Difabel

Kisah Hasna dan Hasni yang viral bukan sekadar cerita haru, ini cermin betapa langkanya penyandang disabilitas yang benar-benar bisa masuk ke dunia kerja formal Indonesia.
<p>Barista Meir (25), melayani pengunjung menggunakan bahasa isyarat di kafe Sunyi &#8220;House of Coffee and Hope&#8221; di Jalan Fatmawati, Jakarta, Jum&#8217;at, 15 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Barista Meir (25), melayani pengunjung menggunakan bahasa isyarat di kafe Sunyi “House of Coffee and Hope” di Jalan Fatmawati, Jakarta, Jum’at, 15 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

<p>Barista Meir (25), melayani pengunjung menggunakan bahasa isyarat di kafe Sunyi &#8220;House of Coffee and Hope&#8221; di Jalan Fatmawati, Jakarta, Jum&#8217;at, 15 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Aturan Ramah Difabel Ada, Tapi Praktiknya Belum Optimal

Regulasi kerja difabel di Indonesia sudah progresif dengan kuota 1–2%, namun implementasi di lapangan masih terkendala stigma, infrastruktur, dan pengawasan.
Irma-Suyanti.jpeg

Kisah Penyintas Polio yang Kini Bangun Lapangan Kerja untuk Ribuan Orang

Irma Suyanti adalah penyintas polio sejak kecil. Akibat penyakit tersebut, ia harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Namun, alih-alih mengeluh atas kondisinya, ia memilih untuk produktif dan mandiri.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...