Google Doodle Hari Ini: Earth Day 2022 Ingatkan Perubahan Iklim Bumi
- Hari Bumi Sedunia atau Earth Day 2022 diperingati setiap tanggal 2022. Google Doodle tersebut seolah mengingatkan soal perubahan iklim Bumi yang saat ini sedang terjadi.

Justina Nur Landhiani
Author


JAKARTA - Hari Bumi Sedunia atau Earth Day 2022 diperingati setiap tanggal 2022. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Anda mengunjungi halaman utama mesin pencari www.google.com akan muncul Google Doodle Hari Ini bertema Earth Day atau Hari Bumi.
Di balik peringatan setiap tanggal 22 April ini, seolah mengingatkan semua orang mengenai perubahan iklim Bumi. Seperti yang dilansir dari laman World Wild Life, saat ini permukaan laut sudah naik dan lautan menjadi lebih hangat.
Telah terjadi juga kekeringan yang lebih lama dan lebih intens yang dapat mengancam tanaman pangan, satwa liar, dan pasokan air tawar. Tidak hanya itu, beruang kutub di Kutub Utara sampai penyu laut yang berada di pantai lepas Afrika serta keanekaragaman kehidupan di planet Bumi terancam oleh perubahan iklim.
- KAI Sediakan Angkutan Mudik Motor Gratis, Buruan Daftar!
- Startup Noice Milik Erick Thohir Dapat Suntikan Dana Rp315,7 Miliar
- Wir Asia (WIRG) Masuk Bisnis Metaverse, Analis: Prospek Usahanya Menjanjikan!
Efek Perubahan iklim
Seperti yang dilansir dari laman resmi NASA, perubahan iklim global telah memiliki efek yang bisa diamati pada lingkungan, seperti gletser yang telah menyusut, es di sungai dan danau yang pecah lebih awal, tumbuhan dan hewan telah bergeser serta pohon berbunga lebih cepat.
Efek perubahan iklim yang telah diprediksi oleh ilmuwan di masa lalu saat ini tampaknya sedang terjadi seperti hilangnya es di laut, kenaikan permukaan laut, dan gelombang panas menjadi lebih lama dan intens.
Para ilmuwan juga yakin bahwa suhu global akan terus mengalami peningkatan selama beberapa dekade mendatang, dan sebagian besar hal itu disebabkan karena gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.
The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang mencakup lebih dari 1.300 ilmuwan dari Amerika Serikat dan negara-negara lain telah memperkirakan bahwa terjadi kenaikan suhu sebanyak 2,5 sampai 10 derajat Fahrenheit selama abad berikutnya.
Menurut IPCC, tingkat perubahan iklim pada masing-masing wilayah akan mengalami perubahan atau variasi dari waktu ke waktu dan diiringi dengan kemampuan sistem sosial dan lingkungan yang berbeda untuk mengurangi atau beradaptasi dengan perubahan.
Efek Perubahan Iklim di Masa Depan
Iklim global diprediksi akan terus mengalami perubahan selama abad ini dan seterusnya. Besarnya perubahan iklim setelah beberapa dekade mendatang bergantung pada jumlah gas yang membuat panas terjebak yang dipancarkan secara global dan seberapa sensitif iklim bumi terhadap emisi tersebut.
Suhu diperkirakan juga akan terus meningkat karena pemanasan yang disebabkan aktivitas manusia, dan berdampak pada iklim. Namun hal itu mungkin akan muncul secara bervariasi dan alami serta tidak akan seragam di seluruh negeri dari waktu ke waktu.
- Lagi, Perusahaan China Investasi Rp85,7 Triliun Untuk Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
- Waduh, Pertalite Mau Naik Jadi Rp10.650 per Liter? Ini Kata Pengamat
- Tank Leopard 1 Jerman Menuju Ukraina, Bagaimana Jika Bertemu T-72 Rusia?
Selain itu, diperkirakan akan terjadi perubahan pola curah hujan serta muncul lebih banyak kekeringan dan gelombang panas di sebagian besar negara, badai akan menjadi lebih kuat dan intens, dan permukaan laut akan naik setinggi 0,3 sampai 2,4 meter pada tahun 2100.

Rizky C. Septania
Editor
