Tren Leisure

Bisakah K-Pop Akhirnya Tembus Pasar Grammy Awards?

  • Menjelang Grammy Awards ke-68, antusiasme semakin meningkat mengenai apakah K-pop akhirnya dapat menembus kemenangan di ajang bergengsi tersebut.
Rosé BLACKPINK menyampaikan pidato penerimaannya untuk penghargaan Lagu Terbaik Tahun Ini untuk "APT." di MTV Video Music Awards 2025 di UBS Arena di Elmont, NY, 7 September 2025.
Rosé BLACKPINK menyampaikan pidato penerimaannya untuk penghargaan Lagu Terbaik Tahun Ini untuk "APT." di MTV Video Music Awards 2025 di UBS Arena di Elmont, NY, 7 September 2025. (Manny Carabel/Getty Images via Billboard)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Menjelang Grammy Awards ke-68, antusiasme semakin meningkat mengenai apakah K-pop akhirnya dapat menembus kemenangan di ajang bergengsi tersebut. Pasalnya, meski telah bertahun-tahun masuk nominasi dan pengaruhnya terus berkembang secara global, genre ini belum pernah membawa pulang piala Grammy.

Acara penghargaan ini akan digelar Minggu, 1 Februari 2026, di Crypto.com Arena, Los Angeles, dengan sejumlah musisi K-pop masuk nominasi di berbagai kategori. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lagu “Golden,” soundtrack andalan dari film animasi populer Netflix KPop Demon Hunters.

Dilansir dari The Korea Times, lagu ini dinominasikan dalam kategori Song of the Year, Best Pop Duo/Group Performance, dan Best Song Written for Visual Media.

Selain itu, versi remix “Golden” karya DJ asal Prancis David Guetta juga masuk nominasi Best Remixed Recording. Tak hanya itu, album soundtrack lengkap dari film tersebut turut bersaing dalam kategori Best Compilation Soundtrack for Visual Media, sehingga total proyek ini meraih lima nominasi Grammy.

Rosé, member girl group K-pop BLACKPINK, turut menjadi sorotan berkat lagu kolaborasinya bersama bintang pop Bruno Mars berjudul “APT.”. Lagu tersebut berhasil masuk nominasi Song of the Year, Record of the Year, serta Best Pop Duo/Group Performance, sehingga harus bersaing langsung dengan “Golden” di dua kategori.

Girl group global besutan HYBE Labels, KATSEYE, juga meraih nominasi Best New Artist dan Best Pop Duo/Group Performance. Dalam kategori Best New Artist, KATSEYE akan berhadapan dengan sejumlah nama lain seperti Olivia Dean, sombr, dan Alex Warren.

Sebagai salah satu kategori paling bergengsi di Grammy yang termasuk dalam Big Four, bersama Song of the Year, Record of the Year, dan Album of the Year, nominasi ini menempatkan KATSEYE sebagai salah satu artis K-pop pertama yang masuk ke kategori utama Grammy.

Kemenangan oleh salah satu nomine tersebut akan menjadi sejarah baru, menandai kemenangan Grammy pertama bagi genre K-pop.

Di mana K-Pop Memiliki Peluang Terbaik?

Film animasi KPop Demon Hunters. (imdb)

Sejarah K-pop di ajang Grammy dimulai pada 2012, ketika lagu “Gangnam Style” milik Psy masuk nominasi Best Music Video. Beberapa tahun kemudian, grup raksasa K-pop BTS kembali mencatatkan sejarah dengan meraih nominasi Best Pop Duo/Group Performance secara berturut-turut dari 2021 hingga 2023.

Namun, meski kerap masuk nominasi, hingga kini K-pop masih belum berhasil membawa pulang penghargaan Grammy. Para pengamat industri menilai nominasi tahun ini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.

Baik lagu “Golden” dan “APT.” sama-sama dianggap berperan besar dalam memperkuat posisi K-pop di pasar musik arus utama. “Golden” menghabiskan total delapan minggu di posisi puncak Billboard Hot 100 dan baru saja meraih penghargaan Best Original Song di Golden Globe Awards dan Critics Choice Awards.

