Tren Pasar

Bitcoin Kembali Meroket, Investor Diingatkan Jangan FOMO

  • Bitcoin sempat menembus US$87.200 pada awal pekan. Indodax mengingatkan investor agar tidak FOMO dan tetap melakukan riset sebelum transaksi.
closeup-golden-bitcoins-dark-reflective-surface-histogram-decreasing-crypto.jpg
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Freepik)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus level US$87.200 pada perdagangan awal pekan. Namun, kenaikan harga aset kripto tersebut justru diikuti dengan peringatan kepada investor agar tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena takut tertinggal momentum atau Fear of Missing Out (FOMO).

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan kenaikan Bitcoin saat ini terjadi di tengah sejumlah sentimen positif yang datang secara bersamaan. Faktor tersebut antara lain meningkatnya minat investor institusional, membaiknya sentimen terhadap aset digital, serta perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat.

Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin sempat mencapai US$87.200 sebelum kembali bergerak di kisaran US$85.000–US$86.000 pada Selasa, 22 September 2026. Meski harga Bitcoin menguat, Aloysia mengingatkan investor agar tidak hanya melihat kenaikan harga sebagai alasan untuk masuk ke pasar.

“Saat harga Bitcoin bergerak positif, investor sebaiknya tidak hanya melihat momentumnya, tetapi juga memahami konteks di balik pergerakan tersebut. Tetap lakukan riset mandiri dan tidak mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik atau karena Fear of Missing Out (FOMO),” katanya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Antara, Rabu, 23 September 2026.

Menurut Aloysia, pergerakan Bitcoin kali ini tidak berasal dari satu faktor. Minat investor institusional yang kembali meningkat menjadi salah satu pendorong, bersamaan dengan membaiknya sentimen terhadap aset digital.

Baca juga : Kick-off Upstream Youth Champs 2026 Gali Potensi dan Kenali Industri Hulu Migas

“Pergerakan Bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh satu faktor. Minat investor institusional kembali menguat, serta sentimen terhadap aset digital juga membaik," ujar dia.

Selain faktor yang berasal dari pasar kripto, pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi kondisi ekonomi global. Aloysia menyebut membaiknya selera risiko investor di pasar global turut memberikan sentimen positif terhadap aset berisiko.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah pergerakan harga minyak. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi sehingga dapat memberikan ruang bagi membaiknya sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin tidak hanya berkaitan dengan sentimen di industri kripto. Perubahan kondisi makroekonomi global juga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset digital.

Baca juga : PT SOW Dorong Modernisasi Industri Babi Lewat Genetika dan Biosecurity

Risiko Volatilitas Bitcoin

Di tengah kenaikan harga tersebut, investor tetap perlu memperhitungkan risiko volatilitas. Kenaikan tajam pada aset kripto dapat berlangsung bersamaan dengan perubahan harga yang cepat sehingga keputusan investasi berdasarkan momentum jangka pendek memiliki risiko.

Aloysia mengimbau investor untuk tetap mengantisipasi dinamika ekonomi global serta kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi arah pasar selanjutnya. Selain itu, investor dan trader diingatkan agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Baca juga : IHSG Dibuka Naik Tipis, FORU dan NASI Top Gainers

Penguatan Bitcoin dapat menjadi momentum bagi investor untuk memahami dinamika pasar secara lebih mendalam, bukan sekadar mengikuti kenaikan harga.

Karena itu, manajemen risiko menjadi bagian penting ketika investor mengambil posisi di pasar kripto. Investor juga perlu mengelola posisi secara disiplin dan melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum melakukan transaksi.

Kenaikan Bitcoin ke level US$87.200 dengan demikian tidak hanya menjadi perhatian dari sisi peluang pasar, tetapi juga menjadi pengingat bahwa momentum harga tidak terlepas dari risiko. Investor perlu memahami faktor pendorong kenaikan sekaligus faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan Bitcoin berikutnya.