Keteladanan Zhao Lusi Bantu Petani China Raup Rp73 M
- Baru-baru ini Zhao Lusi melakukan livestream mempromosikan produk pertanian khas Sichuan mulai dari beras, hingga aneka buah lokal. Raup Rp73 M dalam tujuh jam.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Dunia hiburan pada awal 2026 kembali diguncang oleh nama Zhao Lusi. Bukan lewat proyek film blockbuster, juga bukan karena skandal asmara yang sensasional, aktris kelahiran 1998 ini justru membuat jutaan orang berdecak kagum melalui sebuah sesi livestream pra-panennya.
Dilansir dari vgt.vn, dalam waktu hanya tujuh jam siaran, pendapatan yang diraih mencapai 30 juta yuan atau setara Rp73 miliar, angka yang bahkan menjadi impian para “raja dan ratu” livestreaming. Sebanyak 830 ribu produk, yang setara dengan sekitar 1.400 ton hasil tani, dilaporkan habis terjual dalam waktu singkat.
Yang lebih mengejutkan, hanya dalam 60 menit pertama, nilai penjualan sudah mencapai sekitar Rp24,3 miliar. Capaian ini menegaskan besarnya pengaruh figur publik ketika diarahkan pada tujuan yang tepat, sekaligus mencerminkan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mendukung gerakan sosial dengan dampak nyata.
Yang membuat publik memberi perhatian khusus bukanlah semata pada besarnya pendapatan, melainkan cara Zhao Lusi tampil selama siaran langsung.
Tanpa naskah yang dibuat-buat dan tanpa trik sensasional, sang aktris secara langsung mencicipi puluhan produk, sambil meluangkan waktu untuk menjelaskan asal-usul, proses produksi, hingga kisah kehidupan para petani di balik setiap barang.
Dalam sesi livestream tersebut, Zhao Lusi mempromosikan beragam produk pertanian khas Sichuan, mulai dari beras, cabai, hingga aneka buah lokal. Meski format live commerce sudah lazim di China, aksi yang dilakukan Lusi terasa berbeda karena mengedepankan pendekatan sosial yang tulus, bukan semata orientasi komersial.
Irama livestream berlangsung tenang dan sederhana, dengan nuansa keseharian yang kuat. Pendekatan ini menciptakan rasa kedekatan yang jarang ditemui di ruang siaran langsung yang biasanya identik dengan tekanan penjualan.
Informasi bahwa Zhao Lusi tidak menerima komisi maupun biaya layanan dengan cepat menyebar di media sosial. Keputusan ini mengejutkan banyak penonton, mengingat nilai komersial sang aktris berada di jajaran teratas, sehingga menolak bayaran dalam sebuah sesi livestream berskala besar tergolong sangat jarang terjadi.
Banyak pihak menilai langkah tersebut bukan sekadar aktivitas promosi, melainkan cerminan bagaimana seorang figur publik memanfaatkan pengaruh yang dimilikinya.
Dampak dari sesi livestream tersebut langsung terasa di platform pencarian dan media sosial. Sejumlah produk pertanian mencatat lonjakan minat yang signifikan dalam waktu singkat.
Banyak warganet menyebutnya sebagai livestream yang menghangatkan hati, karena para penonton tidak hanya membeli produk, tetapi juga merasakan ikatan emosional antara penjual, sang artis, dan para petani yang berada di baliknya.
Di sisi lain, muncul pula pandangan yang lebih berhati-hati. Sejumlah pihak menilai bahwa keterlibatan figur publik dalam kegiatan bantuan pertanian perlu dijaga secara berkelanjutan, agar tidak berhenti sebagai tren sesaat.
Justru sudut pandang yang beragam inilah yang membuat kisah Zhao Lusi tidak berhenti pada sekadar kabar positif, melainkan membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai tanggung jawab sosial dalam industri hiburan.
Dilansir dari news.laodong.vn, diketahui, sebagian besar produk pertanian yang dipromosikan dalam siaran langsung tersebut berasal dari kampung halaman Zhao Lusi di Sichuan, China.
Menurut para pedagang kecil, produk yang dapat ditampilkan di ruang livestream harus disertai surat pengantar dari otoritas setempat sebagai bukti bahwa produk tersebut merupakan hasil pertanian yang mendapat dukungan pemerintah.
Selain itu, pedagang juga wajib menyerahkan surat komitmen untuk menjamin kualitas produk dan layanan.
Berdasarkan pengumuman sebelumnya, kegiatan livestream dukungan petani ini berada di bawah bimbingan Departemen Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Provinsi Sichuan, dengan menerapkan kebijakan: artis dan pembeli tidak mengambil komisi dari pedagang, platform tidak memungut biaya layanan dari pembeli, serta platform tidak memotong komisi dari pedagang.
Dalam siaran langsung tersebut, Zhao Lusi juga menegaskan bahwa seluruh hasil dari kegiatan ini akan disalurkan langsung kepada para petani.
Livestream penjualan produk pertanian Zhao Lusi bahkan baru berlangsung kurang dari 10 menit saat kue ketan emas yang diperkenalkan langsung habis terjual. Dalam 1 jam, pendapatan produk telah melampaui 10 juta yuan.
Urbie’s, yang membuat aksi Zhao Lusi semakin luar biasa adalah skema finansial yang digunakan. Ia memilih tidak mengambil komisi sedikit pun dari hasil penjualan. Selain itu, platform e-commerce Xiaohongshu (XHS) juga menghapus seluruh biaya layanan selama sesi livestream berlangsung. Dengan demikian, 100% keuntungan langsung diterima para petani, tanpa potongan dari distributor maupun tengkulak.
Model ini menjadi contoh menarik bagaimana kolaborasi antara figur publik dan platform digital dapat menghadirkan dampak nyata bagi perekonomian lokal. Para petani yang biasanya harus berbagi hasil dengan banyak perantara, kini dapat menikmati keuntungan maksimal dari kerja keras mereka sendiri.
Beberapa waktu lalu, Zhao Lusi sempat menjadi sorotan setelah secara terbuka membagikan kisah tentang masa sulit dalam kariernya. Ketidakhadirannya dalam proyek film besar, ditambah berbagai dinamika di balik layar, membuat citra sang aktris sempat dilekatkan dengan kata tidak stabil.
Alih-alih tampil padat demi mempertahankan popularitas, Zhao Lusi justru memilih meredam langkahnya, bahkan sempat terlihat menjalani aktivitas-aktivitas sederhana dan bersahaja.
Citra sang aktris yang sempat terlihat muncul di pasar malam, berjualan kue sendiri, atau ikut serta dalam kegiatan komunitas kecil pernah membuat warganet terharu sekaligus tersenyum.
Namun, ketika potongan-potongan tersebut disandingkan dengan livestream dukungan petani yang menghasilkan pendapatan hingga ratusan miliar, semuanya membentuk gambaran yang lebih utuh dan konsisten tentang cara Zhao Lusi memandang karier serta pengaruh pribadinya.

Distika Safara Setianda
Editor
