Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara Para Hantu di Phantom Lawyer
- Drama Korea telah lama dikenal gemar memadukan berbagai genre dalam ceritanya, namun Phantom Lawyer membawa konsep itu ke arah yang lebih kacau sekaligus menghibur.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Drama Korea (drakor) telah lama dikenal gemar memadukan berbagai genre dalam ceritanya, namun Phantom Lawyer membawa konsep itu ke arah yang lebih kacau sekaligus menghibur. Drakor terbaru ini menggabungkan drama hukum dengan fantasi supranatural serta komedi yang ringan.
Menghadirkan dunia di mana para hantu tidak sekadar menghantui manusia, mereka bahkan menyewa pengacara dan menyampaikan tuntutan mereka melalui dirinya.
Ditulis oleh Kim Ga Young dan Kang Cheol Gyu serta disutradarai oleh Shin Jung Hoon, drakor ini mengikuti kisah Shin Yi Rang (Yoo Yeon Seok), seorang pengacara ambisius yang bertekad membangun reputasinya dengan membuka firma hukum sendiri.
Langkah besar itu dimulai di sebuah kantor yang tidak biasa: Ruang 501 di Gedung Okcheon, tempat yang sebelumnya pernah digunakan oleh seorang dukun. Apa yang awalnya tampak seperti keputusan bisnis yang unik perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih aneh.
Tak lama setelah menetap di kantor barunya, Yi Rang mulai dapat melihat hantu. Namun kejutan sebenarnya bukan sekadar kemunculan para arwah itu, mereka bahkan bisa merasuki tubuhnya. Urusan yang belum terselesaikan membuat Yi Rang terlibat dalam berbagai persidangan yang sama sekali tidak terduga, tempat dunia supranatural bertabrakan dengan hukum.
Setiap kali dirasuki, kepribadian Yi Rang berubah total. Ia menjadi wadah bagi roh yang berbeda-beda, entah korban yang putus asa mencari keadilan, atau pelaku kejahatan yang keras kepala yang ingin memperoleh kesempatan terakhir agar kisahnya dipahami.
Sejak awal, drakor ini langsung membangun suasana yang ringan sekaligus bergerak cepat. Bahkan ketika pokok bahasannya menjadi berat, cerita tidak terlalu lama berlarut-larut pada beban emosional.
Sebaliknya, cerita terus bergerak sehingga tidak ada satu pun alur plot yang berlarut-larut. Menjaga keseimbangan antara pertaruhan hukum, unsur supernatural, dan humor bukanlah hal yang mudah, tetapi serial ini berhasil mempertahankan suasananya dengan sangat stabil.

Di pusat cerita ini ada penampilan Yoo Yeon Seok. Selama ini ia dikenal lewat peran yang intens dan dramatis dalam serial seperti Dr. Romantic dan When the Phone Rings. Namun dalam Phantom Lawyer, ia justru menunjukkan bakat komedi yang cukup mengesankan.
Phantom Lawyer menuntut perubahan kepribadian yang konstan, dan Yeon Seok mampu menghadapi tantangan itu dengan fleksibilitas akting yang luar biasa. Di satu momen ia tampil sebagai pengacara yang lembut dan sedikit canggung, terutama saat bersama keponakannya.
Di momen berikutnya, ia melangkah ke ruang sidang dengan sikap percaya diri seolah menjadi sosok yang sama sekali berbeda. Perubahan mendadak ini menjadi sumber humor sekaligus membuat ceritanya terasa tak terduga.
Drama ini juga menyelipkan beberapa referensi meta cerdas, yang kemungkinan akan membuat penggemar lama drama Korea tersenyum. Dalam salah satu adegan, seorang hantu bercanda memanggil Yi Rang “Lawyer Romantic” dan menanyakan apakah ia juga pernah kuliah kedokteran, sebuah sindiran ringan pada peran Yoo Yeon Seok di Dr. Romantic.
Di bagian lain, karakter yang diperankan oleh Esom memperlihatkan lencana jaksa dengan nama Kang Ha Na, yang merupakan referensi pada perannya di Taxi Driver.
Esom sendiri memerankan Han Na Hyun, pengacara andalan di firma hukum Taebaek. Saat kehidupan Yi Rang semakin kacau, Na Hyun justru mewakili sisi dunia hukum yang lebih rapi dan terkendali.
Kisahnya dipengaruhi oleh tragedi pribadi, yakni kematian sang kakak, yang membuatnya dihantui rasa bersalah dan akhirnya mendorongnya menempuh karier hukum menggantikan saudaranya. Pertemuannya dengan Yi Rang terjadi secara tidak sengaja, tetapi perlahan hubungan mereka membentuk kebersamaan yang menjadi inti cerita drama ini.
Sejak awal, jelas bahwa secara struktural serial ini cenderung menggunakan format kasus per episode. Setiap episode memperkenalkan klien roh baru dengan cerita yang berbeda, memungkinkan drama ini untuk mengeksplorasi berbagai situasi sambil perlahan membangun alur naratif yang lebih besar di latar belakang.
Hal ini juga menciptakan banyak kesempatan bagi Yoo Yeon Seok untuk bereksperimen dengan berbagai kepribadian melalui kerasukan tersebut.
Jika ada keterbatasan di episode-episode awal, itu terletak pada nada yang relatif monoton dari serial ini. Meskipun keringanan tersebut membuat serial ini tetap menghibur, bobot emosionalnya terkadang terasa dangkal. Namun demikian, Phantom Lawyer tidak berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya.
Serial ini tampaknya sangat menyadari kekuatannya. Alih-alih membuat premisnya terlalu rumit, cerita justru memaksimalkan konsep uniknya dan membiarkan humor dan penampilan para aktor menjadi penggerak utama alur.
Setelah beberapa episode pembuka, drama ini tampil sebagai tontonan yang menghibur, terutama berkat performa energik Yoo Yeon Seok dan ide kasus persidangan yang melibatkan para hantu. Jika ke depannya drama ini mampu membangun konflik emosional yang lebih kuat di tengah kekacauan komedinya, Phantom Lawyer berpotensi menjadi salah satu drama hukum Korea yang paling unik tahun ini.
Jadwal Tayang Phantom Lawyer
Drama ini memiliki total 16 episode dengan jadwal rilis dua kali seminggu, yakni setiap Jumat dan Sabtu. Berikut jadwal penayangannya:
1. 13 Maret 2026 (Jumat)
2. 14 Maret 2026 (Sabtu)
3. 20 Maret 2026 (Jumat)
4. 21 Maret 2026 (Sabtu)
5. 27 Maret 2026 (Jumat)
6. 28 Maret 2026 (Sabtu)
7. 3 April 2026 (Jumat)
8. 4 April 2026 (Sabtu)
9. 10 April 2026 (Jumat)
10. 11 April 2026 (Sabtu)
11. 17 April 2026 (Jumat)
12. 18 April 2026 (Sabtu)
13. 24 April 2026 (Jumat)
14. 25 April 2026 (Sabtu)
15. 1 Mei 2026 (Jumat)
16. 2 Mei 2026 (Sabtu)
Phantom Lawyer telah tayang perdana pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 19.50 WIB di Netflix dan Viu. Buat kamu yang mau nonton, jangan nonton di situs ilegal seperti LokLok, Rebahin, Juraganfilm, LK21, IndoXXI, Indofilm, Oppadrama, PusatFilm, Bioskopkeren, Garasi Film 21, Layarkaca21, hingga Telegram. Streaming ilegal memiliki berbagai risiko, mulai terpapar malware hingga ancaman pencurian data pribadi.

Distika Safara Setianda
Editor
