Tren Leisure

Minum Kopi Bikin Panjang Umur? Ini Faktanya

  • Kopi jadi salah satu minuman yang paling digandrungi masyarakat. Selain menghilangkan kantuk, minum kopi rupanya memiliki manfaat lain bagi kesehatan.
Kapal Api.jpg
Kopi kapal api diproduksi oleh PT Santos Jaya Abadi / Istimewa (Istimewa)

JAKARTA - Kopi jadi salah satu minuman yang paling digandrungi masyarakat. Selain menghilangkan kantuk, minum kopi rupanya memiliki manfaat lain bagi kesehatan.

Salah satu mitos bahkan mengatakan bahwa kafein kopi dapat memperpanjang umur. Namun, apakah hal tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah?

Sejumlah penelitian besar menunjukkan bahwa senyawa aktif biologis kopi, termasuk kafein, dapat membantu menjaga peradangan , kondisi kesehatan kronis, dan bahkan kanker tertentu. 

Tetapi,  korelasi itu tidak setara dengan hubungan sebab akibat. Sebab, masih belum ada cukup bukti untuk secara pasti mengatakan bahwa minum minuman pagi akan menghasilkan umur yang lebih panjang.

Hal ini dikarenakann data penelitian tersebut  berasal dari studi retrospektif, bukan uji coba acak.

"Tidak ada data yang cukup kuat untuk merekomendasikan orang untuk minum lebih banyak kopi," kata direktur medis rehabilitasi jantung dan kardiologi preventif di John Ochsner Institut Jantung dan Vaskular di New Orleans, Dr. Chip Lavie sepeeti dikutip dari Livescience Senin, 15 Agustus 2022.

Fakta Penelitian tentang Kopi
 

Berdasarkan  studi pada  2018 yang diterbitkan dalam jurnal Progress in Cardiovascular Diseases, terdapat lebih dari 1.000 senyawa biologis aktif dalam kopi. 

Salah satu komponen utama, yang disebut asam klorogenat yang berfungsi meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Artinya, komponen ini berperah dalam meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproses gula. 

Sensitivitas insulin mengacu pada seberapa sensitif sel-sel tubuh dalam menanggapi insulin. Sensitivitas insulin yang tinggi memungkinkan sel-sel tubuh untuk menggunakan glukosa darah lebih efektif, mengurangi gula darah.

Mengacu pada  Journal of Traditional and Complementary Medicine,  bahwa efek ini mengurangi risiko diabetes tipe 2 . Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum lebih dari enam cangkir kopi per hari memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari dua cangkir per harinya.

Senyawa lain yang terkandung pada kopi seperti melanoid, kina, lignan dan trigonelin memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa ini berfungsi  mencegah atau memperlambat kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

Seperti diketahui sebelumnya, radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan berkontribusi pada berbagai penyakit. Termasuk diantaranya penyakit kardiovaskular dan inflamasi, katarak, dan kanker.