Tren Inspirasi

Kisah Mantri BRI di Kolaka Utara, Tembus Pegunungan Demi Gerakkan Ekonomi Warga

  • Kisah Mantri BRI di Kolaka Utara yang menembus medan pegunungan demi memberdayakan ekonomi masyarakat desa.
WhatsApp Image 2026-04-26 at 16.32.25.jpeg
Di pelosok Sulawesi Tenggara, ada Mispa Lewi YT, Mantri BRI yang bertugas di wilayah pegunungan dengan akses terbatas. (BRI)

KOLAKA UTARA, TRENASIA.ID--Semangat perjuangan R.A. Kartini terus hidup dalam berbagai bentuk, salah satunya melalui peran perempuan di sektor ekonomi. Di pelosok Sulawesi Tenggara, semangat itu tercermin pada sosok Mispa Lewi YT, Mantri BRI yang bertugas di wilayah pegunungan dengan akses terbatas.

Bertugas di Ranteangin, Mispa tidak hanya menjalankan fungsi perbankan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

Perjalanan Mispa tidak dimulai dari kondisi ideal. Saat pandemi COVID-19, ia sempat kehilangan pekerjaan. Namun, kondisi tersebut justru menjadi titik balik. “Saat dirumahkan, saya melihat peluang di BRI dan beranikan diri melamar. Puji Tuhan, saya berhasil lolos,” ujarnya.

Kariernya berkembang dari customer service hingga menjadi Mantri BRI pada 2024, posisi yang menuntut interaksi langsung dengan masyarakat di lapangan.

Medan Sulit, Dedikasi Tetap Jalan

Wilayah tugas Mispa bukan area yang mudah dijangkau. Rumah warga tersebar di antara kebun cengkeh dengan jarak berjauhan.

Tantangan yang dihadapi:

  • Jalan tanah dan berbatu
  • Akses terbatas kendaraan
  • Harus berjalan kaki hingga 1–2 km

Saat musim hujan, kondisi menjadi lebih berat karena jalan licin dan berisiko. “Sempat mau menyerah, tapi nasabah yang ramah membuat saya semangat lagi,” katanya.

Peran Mantri BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun literasi keuangan dan mendampingi usaha masyarakat.

Mispa bahkan membina klaster usaha minuman herbal berbahan rimpang bernama Gujames. “Klaster ini kami dampingi dari modal, pemasaran, hingga e-commerce. Sekarang produknya sudah berkembang dan punya sertifikat halal,” jelasnya.

Pendekatan ini menunjukkan peran Mantri sebagai financial advisor, bukan sekadar tenaga pemasaran.

Tantangan Literasi Keuangan

Di wilayah tersebut, tantangan utama bukan hanya akses, tetapi juga kebiasaan masyarakat yang masih menyimpan uang secara tunai dan belum terbiasa dengan layanan digital.

Peran edukasi menjadi kunci agar masyarakat:

  • Mengenal produk perbankan
  • Memanfaatkan pembiayaan secara produktif
  • Beralih ke layanan digital

Dampak ke Ekonomi Lokal

Kehadiran Mantri BRI di daerah terpencil memiliki dampak nyata:

  • Membuka akses pembiayaan bagi petani
  • Mendorong lahirnya usaha baru
  • Meningkatkan literasi keuangan masyarakat

Dalam jangka panjang, pendekatan ini membantu menggerakkan ekonomi desa dari bawah.

Perempuan Jadi Motor Ekonomi

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan peran Mantri sangat strategis dalam ekonomi kerakyatan. “Mantri tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mendampingi nasabah hingga usahanya berkembang,” ujarnya.

Saat ini, BRI memiliki sekitar 26 ribu Mantri, dengan 28,2% di antaranya perempuan. Kisah Mispa menunjukkan peran perempuan dalam ekonomi tidak lagi terbatas. 

Dari medan pegunungan hingga desa terpencil, Mantri BRI menjadi jembatan antara akses keuangan dan pertumbuhan usaha. Di titik ini, inklusi keuangan bukan sekadar program, tetapi hadir nyata di kehidupan sehari-hari masyarakat.