Prabowo Respons Moody's Hari Ini, Cek Saham ASII hingga PGEO
- IHSG rawan koreksi jelang long weekend. Pantau sarasehan ekonomi Presiden Prabowo dalam merespons Moody's serta cek potensi saham ASII hingga PGEO hari ini.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan koreksi ke level 8.265,35, melemah 0,31% pada Kamis kemarin. Pelemahan ini terjadi akibat aksi ambil untung investor setelah indeks sempat reli tiga hari berturut-turut sebelumnya di bursa.
Tim Riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan pasar hari ini akan diwarnai tekanan jual. "Diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak melemah dan menguji level 8.150-8.200 pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, menjelang libur long weekend," tandas Phintraco dalam laporannya.
Fokus utama pelaku pasar kini tertuju pada agenda Sarasehan Ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto jelang libur panjang akhir pekan. Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi katalis positif untuk meredam sentimen negatif dari penurunan outlook kredit Indonesia.
1. Agenda Sarasehan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat untuk menenangkan pasar domestik. "Presiden Prabowo berencana menyelenggarakan sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional dan respon pemerintah terhadap berbagai perkembangan global pada Jumat ini," jelas Phintraco mengenai agenda tersebut.
Langkah ini dinilai sangat krusial di tengah gejolak pasar global dan domestik yang sedang meningkat saat ini. Investor membutuhkan kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah untuk menjaga kepercayaan mereka dalam menanamkan modal di pasar keuangan Indonesia.
Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan menghasilkan narasi positif yang kuat sebelum pasar memasuki masa libur panjang akhir pekan. Penjelasan langsung dari Kepala Negara menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas fundamental ekonomi nasional ke depan.
2. Merespon Outlook Moody's
Sarasehan ini juga memiliki misi khusus terkait rating utang luar negeri Indonesia. "Pemerintah berharap pertemuan tersebut akan menjawab keresahan terkait keputusan Moody's Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif," tandas Phintraco dalam analisis harian mereka.
Penurunan outlook ini sempat memicu kekhawatiran arus modal keluar atau capital outflow yang dapat menekan nilai tukar Rupiah. Respons cepat pemerintah melalui forum ini diharapkan mampu meredam spekulasi liar yang berkembang di kalangan pelaku pasar.
Jika pemerintah berhasil meyakinkan investor mengenai ketahanan fiskal dan strategi pembayaran utang, maka sentimen negatif Moody's dapat diminimalisir dampaknya. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar saham dan obligasi Indonesia di pekan depan.
3. Tren Teknikal Terjaga
Secara teknikal, tren indeks saham gabungan dinilai masih cukup aman untuk jangka menengah. "Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5 dan MA200 meskipun tidak berhasil bertahan di atas level 8300," jelas Phintraco mengenai posisi grafik indeks saat ini.
Indikator teknikal lainnya menunjukkan sinyal yang beragam namun cenderung menahan kejatuhan indeks lebih dalam. Histogram negatif pada indikator MACD terpantau berlanjut menyempit, sementara indikator Stochastic RSI berlanjut bergerak menguat di area pivot perdagangan saham.
Phintraco menetapkan level support krusial di area 8.150 dan pivot di 8.250 untuk perdagangan hari ini. Investor disarankan memperhatikan level-level tersebut sebagai acuan entry maupun exit guna mengantisipasi volatilitas pasar jelang libur panjang besok.
4. Data Inflasi AS
Dari sisi global, investor akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Januari 2026. Konsensus pasar memperkirakan inflasi AS mencapai 2,5% secara tahunan (YoY), melambat dibandingkan realisasi bulan Desember 2025 yang tercatat sebesar 2,7% YoY.
Inflasi inti AS juga diprediksi mengalami perlambatan menjadi 2,5% YoY pada periode pelaporan yang sama dari posisi 2,6% YoY sebelumnya. Data ini sangat krusial karena akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed di masa mendatang.
Data inflasi ini akan menjadi perhatian utama investor global setelah data non-farm payrolls AS sebelumnya dirilis lebih baik dari perkiraan. Jika inflasi ternyata lebih panas dari prediksi, harapan pemangkasan suku bunga global bisa kembali meredup.
5. Deretan Saham Pilihan
Di tengah pasar yang rawan koreksi, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menjadi bintang setelah melesat 13,07% ke level Rp3.200. Kenaikan signifikan ini diikuti oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang menguat 3,37% menjadi Rp6.900.
Saham sektor lain yang juga menarik adalah PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang naik 3,65% ke level Rp398. Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) tercatat menguat tipis sebesar 1,11% ke posisi harga Rp6.825 per lembar saham.
Rekomendasi terakhir jatuh pada saham energi hijau PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang naik 1,26% ke level Rp1.205. Phintraco menyarankan investor mencermati saham-saham ini sebagai pilihan utama atau top picksperdagangan pada hari Jumat ini.

Alvin Bagaskara
Editor
