waktu Terbaik Konsumsi
Kurma sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk alaminya, yakni pada fase setengah matang hingga kering. Kurma yang tidak diproses dan tidak dikemas umumnya memiliki kandungan serat lebih tinggi, sekitar 7-15 gram per 100 gram. Waktu terbaik mengonsumsinya adalah sebelum berolahraga, saat kadar gula darah puasa masih relatif rendah.

Distika Safara Setianda
Editor
