Tren Inspirasi

Inovasi Bangunan Hijau: Solusi Kota Cerdas di Masa Depan

  • Bangunan hijau dan cerdas jadi jawaban buat tantangan lingkungan kota modern, dari efisiensi energi hingga pengelolaan sumber daya berkelanjutan.
citra-konseptual-kota-cerdas.jpg
Smart City (iStock)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Perkembangan kota besar di era modern membawa tantangan serius seperti polusi udara, kebutuhan energi yang meningkat, dan minimnya ruang hijau. Untuk menghadapi masalah ini, bangunan hijau dan cerdas hadir sebagai inovasi utama yang tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.

Sebagai informasi, bangunan hijau dirancang dengan prinsip ramah lingkungan melalui efisiensi energi, manajemen air, dan penggunaan material yang lebih bijak. Sedangkan bangunan cerdas menggabungkan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan otomatisasi untuk mengatur penggunaan energi secara efisien.

Teknologi seperti Internet of Things (IoT) yang mengatur suhu, pencahayaan, dan ventilasi secara otomatis mampu memperbaiki efisiensi pemakaian energi karena sistem menyesuaikan kebutuhan nyata pengguna secara real-time

Dalam konteks perkotaan, bangunan hijau bisa mengurangi dampak lingkungan negatif yang dihasilkan oleh struktur konvensional. Ide ini mencakup penggunaan material ramah lingkungan seperti bambu, kayu, dan beton daur ulang yang punya jejak karbon lebih rendah dibanding material biasa. Selain itu, orientasi bangunan dan desain ventilasi alami turut membantu menurunkan konsumsi listrik untuk AC atau penerangan.

Menurut kajian ilmiah tentang praktik konstruksi berkelanjutan di kawasan perkotaan, sektor bangunan merupakan salah satu penyumbang terbesar dari konsumsi energi dan emisi karbon. Melansir dari Paperzz, Selasa, 03 Februari 2026, penelitian menunjukkan bahwa bangunan menyumbang sekitar 40% dari total konsumsi energi global dan 36% emisi gas rumah kaca.

Source: Kotapedia

Selain itu, bangunan juga menggunakan sekitar 40% dari sumber daya air bersih di dunia. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan betapa pentingnya inovasi desain bangunan hijau untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan efisiensi sumber daya.

Berdasarkan penelitian lain dari jurnal “Utilization of sustainable BIM technology based on the Internet of Things in construction projects” yang diunggah dalam Springer, disebutkan bahwa integrasi material hemat energi dan teknologi otomasi pintar (smart building) dalam desain bangunan dapat menurunkan konsumsi energi signifikan, sekaligus mendukung penurunan jejak karbon sepanjang siklus hidup bangunan.

Penerapan panel surya, ventilasi alami, dan pencahayaan alami menjadi bagian penting dari strategi desain bangunan hijau yang hemat energi. Panel surya dapat memproduksi listrik secara mandiri, sehingga bangunan tidak sepenuhnya bergantung pada energi dari bahan bakar fosil. Ventilasi alami dan pencahayaan optimal juga membuat ruangan lebih nyaman tanpa membebani sistem pendingin.

Selain itu, pengelolaan air yang efisien seperti pemanenan air hujan dan penggunaan kembali air limbah untuk keperluan non-potable menjadi bagian integral dari bangunan yang berkelanjutan. Pemanfaatan ini menjadi penting terutama di wilayah perkotaan yang sering menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.

Tak hanya itu, pemerintah atau pemilik bangunan juga dapat memanfaatkan ruang hijau vertikal, yang membantu menyerap polusi udara, menurunkan suhu, serta memperbaiki kualitas udara. Ruang hijau ini dapat menciptakan kenyamanan visual sekaligus mendukung kesehatan penghuni bangunan.

Bagi generasi muda yang tumbuh di tengah urbanisasi dan perubahan iklim, inovasi bangunan hijau bukan sekedar arsitektur masa depan semata, tetapi juga cara baru agar hidup lebih sehat, efisien energi, dan ramah lingkungan. 

Dalam hal ini, partisipasi aktif masyarakat mulai dari desain hingga adopsi teknologi, sangat diperlukan untuk merealisasikan kota yang lebih berkelanjutan bagi generasi kini dan masa depan.