Tren Pasar

Incar Cuan dari Dividen BBNI Rp6 Juta? Cek Modalnya Di Sini

  • BNI bagikan dividen Rp13,03 triliun dengan yield atraktif 8,72%. Simak simulasi lengkap modal beli saham BBNI untuk raup cuan bersih Rp6 juta di sini!
<p>Nasabah melakukan transaksi melalui mesin ATM di gerai BNI Digital Branch Gandaria City, Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Nasabah melakukan transaksi melalui mesin ATM di gerai BNI Digital Branch Gandaria City, Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Emiten perbankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) baru saja mengetok palu pembagian dividen jumbo dengan indikasi imbal hasil (dividend yield) yang sangat menggiurkan, yakni di level 8,72% atau setara Rp375 per saham. Lantas berapa modal yang dibutuhkan untuk mengejar cuan Rp6 juta?  

Tingginya yield yang diberikan oleh emiten perbankan bersandikan BBNI ini langsung menjadi sorotan utama di kalangan investor pemburu passive income. Pasalnya, angka 8,72% ini jauh melampaui instrumen investasi safe haven favorit masyarakat, yakni Surat Berharga Negara (SBN) ritel.

Sebagai perbandingan, kupon SBN ritel (seperti ORI, SR, SBR, atau ST) belakangan ini rata-rata hanya memberikan imbal hasil di kisaran 6,0% hingga 6,5% per tahun. Apalagi jika disandingkan dengan bunga deposito bank umum yang tertahan di level 3,5% – 4,5%. 

Tak heran jika dividen BBNI tahun buku 2025 ini dianggap sebagai salah satu momentum "panen raya" di pasar modal. Namun, jika seorang investor ritel menargetkan cuan dividen bersih sebesar Rp6.000.000 dari saham bank berlogo 46 ini, berapa persisnya modal yang harus diparkir sebelum Cum Date Mari kita bedah simulasinya berdasarkan harga pasar terkini.

Hingga sesi perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, saham BBNI terpantau berada di level Rp4.300 per lembar. Karena dividen saham di Indonesia dikenakan pajak final 10%, investor harus menargetkan dividen kotor sekitar Rp6.666.667 agar uang yang masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) genap Rp6 juta.

Simulasi cari cuan dari dividen BBNI/ TrenAsia.id: Alvin Pasza

Berdasarkan data simulasi di atas, dengan membeli 178 lot di harga Rp4.300, modal yang dikeluarkan oleh investor yield adalah Rp76.540.000. Kalikan dengan yield 8,72% atau Rp375 per saham, maka dividen kotor yang didapat adalah Rp6.674.288. Setelah dipotong pajak 10%, dividen bersih yang diterima menjadi Rp6.006.859. 

Dividen Rp13,03 T dan Antisipasi Dividend Trap

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BBNI pada Senin, 9 Maret 2026, pemegang saham sepakat mengalokasikan 65% dari total laba bersih perseroan tahun 2025, yakni sebesar Rp13,03 triliun, sebagai dividen tunai.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menekankan bahwa keputusan ini adalah bentuk nyata komitmen perseroan. “Ini merupakan upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memberikan nilai optimal kepada pemegang saham,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin, 9 Maret 2026.

Namun, investor juga harus mengingat prinsip high reward, high risk. Berbeda dengan SBN yang anti-rugi dan dijamin penuh oleh negara, mengejar dividen saham sangat rawan terhadap ancaman dividend trap, yaitu siklus penurunan harga saham secara drastis setelah melewati masa Ex-Date.

Kabar baiknya, di tengah pergerakan harga BBNI yang saat ini berada di kisaran Rp4.300 dan rentang dengan fluktuasi ketidakpastian global. Manajemen ternyata sudah menyiapkan bantalan mitigasi risiko untuk menjaga harga sahamnya dari votalitas pasar. 

Selain menahan 35% laba atau senilai Rp7,01 triliun untuk memperkuat modal dan ekspansi, BNI juga mengantongi restu RUPST untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan dana maksimal Rp905,48 miliar. Artinya, aksi buyback ini menjadi amunisi utama untuk menjaga stabilitas harga saham BBNI, 

“Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang sekaligus memberikan ruang fleksibilitas pengelolaan modal,” tegas Okki.

Kapan Perkiraan Jadwal Cum Date BBNI?

Terkait jadwal pasti pembagian dividen, manajemen BNI saat ini masih menyusun jadwal lengkapnya. Namun, merujuk pada regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI), detail jadwal dividen umumnya akan diterbitkan maksimal 2 hari kerja pasca-RUPST.

Mengingat RUPST digelar pada 9 Maret 2026, pengumuman resmi diperkirakan rilis pada pekan ini. Jika berkaca pada siklus dividen bank BUMN di tahun-tahun sebelumnya, Cum Date di pasar reguler dan negosiasi diproyeksikan akan jatuh pada pertengahan hingga pekan ketiga bulan Maret 2026.

Dengan kombinasi yield 8,72% yang telak mengalahkan SBN, harga saham di level Rp4.300, serta adanya jaring pengaman berupa aksi buyback, BBNI tampaknya bersiap menjadi primadona di portofolio investor. Para pelaku pasar kini hanya tinggal bersiap menanti keterbukaan informasi BEI untuk mencatat tanggal Cum Date resminya.

Dengan kombinasi yield 8,72% yang telak mengalahkan SBN, harga saham di level Rp4.300, serta adanya jaring pengaman berupa aksi buyback, BBNI tampaknya bersiap menjadi primadona di portofolio investor menjelang pengumuman jadwal Cum Date resminya.