Tren Inspirasi

5 Tips Membuat Penampungan Air Hujan Sederhana

  • Musim hujan yang cukup deras dalam beberapa waktu terakhir bisa kamu memanfaatkan dengan membuat sistem penampungan air hujan di rumah.
Ilustrasi penampungan air hujan.
Ilustrasi penampungan air hujan. (freepik.com/wirestock)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Beberapa waktu terakhir, curah hujan di Indonesia cukup tinggi dan kerap turun dengan intensitas lebat. Daripada terbuang, kamu memanfaatkannya dengan membuat sistem penampungan air hujan di rumah.

Air adalah fondasi kehidupan sekaligus kebutuhan dasar bagi seluruh makhluk hidup di Bumi. Keberadaannya tidak hanya penting bagi kesejahteraan manusia, tapi juga menopang kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Dilansir dari pslh.ugm.ac.id, setiap orang memerlukan sekitar 50 liter air per hari untuk memenuhi empat kebutuhan dasar yaitu minum, kebersihan diri, memasak, dan sanitasi.

Sistem penampungan berfungsi menyimpan air hujan agar bisa dimanfaatkan kembali sebagai cadangan air bersih untuk kebutuhan non-konsumsi, terutama saat memasuki musim kemarau. Sebab, musim kemarau di Indonesia biasanya disertai kekeringan yang membuat pasokan air terbatas.

Tak hanya itu, dengan memanfaatkan air dari sistem penampungan, penggunaan air dari PDAM otomatis akan berkurang. Jadi, kamu bisa lebih hemat tiap bulan. Nah, biar bisa merasakan manfaat tersebut, kamu bisa membuat sistem penampungan air hujan. Berikut cara sederhana yang bisa kamu ikuti!

Tips Membuat Penampungan Air Hujan Sederhana

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tips membuat penampungan air hujan:

1. Menyediakan Bak Penampung Air

Cara paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menyiapkan bak atau ember di bawah aliran pipa yang terhubung dengan talang air. Air hujan yang terkumpul kemudian dipindahkan ke wadah penampungan yang lebih besar, seperti toren air yang telah dilengkapi sistem penyaring.

Dengan adanya filter tersebut, air hujan dapat disaring terlebih dahulu sehingga kualitasnya lebih aman dan layak digunakan.

2. Membuat Penampungan Air Hujan Kolektif

Jika membuat penampungan air hujan sendiri cukup berat, kamu bisa mengajak tetangga dalam satu kompleks untuk membuat sistem penampungan air hujan bersama.

Sediakan lahan yang luas, kemudian pasang tandon berkapasitas besar di area tersebut. Selanjutnya, pasang pipa untuk menyalurkan air ke rumah-rumah warga yang telah sepakat bekerja sama dalam pengelolaan penampungan kolektif tersebut.

3. Teknik Biopori

Kamu bisa membuat lubang biopori di beberapa sudut rumah yang memiliki curah hujan cukup tinggi. Biopori ini berfungsi menampung air saat hujan turun, dan teknik ini akan menyimpan air saat hujan yang mana langsung terserap ke dalam lubang-lubang biopri.

Proses pembuatan biopori tergolong mudah. Kamu perlu membuat lubang kecil di tanah, kemudian memasukkan pipa yang telah diberi lubang-lubang di setiap sisinya. Setelah itu, isi bagian dalamnya dengan dedaunan kering atau sampah organik yang nantinya akan berfungsi sebagai media penyerapannya.

Secara teknis, lubang biopori memiliki kesamaan dengan sumur resapan, namun perbedaannya terletak pada ukuran diameternya yang jauh lebih kecil. Karena dimensinya yang lebih sempit inilah, metode ini kemudian dikenal dengan istilah biopori.

4. Menggunakan Rainwater Utilization System

Selain digunakan untuk rumah, ini juga digunakan di berbagai jenis bangunan. Penerapan rainwater utilization system melalui beberapa tahap yang cukup panjang, mulai dari penampungan air hujan, penyaluran melalui pipa khusus, hingga proses penyaringan untuk memastikan kotoran serta zat berbahaya yang terbawa air hujan dapat tersaring dengan baik.

Setelah melewati tahap filtrasi, air kemudian disimpan di dalam tangki atau tandon yang telah disiapkan, sehingga siap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk membuat rainwater utilization system tidak murah tapi kamu akan mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Sumur Resapan

Sumur resapan adalah lubang yang dibuat untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah atau lapisan batuan pembawa air. Kini tersedia berbagai jenis atau model sumur resapan, seperti sistem saluran terbuka dan tertutup.

Bagi masyarakat umum, sumur resapan juga bisa dibangun di area pekarangan rumah dengan mengacu pada SNI No. 03-2453-2002 tentang tata cara perencanaan teknik sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan.