Tren Leisure

5 Tips Zero Waste di Bulan Ramadan

  • Bagi banyak orang, Ramadan telah berubah menjadi bulan yang ditandai dengan pemborosan. Berikut beberapa tips zero waste di bulan Ramadan .
<p>Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Ramadan adalah waktu yang menyenangkan bagi umat Muslim di seluruh dunia, menyatukan komunitas untuk melakukan pekerjaan positif dan amal. Namun, yang sering diabaikan selama bulan ini adalah bagaimana tindakan kita berdampak pada lingkungan dan ironisnya, kita cenderung menghasilkan lebih banyak sampah selama puasa Ramadan.

Ramadan, sebagai bulan suci, seharusnya mendorong kita untuk mengevaluasi kembali gaya hidup kita, meninggalkan kebiasaan buruk dan merangkul kebiasaan baru yang positif. Namun, praktik pemborosan makanan yang marak terjadi selama Ramadan bertentangan dengan esensi sawm (puasa).

Bagi banyak orang, Ramadan telah berubah menjadi bulan yang ditandai dengan pemborosan. Berikut beberapa tips zero waste di bulan Ramadan yang bisa diterapkan agar produksi sampah tidak terus bertambah.

Tips Zero Waste di Bulan Ramadan

Dilansir dari Real App dan Biji-biji Initiative, berikut tips zero waste yang bisa diterapkan saat Ramadan:

1. Bawa/Gunakan Barang-barang yang Bisa Digunakan Kembali

Sebisa mungkin, usahakan untuk membawa barang-barang sendiri yang dapat digunakan kembali, seperti botol air, wadah makanan, dan peralatan makan, ketika kamu berencana berbuka puasa di luar rumah. Praktik ini membantu mengurangi sampah plastik sekali pakai dan mendorong keberlanjutan dengan menganjurkan penggunaan alternatif yang ramah lingkungan.

2. Hindari Pemborosan Makanan

Bulan Ramadan dikenal sebagai penyebab utama pemborosan makanan. Ironis, bukan? Selama Ramadan, orang cenderung membeli lebih banyak dari kebutuhan normal mereka untuk konsumsi sendiri maupun untuk tamu mereka.

Cara termudah untuk mengurangi pemborosan makanan adalah dengan tidak membeli makanan berlebihan sejak awal! Sebelum pergi berbelanja, buatlah daftar barang-barang yang kamu butuhkan dan patuhi daftar tersebut. Ini untuk memastikan kau tidak membeli bahan-bahan yang sudah kamu miliki.

Selain itu, kebiasaan tidak menghabiskan atau membuang makanan harus dikurangi secara drastis karena hal itu berkontribusi pada penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Kita tidak hanya merampas makanan bagi mereka yang membutuhkan, tetapi juga menghabiskan sumber daya kita dan mendorong degradasi lingkungan.  

Jadi, nikmati apa yang tersisa di piring atau di lemari es, makanlah dalam porsi yang lebih kecil, dan hindari mengisi piring terlalu penuh dengan makanan.

Mengenai sisa makanan, hal itu dapat dikelola dengan cara yang lebih mengurangi sampah. Berbagi sisa makanan dengan keluarga, teman, tetangga, pengunjung di masjid setempat, atau menyimpannya di lemari es/pembeku untuk dipanaskan kembali untuk makan berikutnya tentu dapat membantu mengatasi masalah ini.

Lebih baik lagi, pelajari cara mengompos sisa makanan dan sampah makanan! Mengompos sampah makanan dapat mengurangi dampak negatif tempat pembuangan sampah dan juga dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk membantu pertumbuhan tanaman di kebunmu.

3. Beli dan Dukung Produk Lokal atau Organik

Ilustrasi seorang wanita belanja di bulk store. (Studio)

Ramadan kali ini, pertimbangkan untuk membeli produk lokal dan musiman di pasar petani terdekat. Bahkan beberapa supermarket pun menawarkan produk lokal yang sehat ini. Kamu tidak hanya akan merasa tenang karena mengetahui dari mana makananmu berasal, tetapi kamu juga mendukung ekonomi lokal dan mengurangi emisi yang dilepaskan ke lingkungan.

Cobalah bereksperimen dengan produk organik juga! Rasanya lebih enak dan umumnya tidak mengandung pestisida, herbisida, pengawet, atau bahan tambahan lainnya.

4. Jalan Kaki atau Naik Sepeda Saat Ngabuburit

Ngabuburit menjadi salah satu kegiatan paling seru selama bulan Ramadan. Alih-alih berkeliling menggunakan sepeda motor, kamu bisa naik sepeda saat menunggu waktu berbuka. Selain menyenangkan, bersepeda juga dapat menjadi kebiasaan sehat selama puasa.

Untuk perjalanan yang jaraknya lebih jauh, manfaatkan transportasi umum. Sementara, saat melaksanakan salat tarawih di masjid terdekat, cobalah berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Dengan mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, kamu turut berperan dalam menekan emisi gas buang dan menjaga lingkungan.

5. Bawa Kontainer Sendiri Saat Membeli Takjil

Berburu takjil menjadi salah satu momen yang paling dinantikan selama bulan Ramadan. Namun, sebagian besar jajanan takjil biasanya dikemas menggunakan plastik, baik untuk makanan, camilan, maupun minuman. Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, kamu bisa membawa wadah sendiri saat berburu takjil.

Biasakan membawa kotak makan atau kontainer saat ngabuburit, karena keinginan membeli camilan sering muncul secara spontan. Selain itu, pilih kemasan yang lebih ramah lingkungan seperti besek bambu, kertas, atau daun. Untuk minuman seperti es, kamu juga bisa membawa botol minum dari rumah.