Industri

AC Ventures Menutup Putaran Pertama Dana Kelolaan Kelima Senilai Rp2,4 Triliun

  • Nilai yang tercatat tersebut memenuhi 65% dari target AC Ventures sebesar US$250 juta (Rp3,7 triliun) yang sebagian besarnya berasal dari limited partner (LP) pada dana kelolaan sebelumnya.

JAKARTA - Perusahaan modal ventura AC Ventures mengumumkan penutupan putaran pertama dana kelolaan kelima (fund V) senilai US$162,5 juta atau setara dengan Rp2,4 triliun (asumsi kurs Rp14.939 pe rdolar Amerika Serikat/ AS).

Nilai yang tercatat tersebut memenuhi 65% dari target AC Ventures sebesar US$250 juta (Rp3,7 triliun) yang sebagian besarnya berasal dari limited partner (LP) pada dana kelolaan sebelumnya.

Co-founder dan Managing Partner AC Ventures Adrian Li mengatakan, pihaknya fokus berinvestasi pada digitalisasi di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.

Adrian menuturkan, sektor digital di Indonesia sendiri telah menyumbangkan produk domestik bruto (PDB) senilai US$70 miliar (Rp1,04 kuadriliun) dan diproyeksi tumbuh lebih dari US$350 miliar (Rp5,2 kuadriliun) dalam lima tahun ke depan.

"Kami telah membangun ekspertis melalui pengalaman berinvestasi selama ini, terutama pada commerce, fintech, dan UMKM," kata Adrian dikutip dari Tech Crunch, Senin, 19 September 2022.

Adrian pun mengemukakan bahwa dana kelolaan kelima akan difokuskan pada sektor-sektor baru, termasuk climate tech. Untuk start up tahap awal, ticket size yang akan disalurkan sekitar US$2 juta (Rp29,87 miliar).

AC Ventures akan lebih fokus berinvestasi pada start up tahap awal karena beberapa alasan, salah satunya agar AC Ventures dapat terlibat dengan para founder perusahaan yang bersangkutan untuk merekrut talenta kunci dan terlibat dalam pedoman operasional.

Adrian juga menyampaikan bahwa AC Ventures terus mendorong kemitraan dengan konglomerat dan para pemangku kepentingan di Indonesia untuk mengakselerasi pertumbuhan start up.

"Misalnya, kemitraan start up fintech dan bank untuk memperluas akses pinjaman," tutur Adrian.

Adrian juga mengungkapkan soal investor global yang menaruh perhatian khusus kepada Asia Tenggara karena pertumbuhan start up-nya yang cukup pesat, ditandai dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Indonesia dan PT Bukalapak.com yang berhasil melantai di bursa saham.

Negara-negara LP yang menyalurkan investasi untuk dana kelolaan kelima tersebut di antaranya berasal dari Asia Utara, Amerika Serikat, Eropa, hingga Timur Tengah.

Minat investasi itu masih cukup tinggi meskipun terjadi penurunan valuasi start up di tengah pemulihan ekonomi yang berlangsung pascapandemi COVID-19 karena adanya perkembangan kualitas dari para founder.

Selama sembilan bulan terakhir pada tahun 2022, AC Ventures telah berinvestasi ke 22 start up, seperti SkorLife, KLAR, Atma, dan BRIK.