Tren Pasar

Dividen BBRI Rp206, Butuh Berapa Lot untuk Beli iPhone Fold?

  • Berapa lot saham BBRI dibutuhkan untuk beli iPhone Fold Rp40 juta? Simak simulasi dividen Rp206 per saham dan kebutuhan modalnya.
7FtVKUbUQX3G6UxubqEnHE.jpg
iPhone Fold. (Tom's Guide)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Nama iPhone Fold sudah cukup untuk membuat mata investor dan pencinta teknologi sama-sama berbinar. Produk ponsel lipat perdana dari Apple itu diprediksi akan meluncur pada akhir 2026 dengan banderol yang tidak main-main,  US$2.000 hingga US$2.500, atau setara sekitar Rp32 juta hingga Rp40 juta berdasarkan kurs saat ini. 

Angka itu bukan sekadar harga gadget, melainkan sebuah pertanyaan finansial yang menarik untuk dijawab, bisakah dividen saham menanggung pembelian sebesar itu? Jawabannya, secara matematis, adalah bisa, tapi butuh modal yang tidak sedikit.

Dividennya Menarik

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi tolok ukur yang relevan dalam simulasi ini. Emiten perbankan pelat merah itu mengusulkan dividen final sebesar Rp206,4 per saham untuk tahun buku 2025. Sebelumnya, perseroan juga telah merealisasikan dividen interim Rp137 per saham pada Januari 2026.

Gabungkan keduanya, dan total dividen yang berpotensi dikantongi investor dalam satu siklus penuh mencapai lebih dari Rp343 per saham, dengan estimasi dividend yield sekitar 6% dari harga saham terkini.

Angka yield 6% itu terbilang kompetitif di tengah tren suku bunga yang mulai melunak. Namun pertanyaan sesungguhnya bukan soal persentase — melainkan soal berapa banyak saham yang harus dipegang agar dividen itu cukup untuk menebus satu unit iPhone Fold.

Simulasi : Dari Dividen ke iPhone Fold

Skenario 1 : Hanya Dividen Final

  • Dividen final BBRI sebesar Rp206,4 per saham berarti setiap 1 lot (100 saham) menghasilkan Rp20.640. Jika target pembelian adalah iPhone Fold di harga tertinggi, yakni Rp40 juta, maka: Rp40.000.000 ÷ Rp20.640 = ±1.938 lot

Itu berarti investor perlu memiliki setidaknya 193.800 saham BBRI. Dengan asumsi harga saham BBRI di kisaran Rp5.000 per lembar, modal yang dibutuhkan adalah:

  • 193.800 × Rp3.340 = ±Rp647,3 juta

Hampir satu miliar rupiah, hanya untuk mendapatkan dividen setara harga satu ponsel.

Skenario 2: Total Dividen (Final + Interim)

Jika menghitung keseluruhan dividen setahun final dan interim yang totalnya sekitar Rp343 per saham, maka per lot menghasilkan Rp34.300. Simulasi menjadi lebih efisien:

  • Rp40.000.000 ÷ Rp34.300 = ±1.167 lot

Kepemilikan yang dibutuhkan turun menjadi ±116.700 saham, dengan estimasi modal:

  • 1.167 × Rp334.000 = ±Rp389,8 juta

Baca juga : Trio Bank Himbara Ngegas Awal Tahun, Efek Guyuran Rp200 T?

Apa yang Bisa Dipetik dari Simulasi Ini?

Perhitungan ini bukan untuk menyurutkan semangat berinvestasi , justru sebaliknya. Ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil.

Pertama, dividen saham blue chip seperti BBRI adalah instrumen wealth accumulation jangka panjang, bukan mesin belanja instan. Mereka yang sudah mengakumulasi saham BBRI dalam jumlah besar selama bertahun-tahun memang bisa menikmati "buah" berupa dividen yang nilainya setara barang-barang premium.

Kedua, ada strategi yang lebih realistis bagi investor ritel. Alih-alih mengandalkan dividen dalam satu tahun, pendekatan yang lebih masuk akal adalah menggabungkan dividen tahunan, capital gain dari apresiasi harga saham, dan akumulasi dividen selama beberapa tahun untuk akhirnya mencapai target pembelian tersebut.

Ketiga, simulasi ini secara tidak langsung menegaskan nilai dari konsistensi investasi. Investor yang menanamkan Rp500 ribu per bulan ke saham BBRI selama bertahun-tahun  dan secara disiplin melakukan reinvestasi dividen,  pada akhirnya akan membangun portofolio yang nilainya jauh melampaui ekspektasi awal.

Baca juga : Trik Cerdas Kelola THR: Buru Dividen BBRI Tanpa Kuras Gaji

Dividen BBRI: Tetap Jadi Favorit

Terlepas dari simulasi di atas, BBRI tetap menjadi salah satu saham dividen paling diminati di Bursa Efek Indonesia. Konsistensinya dalam membagikan dividen besar bahkan di tengah tekanan ekonomi menjadikannya anchor stock bagi banyak investor institusi maupun ritel.

Dengan payout ratio yang relatif tinggi dan fundamental bisnis yang kuat di segmen UMKM, BBRI dinilai mampu mempertahankan kebijakan dividen yang atraktif dalam jangka menengah.

iPhone Fold seharga Rp40 juta bisa dibeli dari dividen BBRI tapi butuh kepemilikan saham senilai ±Rp584 juta hingga Rp969 juta, tergantung apakah investor menghitung total dividen setahun atau hanya dividen final saja.

Ini bukan angka yang mustahil, tapi jelas bukan sesuatu yang bisa dicapai dalam semalam. Lebih dari sekadar kalkulator belanja gadget, simulasi ini mengingatkan satu prinsip dasar investasi: saham dividen bekerja paling baik sebagai alat membangun kekayaan jangka panjang, bukan solusi konsumtif jangka pendek.

Bagi investor yang sabar, setiap lot BBRI yang diakumulasi hari ini adalah selangkah lebih dekat ke kebebasan finansial entah itu untuk membeli iPhone Fold, atau sekadar menikmati passive income yang terus mengalir.