Sisa Kuota ORI029 Rp13 Triliun, Begini Panduan Beli SBN Ini
- Sisa kuota ORI029 masih melimpah Rp13 triliun menjelang penutupan 19 Februari 2026. Cek perbandingan tenor dan panduan beli bagi investor ritel.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Tiga hari menjelang penutupan masa penawaran pada 19 Februari 2026, kuota Surat Berharga Negara (SBN) seri ORI029 terpantau masih tersisa cukup melimpah. Instrumen investasi bebas risiko ini sebenarnya telah menyerap dana masyarakat sekitar 53,36% dari total target awal.
Meskipun kondisi makroekonomi domestik berada dalam fase yang sangat solid, serapan pasar terhadap ORI029 dinilai masih belum maksimal hingga kini. Berbagai sentimen dari dalam maupun luar negeri diprediksi terus membayangi minat para pemodal ritel di tengah dinamika fluktuasi bunga.
Pemerintah sendiri menetapkan target ambisius sebesar Rp25 triliun untuk penerbitan perdana SBN ritel pada tahun ini. Investor kini memiliki waktu yang sangat terbatas untuk segera mengamankan aset mereka sebelum periode penawaran resmi ditutup secara permanen oleh pihak otoritas negara.
1. Sisa Kuota Masih Melimpah
Hingga saat ini, total dana yang terkumpul dari penawaran ORI029 baru mencapai sekitar setengah dari target yang telah ditentukan pemerintah. Sisa kuota sebesar Rp13 triliun masih tersedia bagi masyarakat yang ingin memarkirkan dana mereka pada instrumen investasi paling aman.
Kondisi ini memberikan kesempatan emas bagi para pemodal yang belum sempat melakukan pemesanan sejak awal periode pembukaan. Namun, peluang terserap penuh hingga batas waktu berakhir dinilai cukup kecil meskipun stabilitas ekonomi nasional secara umum masih berada pada level positif.
2. Perbandingan Tenor Favorit
Berdasarkan data yang dilihat TrenAsia.id dari aplikasi Bibit menunjukkan bahwa investor lebih cenderung meminati instrumen dengan jangka waktu menengah dibandingkan jangka panjang. ORI029 bertenor 3 tahun saat ini tersisa sekitar Rp6,13 triliun, atau sudah berhasil memenuhi porsi penawaran hingga angka 40,9% dari total target.
Sementara itu, varian ORI029 dengan tenor 6 tahun terpantau masih menyisakan kuota yang cukup besar bagi publik. Sisa unit yang belum terpesan mencapai Rp7,21 triliun, mencerminkan bahwa serapan pasar untuk jangka panjang baru menyentuh angka sekitar 72,2% target.
3. Peluang Reinvestasi Dana
Secara teoretis, harapan untuk mengejar target serapan kini sangat bergantung pada aksi reinvestasi yang dilakukan oleh para pemegang obligasi lama. Terdapat potensi aliran dana segar dari empat seri SUN yang akan jatuh tempo sepanjang tahun 2026 dengan nilai Rp46,85 triliun.
Alokasi dana dari obligasi jatuh tempo tersebut diharapkan dapat segera beralih ke instrumen ORI029 sebelum masa penawaran berakhir. Langkah reinvestasi ini dinilai menjadi strategi paling cerdas bagi investor ritel untuk terus menjaga pertumbuhan aset mereka secara konsisten dan aman.
4. Sentimen Global Membayangi
Meskipun fundamental ekonomi dalam negeri tergolong kuat, tekanan dari faktor eksternal tetap menjadi tantangan yang nyata. Sederet sentimen dari pasar global serta dinamika kebijakan moneter luar negeri turut memengaruhi persepsi risiko para pemodal ritel dalam mengambil keputusan investasi.
Kehati-hatian investor dalam menempatkan dana pada instrumen surat utang negara sangat dipengaruhi oleh ekspektasi arah suku bunga. Oleh karena itu, periode tiga hari terakhir ini akan menjadi penentu apakah target penerbitan perdana pemerintah dapat tercapai secara maksimal atau tidak.
5. Panduan Beli Investor Ritel
Bagi Anda yang tertarik, pemesanan ORI029 dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui mitra distribusi resmi seperti aplikasi Bibit. Langkah pertama adalah melakukan registrasi akun e-SBN, kemudian memilih tenor yang diinginkan, dan memasukkan nominal investasi mulai dari angka Rp1 juta saja.
Setelah pesanan dibuat, segera selesaikan pembayaran menggunakan kode billing yang telah diterbitkan oleh sistem resmi negara. Pastikan Anda menyelesaikan transaksi sebelum tanggal 19 Februari 2026 agar tidak kehilangan momentum untuk mendapatkan imbal hasil stabil yang dijamin penuh oleh undang-undang.

Alvin Bagaskara
Editor
