Trik Cerdas Kelola THR: Buru Dividen BBRI Tanpa Kuras Gaji
- Banyak pihak tidak sadar menghabiskan gaji dan THR 2026 untuk belanja konsumtif. Manfaatkan momentum laba bersih BBRI untuk membangun aset lewat dividen tunai.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Musim gajian Februari dan Maret yang dibarengi cairnya dana Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran 2026 sering kali memicu kebiasaan belanja konsumtif berlebihan. Tak ayal, uang yang mengalir deras ke rekening itu pantang dihabiskan begitu saja tanpa tabungan.
Di tengah godaan menguras dompet demi perayaan sesaat, ada peluang emas untuk memutar dana tersebut menjadi penghasilan pasif. Emiten perbankan raksasa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI baru saja mengumumkan pencapaian kinerja keuangan tahun penuh 2025 yang sangat impresif.
Keberhasilan perseroan mencetak laba bersih mencapai hampir Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025 menjadi sinyal positif bagi pasar. Pencapaian fundamental yang kokoh ini memberikan kepastian bagi para investor untuk segera memburu kucuran dividen final yang dijadwalkan segera cair.
Kapasitas Finansial dan Proyeksi Dividen Final
Emiten berkode BBRI dikenal luas memiliki komitmen yang sangat kuat dalam mendistribusikan keuntungan kepada para pemegang sahamnya secara konsisten. Secara fundamental finansial, kapasitas pembagian dividen perseroan sangat didukung oleh total aset konsolidasi yang sukses menembus rekor angka pasti Rp2.135,37 triliun.
Jika perseroan kembali menetapkan Dividend Payout Ratio sebesar 86% dari rasio Earning Per Share dasar senilai Rp376, maka total dividen tahun buku 2025 diproyeksikan mencapai Rp323,36 per saham. Angka luar biasa ini menjadi daya tarik utama bagi seluruh pemodal.
Mengingat seluruh pemodal telah mengantongi dividen interim sebesar Rp137 per lembar saham pada 15 Januari 2026 lalu, pasar kini sangat menanti sisa dividen final yang diestimasikan bernilai mutlak mencapai besaran angka Rp186,4 per lembar saham perseroan kebanggaan tersebut.
Rekam Jejak Emas Dividen BBRI
Kepercayaan dari jutaan investor domestik maupun asing jelas tidak pernah datang secara instan tanpa bukti nyata. Menengok jauh ke belakang, entitas perbankan ini memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan konsisten dalam membagikan sisa keuntungan kepada seluruh pihak pemegang sahamnya tanpa absen.
Nominal dividen emiten BBRI terbukti terus meningkat tajam pasca badai pemulihan pandemi global secara bertahap. Perseroan membagikan total dividen Rp98,90 pada 2020, lalu naik menjadi Rp174,23 pada 2021, sebelum melesat lebih jauh mencapai angka Rp288,22 sepanjang kalender masa operasional tahun 2022.
Tren menanjak tersebut terus berlanjut tanpa henti dengan raihan dividen senilai Rp319,00 pada tahun buku 2023. Puncaknya, bank penyalur kredit mikro terbesar ini sukses mencetak rekor pembagian dividen tertinggi secara historis di angka Rp343,40 per saham sepanjang periode 2024.
Edukasi Timeline Krusial Pemburu Dividen
Banyak masyarakat awam keliru mengira bahwa investasi dividen mewajibkan kepemilikan saham selama setahun penuh secara kontinu. Padahal, rahasia utama meraup keuntungan tersebut hanyalah memahami jadwal krusial bursa. Tanggal paling penting yang wajib dicatat secara saksama oleh setiap pemula adalah batas Cum Date.
Anda cukup membeli saham BBRI pada hari Cum Date dan menahannya hingga jam penutupan bursa. Walaupun baru memegang saham tersebut selama beberapa jam saja, Anda sudah sah berhak sepenuhnya atas kucuran uang dividen layaknya seorang investor yang menyimpannya sejak sangat lama.
Sehari setelahnya, bursa akan memasuki masa Ex Date di mana Anda bahkan sudah bebas menjual saham tersebut. Setelah proses pencatatan resmi pada Recording Date, kucuran dana segar itu dipastikan langsung masuk ke rekening nasabah secara otomatis saat tiba Payment Date.
Simulasi Aman Tanpa Mengorbankan Dapur
Berinvestasi menahan nafsu belanja memang cerdas, namun ketersediaan uang untuk kebutuhan Lebaran harus tetap diutamakan. Kebutuhan operasional harian layaknya pembayaran cicilan, ongkos transportasi mudik, hingga belanja dapur mutlak harus selalu menjadi sebuah prioritas utama bagi seluruh elemen keluarga besar masyarakat Indonesia.
Menggunakan asumsi standar Upah Minimum Provinsi wilayah DKI Jakarta tahun 2026 sebesar Rp5.729.876, mari kita terapkan persentase investasi realistis. Anda cukup menahan pengeluaran konsumtif dengan menyisihkan 20% dari gaji rutin dan mengambil secara maksimal 50% dari uang tunai THR.
Lewat alokasi 20% gaji Februari senilai Rp1.145.975 dan gaji Maret Rp1.145.975, ditambah 50% THR sebesar Rp2.864.938, total modal terkumpul menembus Rp5.156.888. Sisa THR bernilai jutaan rupiah tersebut masih sangat aman untuk membiayai kemeriahan perayaan Lebaran bersama keluarga tercinta Anda.
Prospek THR Ekstra Saat Momen Lebaran
Jika seluruh dana investasi Rp5,15 juta tersebut langsung dibelikan saham BBRI menggunakan asumsi harga Rp3.930 per lembar, Anda bisa mendapatkan 13 lot saham. Transaksi pembelian total 1.300 lembar saham itu akan memakan uang modal senilai angka mutlak Rp5.109.000 secara langsung.
Menjelang hari perayaan Lebaran nanti, Anda hanya perlu bersabar menahan seluruh 13 lot saham berharga tersebut melewati batas tanggal Cum Date. Mengacu pada estimasi perhitungan dividen final senilai Rp186,4 per lembar, imbal hasil investasi bulanan Anda terbilang sangat amat menggiurkan.
Anda berhak menerima uang tunai sebesar Rp242.320 sebagai THR tambahan guna menambah saldo dompet digital saat momen Lebaran tiba. Hal paling krusial, aset utama berupa 13 lot saham senilai Rp5 jutaan tersebut tetap utuh tercatat sebagai investasi jangka panjang paling menguntungkan.

Alvin Bagaskara
Editor
