Market Crash Efek MSCI? Luhut: Jangan Panik, Momen Perbaikan
- IHSG anjlok 5,31% ke 7.887. Luhut minta investor tidak panik dan jadikan peringatan MSCI momentum perbaikan bursa.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meminta seluruh investor pasar modal agar tidak panik merespons koreksi tajam indeks. Ia menilai situasi saat ini justru merupakan momen yang sangat tepat untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap pasar modal Indonesia.
Dinamika pasar modal Indonesia saat ini memang sangat dipengaruhi oleh evaluasi ketat dan peringatan keras dari Morgan Stanley Capital International. Sorotan tajam lembaga global tersebut menurut Luhut merupakan bagian penting dalam upaya evaluasi perbaikan bursa kedepannya.
Indeks Harga Saham Gabungan terpantau mengalami tekanan jual yang masif hingga penutupan sesi pertama perdagangan hari Senin 2 Februari 2026. Pemerintah memastikan bahwa gejolak ini akan direspons dengan langkah konkret untuk memperkuat fundamental pasar jangka panjang.
1. Pesan Jangan Panik
Luhut menekankan bahwa volatilitas pasar yang terjadi saat ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan oleh para pelaku pasar. Peringatan dari penyedia indeks global tersebut harus dilihat sebagai cerminan jujur atas area yang perlu segera diperbaiki otoritas.
Ia menegaskan pentingnya membangun kepercayaan investor berbasis sistem yang kuat dan transparan bukan sekadar pergerakan harga spekulatif semata. "Ini momentum untuk membangun pasar modal yang kredibel, yang dipercaya investor karena sistemnya kuat, bukan karena spekulasi," tegasnya dalam keterangan resminya pada Senin, 2 Februari 2026.
Pernyataan tersebut memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah siap melakukan intervensi struktural untuk membenahi tata kelola pasar modal nasional. Tujuannya adalah menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan agar tahan terhadap guncangan sentimen eksternal di masa depan.
2. Momentum Reformasi
Luhut mengamini bahwa volatilitas jangka pendek merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar terjadi dalam siklus ekonomi saat ini. Gejolak harga saham harian dinilai tidak serta merta mencerminkan adanya perubahan drastis pada fundamental ekonomi nasional secara keseluruhan.
Masukan kritis dari MSCI harus dipandang sebagai momentum emas untuk mempercepat agenda reformasi struktural di tubuh pasar modal Indonesia. Perbaikan ini mutlak diperlukan guna mewujudkan pasar modal yang jauh lebih sehat transparan adil dan semakin kompetitif.
Pemerintah mengimbau masyarakat luas dan para investor khususnya investor domestik untuk tetap tenang serta tidak terbawa arus sentimen jangka pendek. Kepanikan yang berlebihan justru dapat merugikan investor sendiri karena menjual aset berkualitas pada harga yang sangat rendah.
3. Pengawasan Diperketat
Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan serta Bursa Efek Indonesia berkomitmen penuh untuk memperketat pengawasan perdagangan saham di lantai bursa. Koordinasi lintas otoritas ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi panik untuk keuntungan pribadi.
Fokus pengawasan mencakup pemantauan ketat terhadap transaksi yang dinilai tidak wajar serta penegakan aturan keras terhadap praktik manipulasi pasar. Langkah ini diambil untuk menjaga integritas pasar dari tindakan oknum yang ingin memperkeruh suasana perdagangan saat ini.
Komunikasi pasar juga akan diperkuat agar informasi yang beredar lebih cepat jelas dan tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat. "Perlindungan investor dan stabilitas pasar menjadi prioritas utama," beber Luhut memastikan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dana investor.
4. Data Kejatuhan IHSG
Data perdagangan mencatat Indeks Harga Saham Gabungan hari ini anjlok parah sebesar 5,31% ke posisi 7.887,16 pada penutupan sesi. Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terpangkas dalam sebesar 3,98% ke posisi 800,37 akibat tekanan jual masif.
Total nilai transaksi harian saham melonjak mencapai angka Rp18,9 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 35,4 miliar lembar saham. Tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah di mana posisi dolar Amerika Serikat menguat berada di kisaran level 16.796.
Secara sektoral seluruh sektor saham kompak tertekan zona merah dengan sektor industri dasar mencatatkan penurunan terdalam sebesar 11,19%. Sektor energi menyusul dengan koreksi tajam 7,87% serta sektor siklikal yang merosot hingga 7,92% pada perdagangan Senin.
5. Analisis Teknikal IHSG
Equity Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan bahwa pihaknya mencermati pergerakan IHSG sebetulnya masih sangat rawan untuk terkoreksi lebih lanjut. Pasar dinilai masih belum stabil sepenuhnya sehingga risiko penurunan lanjutan masih membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek ini.
Dari sisi sentimen pasar masih cenderung mengambil sikap wait and see menunggu hasil pertemuan antara BEI dengan pihak MSCI. Pertemuan tersebut sangat krusial karena membahas ketentuan transparansi data free float yang menjadi sumber permasalahan utama saat ini.
Selain isu MSCI indeks juga terbebani oleh kinerja saham konglomerasi besar dan emiten yang berkaitan dengan komoditas emas global. "Di sisi lain juga dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi dan juga emiten gold related di mana harga emas dunia yang terkoreksi," ujarnya.

Alvin Bagaskara
Editor
