Tren Leisure

Agung Podomoro Land Cup Buka Jalur Talenta Muda ke Jepang

  • Dukungan turnamen Agung Podomoro Land Cup dinilai mampu membuka akses internasional bagi SSB Indonesia dan memperkuat regenerasi sepak bola nasional.
WhatsApp Image 2026-06-04 at 22.10.04.jpeg
kiri: Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk., Bacelius Ruru kanan: Presiden dan CEO Amazing Sports Lab Japan Inc. & NARA CLUB, Mitsuru Hamada (TrenAsia)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Kesempatan sekolah sepak bola (SSB) dan akademi sepak bola Indonesia untuk tampil di panggung internasional semakin terbuka. Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tuan rumah kualifikasi Asia Tenggara U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 melalui ajang Agung Podomoro Land Cup yang digelar di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada 5–7 Juni 2026.

Turnamen ini menjadi jalur resmi menuju U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 di Chiba, Jepang, salah satu kompetisi usia dini paling bergengsi di Asia yang selama ini diikuti akademi-akademi elite dunia.

Sebanyak 24 tim dari Indonesia dan luar negeri akan bersaing dalam format 7 lawan 7 selama tiga hari. Tim terbaik nantinya berhak mewakili Asia Tenggara untuk tampil di Jepang pada Agustus 2026 dan menghadapi akademi sepak bola internasional.

Presiden dan CEO Amazing Sports Lab Japan Inc. & NARA Club, Mitsuru Hamada, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan.

"Dalam 10 tahun ke depan, saya berharap Indonesia bisa menjadi pusat sepak bola usia dini di Asia Tenggara," kata Hamada, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, U-12 Junior Soccer World Challenge telah berkembang menjadi salah satu turnamen usia dini paling prestisius sejak pertama kali digelar di Jepang pada 2013. Turnamen tersebut lahir dari gagasan menghadirkan standar pembinaan akademi sepak bola dunia kepada pemain muda Asia.

Hamada menjelaskan sejumlah pemain yang kini bersinar di level internasional pernah merasakan atmosfer kompetisi tersebut ketika masih berusia 12 tahun.

Baca juga : Cuan Melejit, Strategi Putar Aset Angkat Laba APLN ke Level Baru

Nama-nama seperti Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, hingga Xavi Simons pernah tampil dalam ajang yang sama sebelum berkembang menjadi pemain profesional dan memperkuat klub-klub elite dunia.

Ia menilai pengalaman bertanding melawan pemain dari berbagai negara sejak usia dini menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk mental, teknik, dan daya saing pemain muda.

"Pengalaman bertanding di level internasional sejak usia dini merupakan bagian penting dalam membentuk perkembangan pemain muda." tambah Hamada.

Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga membuka peluang bagi pemain Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka secara langsung dengan standar internasional tanpa harus pergi ke luar negeri terlebih dahulu.

Tim juara dari kualifikasi Indonesia akan memperoleh dukungan penuh untuk berlaga di Jepang, mulai dari tiket pesawat pulang-pergi Jakarta–Tokyo, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi lokal bagi 18 pemain dan lima ofisial tim.

Komitmen Agung Podomoro Land Dukung Pembinaan Sepak Bola

Di balik penyelenggaraan turnamen tersebut, PT Agung Podomoro Land Tbk. melihat sepak bola usia dini sebagai bagian dari investasi sosial jangka panjang untuk pengembangan generasi muda Indonesia.

Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk., Bacelius Ruru, mengatakan kehadiran Agung Podomoro Land Cup merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan.

"Penyelenggaraan turnamen ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia." ujar Bacelius, dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, Indonesia memiliki talenta sepak bola yang melimpah. Namun, bakat tersebut memerlukan wadah kompetisi yang konsisten agar dapat berkembang dan bersaing di level internasional.

"Kami berharap dari turnamen ini lahir pemain-pemain Indonesia yang suatu saat bisa bermain di klub-klub besar dunia," tambah Bacelius.

Bacelius menilai pembinaan usia muda tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan ekosistem yang berkesinambungan mulai dari pelatihan, kompetisi, hingga akses terhadap pengalaman internasional.

"Indonesia memiliki potensi besar di sepak bola usia muda sehingga membutuhkan kompetisi berkelanjutan untuk membangun pemain masa depan yang mampu bersaing di level internasional." tambah Bacelius.

Karena itu, Agung Podomoro Land memilih terlibat dalam penyelenggaraan turnamen yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan nyata bagi pemain muda Indonesia untuk tampil di panggung global.

Harapannya, semakin banyak pemain Indonesia yang mampu menembus akademi maupun klub-klub besar dunia di masa depan.

Baca juga : APLN Balik Untung, Pendapatan Meroket 232 Persen di Kuartal I 2026

Jadi Momentum Pembinaan Talenta Muda Indonesia

Turnamen ini menggunakan format fase grup dan babak gugur dengan total enam pertandingan bagi setiap tim. Seluruh peserta merupakan pemain kelahiran 1 Januari 2014 hingga 31 Desember 2015.

Selain memperebutkan tiket ke Jepang, ajang ini juga menjadi momentum penting bagi pembinaan sepak bola usia dini nasional. Kehadiran turnamen berstandar internasional di Indonesia memberi kesempatan lebih luas bagi SSB untuk mengukur kualitas pemain mereka sekaligus memahami standar kompetisi global.

Dengan kombinasi dukungan sektor swasta melalui Agung Podomoro Land dan pengalaman penyelenggaraan dari Amazing Sports Lab Japan, turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun jalur pembinaan pemain muda yang lebih kompetitif.

Jika konsisten digelar, bukan tidak mungkin Indonesia akan melahirkan generasi pesepak bola yang mampu mengikuti jejak para alumni U-12 Junior Soccer World Challenge yang kini bersinar di klub-klub elite dunia.