Tren Leisure

Tips Basic Skincare untuk Gen Z : Simpel, Efektif, Glowing

  • Panduan basic skincare Gen Z 2026: tren skinimalism, 4 langkah dasar, pentingnya sunscreen, patch test, hingga gaya hidup sehat untuk kulit optimal.
side-view-woman-bathrobe-using-skincare_23-2148655808.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID - Generasi Z dikenal sebagai generasi digital yang cepat mengikuti tren, termasuk dalam urusan perawatan kulit. Berbagai produk viral di media sosial dengan klaim glowing instan kerap menjadi incaran. Namun para ahli dermatologi mengingatkan bahwa kunci skincare bukan pada banyaknya produk, melainkan konsistensi dan pemahaman jenis kulit.

Di tahun 2026, tren skincare justru bergerak ke arah minimalis atau dikenal dengan istilah skinimalism, rutinitas sederhana dengan hasil optimal. Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Senin, 23 Februari 2026, berikut panduan lengkap penggunaan basic skincare yang tepat untuk Gen Z,

Fokus pada Empat Langkah Dasar

Banyak remaja dan dewasa muda tergoda melakukan layering berlebihan karena ingin hasil cepat. Padahal, untuk usia belasan hingga awal 20-an, rutinitas dasar sudah cukup meliputi,

  • Cleanser untuk membersihkan minyak dan kotoran
  • Toner (opsional) untuk hidrasi atau menyeimbangkan pH
  • Moisturizer untuk menjaga skin barrier
  • Sunscreen sebagai perlindungan utama di pagi hari

Langkah sederhana ini membantu mencegah iritasi akibat penggunaan terlalu banyak bahan aktif.

Kenali Jenis Kulit 

Berbeda jenis kulit, berbeda pula treatment yang diperlukan. Salah satu kesalahan umum Gen Z adalah membeli produk karena viral, bukan karena kebutuhan kulit, berikut panduannya

  • Kulit berminyak/berjerawat: pilih tekstur gel ringan dan non-comedogenic
  • Kulit kering: cari kandungan humektan seperti hyaluronic acid dan ceramide
  • Kulit sensitif: hindari fragrance tinggi dan pilih bahan menenangkan seperti centella asiatica atau panthenol

Skincare bersifat personal, produk yang cocok untuk influencer belum tentu cocok untuk kulit Anda.

Sunscreen Penting

Paparan sinar UVA dan UVB merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat penuaan dini, munculnya garis halus, flek hitam, hingga hiperpigmentasi. Sinar UVB umumnya menyebabkan kulit terbakar (sunburn), sedangkan sinar UVA bekerja lebih dalam hingga merusak kolagen dan elastin, yang berperan menjaga kekencangan kulit. 

Yang sering tidak disadari, paparan ini tidak hanya terjadi saat berada di bawah terik matahari. Meski beraktivitas di dalam ruangan, sunscreen tetap diperlukan karena sinar UVA mampu menembus kaca jendela dan tetap memberikan efek kumulatif pada kulit.

Untuk perlindungan optimal, gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30–50 yang memiliki perlindungan broad spectrum (melindungi dari UVA dan UVB). Aplikasikan sebanyak dua ruas jari untuk area wajah dan leher agar perlindungannya efektif, bukan sekadar tipis merata. 

Jika berada di luar ruangan atau terpapar matahari langsung, lakukan reapply setiap 2–3 jam, terutama setelah berkeringat atau terkena air.

Hindari Ekspektasi Instan

Gen Z hidup di era serba cepat, namun skincare membutuhkan waktu. Mengganti produk terlalu cepat justru bisa memicu breakout atau merusak skin barrier.

  • Produk hidrasi: hasil terlihat dalam 1 - 2 minggu
  • Brightening: sekitar 4 minggu
  • Perawatan jerawat: 6 - 8 minggu

Waspadai Penggunaan Bahan Aktif

Retinol, AHA, dan BHA memang populer, tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi, terutama pada kulit remaja. Untuk pemula ikuti langkah berikut, 

  • Gunakan 1–2 kali seminggu terlebih dahulu
  • Hindari mencampur terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas
  • Wajib gunakan sunscreen jika memakai eksfoliasi atau retinol
  • Kulit dengan skin barrier rusak membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dibanding jerawat biasa.

Lakukan Patch Test 

Sebelum mencoba produk baru, sangat disarankan untuk melakukan uji coba terlebih dahulu pada area kulit yang kecil dan tersembunyi, seperti di belakang telinga atau bagian dalam lengan. Oleskan sedikit produk, lalu diamkan selama kurang lebih 24 jam tanpa dicuci atau ditimpa produk lain. 

Langkah sederhana ini dikenal sebagai patch test dan bertujuan untuk melihat apakah kulit memberikan reaksi tertentu terhadap kandungan bahan aktif di dalam produk tersebut.

Melalui tes ini, Anda dapat mendeteksi lebih awal kemungkinan munculnya tanda-tanda alergi atau iritasi, seperti kemerahan, rasa gatal, perih, bengkak, atau munculnya ruam. Jika dalam 24 jam tidak ada reaksi negatif, produk relatif aman untuk digunakan pada area wajah atau tubuh yang lebih luas.

Gaya Hidup Tetap Berperan Penting

Skincare tidak akan bekerja secara maksimal tanpa didukung pola hidup yang sehat dan seimbang. Banyak orang fokus pada produk yang digunakan, tetapi melupakan faktor internal yang justru sangat berpengaruh terhadap kondisi kulit. 

Kurang tidur, stres berlebihan, konsumsi gula yang tinggi, hingga kebiasaan begadang karena terlalu lama scrolling media sosial dapat memicu peningkatan hormon kortisol. Kondisi ini dapat merangsang produksi minyak berlebih, memperparah jerawat, membuat kulit tampak kusam, serta memunculkan lingkaran hitam di bawah mata.

Karena itu, perawatan dari luar perlu diimbangi dengan perawatan dari dalam. Memastikan tubuh terhidrasi dengan minum air yang cukup membantu menjaga elastisitas dan kelembapan alami kulit.

Tidur selama 7–9 jam per malam memberi kesempatan bagi kulit untuk melakukan regenerasi sel secara optimal. Selain itu, menjaga pola makan dengan mengurangi gula berlebih dan memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta protein berkualitas akan membantu menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan kulit secara menyeluruh. 

Minimalis, Konsisten, dan Realistis

Tren 2026 menunjukkan pergeseran pola pikir Gen Z: dari mengejar kulit “sempurna” ke arah kulit sehat dan terawat. Basic skincare bukan tentang memiliki banyak produk, melainkan memilih yang tepat dan menggunakannya secara konsisten.

Alih-alih mengikuti semua tren viral, pendekatan yang lebih bijak adalah memahami kebutuhan kulit sendiri dan menjaga skin barrier tetap kuat. Dengan rutinitas sederhana namun disiplin, hasil jangka panjang akan lebih terlihat dan risiko iritasi bisa ditekan.

Pada akhirnya, skincare terbaik untuk Gen Z bukan yang paling mahal atau paling viral—melainkan yang paling sesuai dengan kondisi kulit dan gaya hidup mereka.