Tren Leisure

Dukungan PGN untuk Al-Bustaniyah Ubah Sampah Jadi Berkah

  • Program CSR PGN bantu Al-Bustaniyah tingkatkan pengolahan sampah jadi produk bernilai, melibatkan masyarakat dan pelatihan usaha.
images (35).jpeg
Al-Bustaniyah (National Geographic)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Saat ini, semakin banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk berkontribusi pada penerapan lingkungan hijau. Hal ini sejalan dengan komitmen dari masing-masing perusahaan untuk mendukung dan terlibat secara langsung terhadap aktivitas berbasis ramah lingkungan. 

Komunitas Al-Bustaniyah, sebuah kelompok pengelola sampah di wilayah Cilegon, menerima dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Dukungan ini diberikan untuk memperkuat kegiatan pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan yang mencakup peningkatan kapasitas usaha dan pemanfaatan sampah menjadi bahan baku yang dapat dipasarkan. Melansir dari National Geographic, Jumat, 2 Januari 2026, Al-Bustaniyah telah berhasil mengembangkan model pengelolaan sampah di wilayahnya yang tidak hanya menyasar pengurangan volume limbah, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi anggotanya.

Program yang dijalankan mencakup pelatihan keterampilan, penguatan struktur kelembagaan komunitas, serta strategi pemasaran produk hasil olahan sampah. Program CSR ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam sektor lingkungan dan sosial untuk mendorong pemberdayaan masyarakat serta konservasi lingkungan. 

Sebagai bagian dari dukungan CSR, PGN juga memfasilitasi pelatihan pengembangan produk olahan sampah sehingga dapat bersaing di pasar lokal. Komunitas mendapatkan akses pengetahuan tentang strategi penjualan dan pemasaran, serta bagaimana mengemas produk agar lebih menarik bagi pembeli.

Dukungan serupa dari PGN sebelumnya juga diberikan dalam bentuk program lingkungan lain, seperti penyediaan sarana pengelolaan sampah dan aksi bersih lingkungan di berbagai kota serta bantuan fasilitas penunjang pengolahan limbah non-B3 melalui pendekatan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recover). 

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Hanif Faisol, terkait dukungannya terhadap pelaku usaha agar berperan aktif dalam agenda nasional pengelolaan sampah, melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia menilai kontribusi sektor swasta penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

Menurut Hanif, alokasi dana CSR seharusnya difokuskan pada penguatan fasilitas pemilahan sampah di tingkat rukun warga (RW), penyediaan teknologi pengolahan seperti komposter, biopond, serta Material Recovery Facility (MRF), sekaligus mendukung kampanye perubahan perilaku masyarakat.

“Pendanaan CSR harus diarahkan untuk mendukung fasilitas pemilahan sampah di tingkat lingkungan, menyediakan teknologi pengolahan sampah seperti komposter, biopond, dan Fasilitas Pemulihan Material (MRF), serta mempromosikan kampanye perubahan perilaku,” kata Hanif dalam Forum CSR Sampah di Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai target pengelolaan sampah nasional 100% pada 2029, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Upaya ini terus berjalan sesuai dengan inisiatif pemberdayaan seperti yang dialami Al-Bustaniyah, selaras dengan prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan hingga menghasilkan produk bernilai. Kegiatan pengelolaan sampah berbasis komunitas ini turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah dari sumbernya. dan mencari solusi alternatif untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan secara kolektif. 

Melalui dukungan CSR itu, PGN menegaskan bahwa kontribusi perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan tidak hanya berbasis internal, tetapi juga melibatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung oleh komunitas setempat.