Tren Pasar

Transformasi UNTR: Dari Batu Bara Menuju Sektor Mineral Emas, Cek Potensinya

  • UNTR bukan lagi soal batu bara! Anak usaha Astra ini siap 'ngegas' di bisnis emas & nikel, analis ramal potensi cuan dividen 6,8%.
K2A1633-copy-1080x675.jpg
PT United Tractors Tbk (Dok/UNTR)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Raksasa alat berat dan pertambangan, PT United Tractors Tbk (UNTR), kini tidak lagi sama. Anak usaha Grup Astra ini sedang dalam proses ganti baju atau transformasi besar-besaran, secara agresif beralih dari bisnis batu bara menuju harta karun mineral lain, terutama nikel dan emas.

Pergeseran strategi yang fundamental ini membuat para analis super optimistis. Riset terbaru dari Mandiri Sekuritas, yang dirilis Jumat, 22 Agustus 2025, secara tegas menaikkan peringkat saham UNTR dari "Netral" menjadi "Beli" dengan target harga baru yang jauh lebih tinggi.

Langkah berani UNTR ini dinilai akan menjadi amunisi baru bagi penguatan sahamnya. Lantas, sedalam apa transformasi yang sedang berjalan dan seberapa cerah prospeknya? Mari kita bedah tuntas empat poin penting di balik wajah baru UNTR.

1. Misi Utama: 50% Pendapatan Non-Batu Bara di 2030

Manajemen UNTR telah menetapkan sebuah misi yang sangat ambisius. Pada tahun 2030, perusahaan menargetkan 50% dari total pendapatannya akan berasal dari bisnis di luar batu bara. Ini adalah sinyal yang sangat jelas bahwa era ketergantungan pada 'emas hitam' akan segera berakhir.

Langkah ini sudah dimulai secara agresif. Pada tahun 2023, UNTR telah menggelontorkan dana US$841 juta untuk mengakuisisi aset nikel, termasuk 20% saham di Nickel Industries Limited. Kini, perusahaan secara terbuka menyatakan sedang mengincar aset mineral lain, terutama emas dan tembaga.

2. Mesin Uang Baru: Bisnis Emas Jadi Penyelamat

Di tengah tren penurunan bisnis batu bara, UNTR ternyata sudah memiliki 'mesin uang' baru yang menjadi penyelamat. Analis Mandiri Sekuritas menyoroti bahwa pasokan kas besar tahun ini akan datang dari bisnis emas di tambang Martabe.

Kinerja solid dari bisnis emas ini dinilai akan mampu mengompensasi atau menutupi penurunan kinerja dari segmen batu bara. “Pada saat yang sama, unit bisnis emas perseroan akan diuntungkan oleh lonjakan harga emas,” tulis riset Mandiri Sekuritas dikutip pada Jumat, 22 Agustus 2025. 

3. Lebih Tangguh dari Pemain Batu Bara Murni

Salah satu keunggulan utama UNTR adalah model bisnisnya yang terdiversifikasi, membuatnya lebih tangguh (resilient) dibandingkan para pemain batu bara murni. Kekuatan ini datang dari unit bisnis kontraktor pertambangannya, Pamapersada Nusantara.

Meskipun proyeksi kinerja Pama sedikit diturunkan, unit bisnis ini tetap memberikan stabilitas pendapatan yang tidak dimiliki oleh emiten batu bara lain. “Kombinasi antara bisnis kontraktor yang stabil dan bisnis emas yang sedang 'naik daun' inilah yang menjaga kinerja laba bersih UNTR tetap solid,” jelas Mandiri Sekuritas. 

4. Analis Upgrade Target Harga & Prediksi Dividen Jumbo

Dengan prospek transformasi yang cerah ini, Mandiri Sekuritas menaikkan target harga saham UNTR secara signifikan. Target harga dalam 12 bulan ke depan kini dipatok di level Rp30.000, naik tajam dari target sebelumnya di Rp21.500.

Target baru ini menyiratkan adanya potensi kenaikan atau upside sebesar 16% dari harga saat riset ditulis. Selain itu, analis juga memprediksi imbal hasil dividen (dividend yield) UNTR akan tetap sangat menarik, yaitu di level 6,8% untuk tahun 2025 dan 2026.