PGEO Terbang, BMRI dan BBNI Hijau! Cek Prediksi IHSG Ini
- Prediksi IHSG hari ini konsolidasi. Saham PGEO terbang 9%, BMRI & BBNI kompak hijau. Simak sentimen B40 dan rekomendasi saham pilihan di sini.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Meskipun indeks sukses ditutup menguat 0,72% ke level 8.948 kemarin, indikator teknikal menunjukkan ruang gerak yang terbatas di bawah level psikologis 9.000 hari ini.
Pergerakan pasar kemarin dimeriahkan oleh lonjakan saham PGEO yang terbang 9,01% ke level Rp1.270. Saham JPFAjuga tampil impresif dengan kenaikan 5,38% ke posisi Rp2.740. Namun, investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah.
Sektor perbankan turut menopang indeks lewat penguatan BBNI sebesar 2,84% dan BMRI yang naik tipis 1,05%. Sementara itu, ISAT justru terkoreksi tipis 0,46%. Phintraco Sekuritas mengingatkan investor untuk mencermati level support krusial di 8.730 sebagai batas aman tren jangka pendek.
1. Sinyal Teknikal & Batas Aman
Secara teknikal, pola pergerakan indeks menunjukkan fase konsolidasi yang cukup jelas pasca rebound kemarin. Indikator Stochastic RSI yang mulai menurun ke area pivot memberikan sinyal bahwa tenaga beli belum sepenuhnya pulih untuk menembus resisten kuat di level psikologis 9.000 hari ini.
Volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi seiring tarik-menarik antara sentimen domestik dan tekanan eksternal. Investor perlu disiplin memantau batas bawah di 8.730 karena penembusan level ini dapat mengubah tren jangka pendek menjadi bearish, memicu tekanan jual yang lebih dalam di pasar.
Namun, selama indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk kembali menguji level atas masih terbuka lebar. Phintraco menegaskan batas toleransi risiko tersebut dalam riset hariannya, "Koreksi IHSG masih wajar selama tidak ditutup di bawah level 8730," jelas Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Rabu, 14 Januari 2026.
2. Rupiah Tertekan Dolar AS
Sentimen eksternal masih menjadi pemberat utama bagi pasar keuangan domestik, terutama dari sisi nilai tukar mata uang. Rupiah kembali tertekan cukup dalam hingga menyentuh level Rp16.877 per dolar AS akibat tingginya permintaan dolar di pasar global yang meningkat tajam awal pekan ini.
Penguatan indeks dolar AS menjadi faktor dominan yang menekan hampir seluruh mata uang negara berkembang di kawasan Asia. Pelaku pasar global cenderung mengalihkan aset mereka ke instrumen safe haven berbasis dolar di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih menyelimuti pasar keuangan regional.
Kondisi ini menciptakan divergensi di mana pasar saham mencoba bangkit namun pasar uang justru terkoreksi cukup dalam. Phintraco menyoroti fenomena ini dalam risetnya, "Rupiah berlanjut melemah di level Rp16,877/US$ di pasar spot, seiring dengan penguatan indeks Dolar AS."
3. Sentimen Positif Biodiesel B40
Kabar positif datang dari sektor energi baru terbarukan yang menjadi katalis segar bagi emiten perkebunan kelapa sawit. Pemerintah melalui Menko Perekonomian memastikan program mandatori biodiesel B40 akan direalisasikan penuh tahun ini, disusul kajian B50 yang ditargetkan siap pada paruh kedua 2026 mendatang.
Langkah strategis ini dinilai akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil secara signifikan dan mendorong ekosistem energi bersih nasional. Kebijakan ini menjamin penyerapan pasokan minyak sawit mentah atau CPO domestik yang lebih besar, menjaga stabilitas harga komoditas andalan ekspor Indonesia tersebut.
Phintraco melihat kebijakan ini sebagai fundamental kuat bagi emiten CPO untuk jangka menengah hingga panjang. Analis menilai dampaknya sangat strategis bagi industri, "Kebijakan ini berpotensi menjadi faktor positif bagi fundamental saham sektor perkebunan CPO," yang dapat mendongkrak kinerja emiten terkait.
4. Data Global dan Saham Pilihan
Investor hari ini juga menantikan rilis data neraca perdagangan Tiongkok periode Desember 2025 serta data penjualan ritel Amerika Serikat. Pasar memproyeksikan surplus perdagangan China akan sedikit menyusut, sementara penjualan ritel AS diprediksi tumbuh 0,3% secara bulanan memberikan sinyal daya beli solid.
Menyikapi kondisi pasar yang sideways, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menunjukkan kekuatan teknikal seperti PGEO dan JPFA. Sektor perbankan juga tetap menarik lewat BBNI dan BMRI yang konsisten menguat, meskipun ISAT mengalami koreksi tipis pada perdagangan kemarin sore.
Strategi buy on support menjadi pilihan bijak di tengah volatilitas indeks yang masih tinggi saat ini. Phintraco merilis daftar saham pilihan untuk perdagangan hari ini meliputi, "Top picks ada BBNI, BMRI, PGEO, JPFA dan ISAT," yang dinilai potensial secara teknikal.

Alvin Bagaskara
Editor