Sementara itu, “APT.” menembus peringkat No.3 di Hot 100 dan menyabet gelar Song of the Year di MTV Video Music Awards 2025.

Pengamat juga menyoroti perubahan dalam Recording Academy, yang anggotanya bertugas memilih nomine dan pemenang Grammy. Dari sekitar 15.000 anggota, Akademi menambah 3.800 kreator dan profesional musik tahun ini. Sekitar setengahnya berusia di bawah 39 tahun, 58% merupakan orang kulit berwarna, dan 35% adalah perempuan.

Di antara anggota tersebut terdapat Chairman HYBE Bang Sihyuk, seluruh tujuh anggota BTS, produser K-pop Pdogg, Zico, dan Bumzu, dua anggota SEVENTEEN, satu anggota Tomorrow X Together (TXT), dan keenam anggota KATSEYE.

Kritikus budaya pop Lim Heeyun menilai bahwa dukungan industri musik Amerika Serikat terhadap para nomine juga dapat menjadi faktor penting.

“Album-album ‘Golden,’ ‘APT.’ dan KATSEYE didistribusikan di Amerika Serikat oleh Atlantic Records, Republic Records, dan Geffen Records. Ini adalah label-label Amerika yang mapan dengan pengaruh yang sudah lama,” kata Lim.

Lim juga menambahkan bahwa gaya musik dan penggunaan bahasa dalam lagu-lagu tersebut sangat selaras dengan standar pop Amerika.

“Selain sejumlah kecil lirik berbahasa Korea, sebagian besar lagu berbahasa Inggris dan mengikuti konvensi pop Amerika. Hal itu memudahkan para pemilih di AS untuk mengenali lagu-lagu tersebut sebagai rilisan pasar domestik,” ujar Lim.

Kritikus musik Kim Doheon mengatakan kepada media lokal bahwa peluang terbesar K-pop untuk meraih Grammy berada di kategori Best Pop Duo/Group Performance.

“Ada tiga lagu K-pop yang dinominasikan dalam kategori itu, sementara lagu-lagu lainnya bukanlah lagu yang berkinerja baik di tangga lagu. Saya pikir ‘Golden’ menonjol, terutama mengingat lagu itu mencapai peringkat No. 1 di Billboard Hot 100,” kata Kim.

Meski demikian, Kim juga mengingatkan bahwa lagu soundtrack jarang berhasil meraih penghargaan utama Grammy berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, “APT.” milik Rosé yang sempat viral berkat penggunaan lirik dari permainan minum khas Korea juga menjadi hit besar secara global. Namun, karena dirilis pada Oktober 2024, lagu ini dinilai kehilangan momentum dibandingkan nomine lain yang lebih baru.

Pada Kamis, 29 Januari 2026, pasar prediksi berbasis AS Polymarket memberikan peluang 70% bagi “Golden” untuk memenangkan Song of the Year, dan 57%untuk meraih Best Pop Duo/Group Performance. Di kategori terakhir tersebut, “APT.” menyusul dengan probabilitas 41%.

Pendapat para pengamat terbelah terkait peluang pengakuan di kategori General Field.

Kritikus budaya Jung Minjae menyampaikan dalam sebuah wawancara di YouTube bahwa kategori General Field masih menjadi tantangan besar karena kuatnya tradisi lama serta pola preferensi pemilih Grammy. Meski begitu, ia sepakat bahwa K-pop memiliki peluang yang cukup realistis di kategori Best Pop Duo/Group Performance.

Jung juga mengingatkan bahwa kemenangan individu di Grammy tidak serta-merta menandakan K-pop telah sepenuhnya diterima di arus utama pasar musik Barat.

“Pengakuan di Grammy mencerminkan nilai artistik dan dampak dari lagu dan artis tertentu. Proses K-pop untuk memantapkan posisinya agar setara dengan musik pop arus utama Amerika masih terus berlangsung,” kata Jung.