Industri

Uang Kartal Februari 2021 Tumbuh 11,95%, Capai Rp783,6 Triliun

  • JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat uang kartal yang diedarkan (UYD) pada Februari 2021 mencapai Rp783,6 triliun, tumbuh 11,95%  year on year (yoy). Di sisi lain, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit pada Februari 2021 tercatat Rp579,6 triliun, mengalami kontraksi 4,93% yoy sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas dan lemahnya permintaan […]

<p>Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat uang kartal yang diedarkan (UYD) pada Februari 2021 mencapai Rp783,6 triliun, tumbuh 11,95%  year on year (yoy).

Di sisi lain, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit pada Februari 2021 tercatat Rp579,6 triliun, mengalami kontraksi 4,93% yoy sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas dan lemahnya permintaan domestik akibat pandemi COVID-19.

“Meskipun demikian, transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh sejalan dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis, 18 Maret 2021.

Pertumbuhan tersebut tercermin dari nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Februari 2021 sebesar Rp19,2 triliun, atau tumbuh 26,42% yoy. Volume transaksi digital banking juga terus meningkat, pada Februari 2021 tumbuh 36,41% yoy.

Totalnya, mencapai 464,8 juta transaksi dan nilai transaksi digital banking yang tumbuh 22,94% yoy mencapai Rp2.547,5 triliun. 

Dengan mempertimbangkan pesatnya perkembangan teknologi, inovasi, serta perluasan dan penguatan ekosistem digital, BI memprakirakan tren digitalisasi masih akan terus berlanjut.

Dari sisi kebijakan sistem pembayaran, BI terus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Antara lain dengan perluasan akseptasi QRIS melalui implementasi fitur QRIS Customer Presented Mode (CPM) serta penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran dalam e-commerce.