Tren Pasar

IHSG Runtuh, Cek AADI dan ICBP yang Lawan Arus

  • IHSG anjlok 4,88% ke level 7.922 pada awal pekan, namun saham AADI dan ICBP justru bergerak positif melawan arus koreksi pasar yang terjadi hari ini.
Gedung Adaro.jpg
Gedung Adaro Energy di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Bursa saham domestik mengalami hari paling kelam tahun ini pada perdagangan Senin 2 Februari 2026 yang berakhir merah membara. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpaksa terjun bebas hingga 4,88% ke level 7.922 akibat aksi jual panik investor.

Kejatuhan masif ini membuat portofolio mayoritas investor rontok seketika disapu gelombang sentimen negatif global yang tak terbendung hari ini. Namun di tengah kepanikan tersebut Phintraco Sekuritas justru melihat peluang emas pada lima saham pilihan untuk perdagangan esok hari.

Deretan saham defensif seperti AADI hingga ICBP terbukti sakti melawan arus kehancuran pasar hari ini dengan mencetak kenaikan signifikan. Artinya, strategi memilih saham saham kebal peluru ini menjadi kunci utama untuk bertahan dan meraih keuntungan di tengah badai pasar besok.

1. AADI dan ICBP 

Rekomendasi utama untuk perdagangan besok jatuh pada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang sukses melawan arus hari ini. Kenaikan 6,25% di tengah pasar crash menjadi sinyal momentum bullish kuat yang diprediksi berlanjut pada sesi perdagangan selanjutnya.

Selanjutnya ada saham defensif PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang juga direkomendasikan untuk dikoleksi pada hari Selasa besok. Kenaikan 5,03% saat IHSG runtuh membuktikan bahwa saham ini menjadi tempat perlindungan dana investor institusi yang sangat aman.

Kedua emiten ini dinilai memiliki kekuatan teknikal yang solid untuk melanjutkan penguatan atau setidaknya bertahan hijau pada sesi esok hari. Investor disarankan memanfaatkan koreksi wajar untuk masuk mengingat volatilitas pasar yang masih sangat tinggi di awal bulan ini.

2. INDF, MYOR, JSMR 

Induk usaha Indofood yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turut masuk dalam daftar belanja saham pilihan untuk strategi hari Selasa. Stabilitas harga yang ditunjukkan pada perdagangan hari ini menjadi indikasi positif bahwa emiten ini siap menghadapi tekanan lanjutan.

Saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melengkapi daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk besok. Kedua emiten ini dinilai memiliki karakter defensif yang kuat sehingga cocok dijadikan bantalan portofolio saat indeks sedang merah.

Strategi buy on weakness atau beli saat harga melemah disarankan untuk diterapkan pada ketiga saham ini pada pembukaan pasar pagi. Fokus pada saham dengan fundamental solid seperti ini adalah kunci bertahan hidup di tengah ketidakpastian bursa saat ini.

3. Waspada Support 

Untuk strategi perdagangan esok hari Phintraco mengingatkan sinyal waspada dari indikator MACD yang menunjukkan pelebaran histogram negatif yang dalam. "Diindikasikan terjadi pola distribusi," tulis riset tersebut yang menandakan tekanan jual masih sangat mendominasi pergerakan pasar saham domestik saat ini.

Investor wajib memperhatikan level support kritis IHSG besok yang berada di area Moving Average 200 atau MA200 di kisaran 7.786. "Selama IHSG masih berada di bawah level 8000, diperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level 7786," tambah analisis teknikal tersebut.

Jika level 7.786 ini tertembus ke bawah pada perdagangan esok maka tren penurunan indeks bisa semakin dalam dan memicu kepanikan baru. Oleh karena itu disiplin dalam level entry dan exit pada saham rekomendasi menjadi sangat krusial untuk diterapkan.

4. Sentimen Global 

Faktor eksternal yang perlu diwaspadai pada perdagangan besok adalah koreksi harga komoditas yang selama ini menjadi penopang utama IHSG. Penurunan harga energi dan tambang berpotensi kembali menekan emiten sektor terkait dan memicu arus keluar dana asing lanjutan besok.

Tekanan jual pada aset lindung nilai seperti emas dan perak yang terjadi hari ini juga diprediksi masih membayangi pasar. Hal ini dipicu oleh penguatan Dolar AS dan respons pasar terhadap "pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Chairman the Fed".

Investor disarankan untuk memantau pergerakan harga komoditas dan nilai tukar Rupiah pagi hari sebelum mengambil keputusan investasi besar pada sesi perdagangan. Sentimen global yang cenderung risk-off menuntut kewaspadaan ekstra dalam setiap pengambilan keputusan jual beli saham harian.

5. Menanti MSCI

Pelaku pasar pada hari esok juga masih akan menantikan hasil pertemuan strategis antara otoritas bursa dengan penyedia indeks global MSCI. Langkah ini dilakukan "dalam rangka mengembalikan kepercayaan investor global dan membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia" ke depannya.

Kejelasan mengenai aturan free float dan transparansi data pasar diharapkan dapat menjadi katalis positif yang mampu meredam gejolak pasar pekan ini. Jika ada kabar baik dari pertemuan ini sentimen pasar bisa berbalik arah menjadi positif dalam jangka pendek.

Namun jika ketidakpastian masih berlanjut maka strategi defensif dengan fokus pada 5 saham rekomendasi di atas adalah pilihan paling bijak. Investor disarankan tetap tenang dan tidak panik dalam merespons setiap volatilitas yang mungkin terjadi pada perdagangan esok hari.