Gunakan ChatGPT untuk Sebar Hoaks, Pria China Dibekuk Polisi
- Polisi menangkap seorang pria asal Gansu, China karena diduga membuat berita hoaks mengenai kecelakaan kereta api menggunakan ChatGPT.

Rizky C. Septania
Author


BEIJING- Polisi menangkap seorang pria asal Gansu, China karena diduga membuat berita hoaks mengenai kecelakaan kereta api menggunakan ChatGPT.
Mengutip CNBC Internasional Kamis, 11 Mei 2023, Pria bermarga Hong tersebut membuat hoaks dan menyebarnya di media sosial.
Penangkapan Hong oleh petugas keamanan China menjadi kasus tindakan penegakan hukum pertama di China terkait dengan kecerdasan buatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kasus ini sekaligus menyoroti dorongan China untuk mengatur dan mengontrol penggunaan AI karena teknologinya semakin maju.
- Pertama Kalinya dalam 4 Tahun, Laba Raksasa Otomotif Toyota Turun
- Analis: Downtrading Bakal Hambat Penerimaan Cukai Rokok
- INFO BMKG: Prakiraan Cuaca Hari Ini 11 Mei 2023 dan Besok untuk Wilayah DKI Jakarta
- Di Usia ke-79, Robert De Niro Menyambut Anak Ketujuh
Ada kisaran 20 akun yang menyebarkan berita tersebut lewat situs jejaring sosial China, Baidu. Atas penyebaran yang terjadi, berita Hoaks tersebut sudah dilihat sebanyak 15.000 kali.
Menurut kabar, Hong membuat berita mengenai kecelakaan kereta di negeri tirai bambu yang telah menewaskan 9 orang. Adapun dalam penggunaannya, ChatGPT dimanfaatkan untuk membuat variasi artikel agar bisa melewati pemeriksaan duplikasi di Baidu.
Perlu diketahui, Kepolisian Gansu menangkap Hong berdasarkan undang-undang yang mengatur tentang teknologi sintesis mendalam. Undang undang tersebut telah diperkenalkan China tahun ini.
Adapun Teknologi sintesis mendalam mengacu pada AI yang digunakan untuk menghasilkan teks, gambar, video, atau media lainnya. Undang-undang menyatakan bahwa layanan deep synthesis tidak dapat digunakan untuk menyebarkan berita palsu.
China menyusun undang-undang tersebut ChatGPT menjadi viral di masyarakat. Pembatasan dilakukan lantaran karena pihak berwenang berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam teknologi.
Sebagaimana diketahui, Internet China sangat disensor dan dikendalikan. Beijing telah berusaha untuk memperkenalkan undang-undang yang mengatur teknologi baru yang dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah pusat.
Di China, ChatGPT sendiri diblokir oleh pemerintah. Namun, layanan ini masih bisa diakses dengan menggunakan VPN.
Meski membatasi akses internet, bukan berarti China tak berusaha melek teknologi. Baru-baru ini, Raksasa teknologi China saat ini sedang menguji saingan mereka sendiri untuk ChatGPT. Tapi ini bukan berbentuk chatbot yang tersedia secara luas seperti ChatGPT.
Misalnya, Alibaba dengan Produk Tongyi Qianwen AI yang akan diluncurkan pada perangkat lunak komunikasi tempat kerja DingTalk, dan Tmall Genie, penyedia peralatan rumah pintar.

Ananda Astri Dianka
Editor
