PLTA Baru Beroperasi, Cuan ESG ARKO Siap Mengalir 25 Tahun
- PLTA Kukusan 2 di Lampung berkapasitas 5,4 MW milik ARKO resmi beroperasi. Proyek hijau tersebut menjamin kepastian pendapatan dari PLN selama 25 tahun.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Emiten energi hijau PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) semakin memantapkan posisinya sebagai pelopor investasi berkelanjutan secara konsisten. Perusahaan secara resmi telah mengoperasikan fasilitas pembangkit listrik tenaga air terbaru yang berada di wilayah Tanggamus provinsi Lampung awal tahun ini.
Fasilitas bernama Proyek Kukusan 2 tersebut sukses mencapai tahapan Commercial Operation Date/COD sesuai kontrak yang disepakati secara resmi. Langkah strategis ini mengukuhkan komitmen implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance/ESG perseroan secara nyata di dalam ekosistem energi nasional kita.
Dari lantai bursa menjelang penutupan perdagangan hari Rabu, 25 Februari 2026, saham perseroan mantap bertengger pada level Rp9.950 per lembarnya. Saham emiten terafiliasi PT United Tractors Tbk (UNTR) ini tercatat telah melesat 39,65% secara tahunan dan meroket nyaris 1000% sejak tahun lalu.
1. Harmoni Alam dan Finansial
Pembangkit keempat milik korporasi ini dibangun menggunakan konsep Run of River/RoR yang terbukti sangat ramah terhadap kondisi lingkungan sekitar. Teknologi tanpa bendungan besar tersebut sukses meminimalisasi potensi kerusakan alam sembari tetap menjaga tingkat efisiensi modal investasi awal perusahaan.
Pendekatan bisnis ramah lingkungan ini langsung membuahkan kepastian pendapatan finansial rutin bagi kas internal perseroan sekarang. Hal tersebut dipastikan setelah fasilitas energi bersih ini mengantongi Power Purchase Agreement/PPA dari PT PLN (Persero) selama durasi 25 tahun penuh ke depan.
Kontrak panjang tersebut menjamin serapan seluruh kapasitas listrik yang diproduksi secara maksimal oleh pembangkit dengan daya 5,4 MW. Dua unit turbin berkapasitas 2x2,7 MW tersebut akan mengaliri jaringan distribusi secara konsisten tanpa perlu merusak aliran ekosistem sungai alami sekitar.
2. Dampak Sosial Listrik Pedesaan
Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), Aldo Artoko, sangat bangga atas implementasi proyek hijau tersebut. "Beroperasinya Proyek Kukusan 2 menegaskan komitmen kami dalam menyediakan energi bersih sekaligus menjaga kepercayaan PLN," ujar Aldo dalam keterangannya pada Rabu, 25 Februari 2026.
Selain menyelamatkan kondisi alam, perusahaan juga menjalankan tanggung jawab sosial dengan menyalurkan energi listrik bagi masyarakat daerah. Fasilitas terbaru ini diperkirakan menyumbang porsi produksi sebesar 17,8% dari total estimasi produksi listrik korporasi menuju angka 197,28 GWh sepanjang tahun 2026.
Total kapasitas produksi mesin secara ekuivalen mencapai besaran angka 35,02 GWh secara sangat stabil setiap tahun berjalan. Berdasarkan asumsi konsumsi listrik per kapita, daya masif tersebut sangat krusial dalam mendukung roda perekonomian wilayah serta fasilitas publik pedesaan sekitar.
3. Tata Kelola Bebas Kecelakaan
Energi bersih yang dialirkan secara nyata tersebut dinilai akan mampu melistriki sekitar 5.000 rumah tangga warga nasional. Manfaat sosial dari operasional fasilitas ini setara dengan pemenuhan kebutuhan dasar kelistrikan bagi lebih dari 25.000 jiwa masyarakat di provinsi Lampung tersebut.
Keunggulan tata kelola perusahaan juga patut mendapatkan apresiasi tertinggi dari para pemegang saham di pasar modal. Selama fase konstruksi fasilitas ini berlangsung, manajemen berhasil menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3 dengan level pengawasan yang super ketat setiap hari.
Perseroan secara meyakinkan sukses merampungkan megaproyek teknikal yang cukup kompleks ini dengan pencapaian rekor kinerja gemilang. Mereka secara resmi mencatatkan angka nihil fatalitas dan nihil kecelakaan kerja sebagai bukti kepedulian mutlak terhadap hak asasi para pekerja lapangan mereka.
4. Ekspansi Pembangkit Ratusan Megawatt
Akurasi waktu penyelesaian ini membuktikan tingkat keandalan tim eksekutor lapangan yang dimiliki oleh perusahaan di berbagai daerah. "Ke depan, kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip lingkungan untuk terus menerangi wilayah Indonesia dengan daya bersih," papar Aldo meyakinkan seluruh publik investor.
Kucuran aliran uang rutin dari operasional berkelanjutan akan segera dikonversi menjadi modal ekspansi fasilitas baru perusahaan. Emiten ini sedang mengeksekusi deretan proyek potensial yang secara total kapasitas kumulatif tercatat telah sukses melampaui angka fantastis sebesar 300 MW lebih.
Salah satu portofolio kebanggaan perseroan yang sedang dikerjakan secara paralel adalah pembangunan konstruksi fisik proyek Tomoni. Pembangkit bertenaga 10 MW tersebut dilaporkan progres fisiknya telah menembus level 61% dan dipastikan segera memasuki fase penyelesaian akhir konstruksi tahun ini.
5. Garda Terdepan Penurun Emisi
Selain aset masa depan tersebut, ekspansi agresif perseroan terus melaju dengan mulai menggarap fasilitas Proyek Pongbembe 20 MW. Pembangunan infrastruktur energi hijau tersebut resmi dimulai pada akhir 2025 dengan target operasional secara komersial penuh pada tahun 2029 mendatang.
Sejalan dengan target nol emisi murni, manajemen mencatat rekam jejak penghapusan polutan memukau sejak 2017 hingga 2025. Perusahaan sukses memusnahkan gas rumah kaca dengan total pencapaian yang fantastis yakni sebanyak ±277.241 ton karbon dioksida ekuivalen dari udara bebas.
Angka penyelamatan iklim bumi tersebut diproyeksikan langsung melonjak secara eksponensial setelah fasilitas Tomoni dan Pongbembe resmi beroperasi. Tambahan reduksi fantastis sebesar ±170.809 ton karbon ekuivalen per tahun siap dikontribusikan emiten demi menjaga keberlanjutan.

Alvin Bagaskara
Editor
