Tren Leisure

Musim Hujan Tiba, Apa Penyakit yang Perlu Diwaspadai?

  • Musim hujan meningkatkan risiko DBD, diare, tifoid, hingga infeksi saluran pernapasan. Simak penyakit yang perlu diwaspadai dan cara mencegahnya.
Seorang wanita sedang sakit kepala.
Seorang wanita sedang sakit kepala. (freepik.com/jcomp)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Musim hujan tidak hanya meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan, seperti flu, batuk, dan pilek, tetapi juga penyakit lain yang berkaitan dengan lingkungan dan sanitasi. 

Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD), sedangkan banjir berpotensi meningkatkan risiko diare dan tifoid akibat buruknya kebersihan air serta lingkungan.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan seiring perubahan cuaca dan kelembapan udara. Selain menjaga kebersihan diri, langkah pencegahan juga perlu dilakukan di lingkungan rumah untuk mengurangi risiko penularan penyakit selama musim hujan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menjelaskan perubahan kondisi lingkungan saat peralihan musim dapat memengaruhi kesehatan, terutama pada orang yang memiliki alergi atau gangguan saluran pernapasan.

Baca juga : Sampai Kapan Cadangan Minyak RI Bisa Bertahan?

Menurut Sukamto, udara lembap saat musim hujan dapat mendukung perkembangan jamur dan tungau debu rumah. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekambuhan rinitis alergi maupun asma pada orang yang rentan.

Selain faktor lingkungan, risiko penularan virus pernapasan juga dapat meningkat ketika masyarakat lebih sering berkumpul di dalam ruangan saat hujan. Virus influenza, Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan COVID-19 dapat menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi maupun partikel pernapasan.

Sukamto menjelaskan, kondisi saluran pernapasan juga dapat dipengaruhi oleh paparan udara kering, debu, dan polusi selama musim kemarau. Ketika hujan datang, perubahan suhu dan kelembapan yang berlangsung cepat dapat membuat tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

“Selama berbulan-bulan saluran napas kita terpapar udara kering, debu, dan polusi, jadi pertahanannya sudah agak terganggu. Lalu hujan datang, suhu dan kelembapan berubah cepat, dan tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri,” ujar Sukamto, dikutip Antara.

Cara Mencegah Penyakit saat Musim Hujan

Untuk mengurangi risiko penyakit selama musim hujan, masyarakat perlu menerapkan langkah pencegahan yang sesuai dengan sumber penularannya. 

Salah satunya dengan menjalankan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Masyarakat juga perlu membersihkan lingkungan secara rutin dan memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah.

Untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan sanitasi, terutama saat terjadi banjir, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan air dan makanan. Gunakan air yang aman untuk diminum dan menyiapkan makanan, cuci tangan menggunakan sabun, serta hindari mengonsumsi makanan yang terkontaminasi air banjir.

Pencegahan penyakit pernapasan dapat dilakukan dengan membiasakan mencuci tangan, menggunakan masker ketika mengalami batuk atau pilek maupun saat berada di tempat ramai, serta menjaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara berjalan baik. Orang yang memiliki alergi atau asma juga perlu memperhatikan kondisi rumah agar tidak terlalu lembap dan meminimalkan paparan pemicu alergi.

Baca juga : Peta Persaingan Maskapai Indonesia, Lion Air dan Garuda Saling Tempel

Sukamto turut mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, mulai dari tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, hingga tetap aktif bergerak.

Menurut dia, konsumsi suplemen vitamin dalam dosis tinggi tidak selalu diperlukan, terutama bagi orang yang telah memiliki pola makan baik. Suplemen juga tidak dapat menggantikan pola hidup sehat dan vaksinasi sesuai rekomendasi.

Sukamto mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi musim hujan, terlebih jika jarak antara awal musim hujan dan puncaknya relatif pendek.

“BMKG juga sudah mengingatkan bahwa jarak dari awal musim hujan ke puncaknya tahun ini pendek, jadi sebaiknya kita bersiap dari sekarang,” tutur Sukamto.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan, memastikan keamanan air dan makanan, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat, masyarakat dapat mengurangi sejumlah risiko penyakit yang kerap menjadi perhatian selama musim hujan.