Tren Global

Trump Puji Orang Iran Cerdas, Ternyata IQ Mereka di Atas AS

  • Iran menjadi negara dengan salah satu IQ tertinggi di dunia. Faktor pendidikan STEM, riset teknologi, hingga budaya akademik menjadi kunci kecerdasannya.
Iran Celebrate.jpg
Rakyat Iran turun kejalan merayakan kemanangan dan gencatan senjata (Vahid Salemi/AP Photo)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Pujian terhadap kecerdasan masyarakat Iran datang dari sosok yang tidak terduga: Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di tengah ketegangan geopolitik panjang antara Washington dan Teheran, Trump justru menyebut rakyat Iran sebagai “orang-orang yang sangat cerdas” dan memiliki kemampuan negosiasi tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu, 17 Juni 2026, saat menghadiri KTT G7 di Évian-les-Bains, Prancis, setelah penandatanganan memorandum perdamaian interim 14 poin antara Amerika Serikat dan Iran yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka jalan menuju perundingan perdamaian permanen.

Dalam konferensi pers tersebut, Trump memberikan pujian terhadap kepemimpinan dan masyarakat Iran. “Para pemimpin baru Iran itu cerdas, sangat cerdas, mereka jauh lebih tidak radikal. Saya percaya mereka benar-benar mencintai negara mereka. Mereka adalah orang-orang baik,” ujar Trump dikutip Jumat, 17 Juni 2026.

Trump juga beberapa kali menyebut warga Iran sebagai “smart people” atau orang-orang cerdas karena menurutnya mereka memiliki sejarah panjang dalam diplomasi dan kemampuan negosiasi internasional.

Baca juga : MSCI Turunkan Nilai Transparansi Indonesia, Apa Dampaknya?

Namun, pujian tersebut muncul bersamaan dengan peringatan keras dari Trump bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan militer jika Iran melanggar kesepakatan yang telah dibuat.

“Kami akan membom mereka jika mereka melanggar perjanjian. Jika saya tidak suka, jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka.” tambah Trump.

Lantas, benarkah masyarakat Iran termasuk salah satu populasi dengan tingkat kecerdasan tertinggi di dunia?

Data IQ Iran: Masuk Empat Besar Dunia

Berdasarkan data International IQ Test yang diperbarui pada 1 Januari 2025, Iran menempati posisi sebagai salah satu negara dengan rata-rata IQ tertinggi di dunia.

Data tersebut berasal dari lebih dari 1,3 juta peserta dari berbagai negara yang mengikuti metode pengujian yang sama.

Berikut perbandingan rata-rata IQ beberapa negara:

  • China: IQ rata-rata 107,19 (peringkat 1 dunia)
  • Korea Selatan: IQ rata-rata 106,43 (peringkat 2 dunia)
  • Jepang: IQ rata-rata 106,40 (peringkat 3 dunia)
  • Iran: IQ rata-rata 106,30 (peringkat 4 dunia)
  • Singapura: IQ rata-rata 105,14 (peringkat 5 dunia)
  • Rusia: IQ rata-rata 103,16 (peringkat 6 dunia)
  • Amerika Serikat: IQ rata-rata 101,04 (peringkat 18 dunia)
  • Israel: IQ rata-rata 98,57 (peringkat 48 dunia)
  • Indonesia: IQ rata-rata 89,96 (peringkat 126 dunia)

Dalam pemeringkatan tahun 2026, Iran masih mempertahankan posisi empat besar dengan skor rata-rata IQ sekitar 104,8.

Fakta yang paling banyak menarik perhatian adalah skor IQ rata-rata Iran berada di atas Amerika Serikat dan Israel, dua negara yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan konflik dan rivalitas strategis dengan Teheran.

Namun para peneliti menekankan bahwa IQ bukan satu-satunya ukuran kecerdasan suatu bangsa. Faktor pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta akses terhadap teknologi juga memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan kognitif masyarakat.

Baca juga : Apakah B50 Aman untuk Innova dan Mobil Diesel Lain?

Mengapa IQ Rata-Rata Iran Sangat Tinggi?

Para peneliti dan pengamat pendidikan menghubungkan capaian Iran dengan sejumlah faktor struktural yang berkembang selama beberapa dekade. Beberapa faktor yang disebut berkontribusi antara lain,

  • Sistem pendidikan nasional yang menekankan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM)
  • Tradisi akademik dan budaya literasi yang kuat sejak era Persia kuno
  • Tingginya jumlah masyarakat bilingual dan multilingual yang dapat meningkatkan fleksibilitas kognitif
  • Perbaikan layanan kesehatan dan gizi masyarakat dalam beberapa dekade terakhir
  • Fenomena Flynn Effect, yaitu kenaikan rata-rata skor IQ global sekitar 2,31 poin setiap satu dekade akibat meningkatnya kualitas pendidikan dan standar kehidupan

Dengan kombinasi faktor tersebut, Iran berhasil menghasilkan jumlah besar ilmuwan, insinyur, dokter, matematikawan, dan peneliti yang berkontribusi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Strategi Iran Membangun Bangsa Berbasis Pengetahuan

Pemerintah Iran selama bertahun-tahun menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

Di bawah konsep yang dikenal sebagai “Jihad Pengetahuan”, kepemimpinan Iran mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk memperkuat negara, meningkatkan kemandirian teknologi, dan mempertahankan pengaruh geopolitik.

Fokus tersebut mencakup berbagai bidang strategis seperti:

  • Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)
  • Teknologi nuklir
  • Industri pertahanan
  • Bioteknologi
  • Kedokteran modern
  • Teknologi informasi dan komunikasi

Investasi Besar Iran dalam Artificial Intelligence (AI)

Iran melihat AI sebagai salah satu teknologi yang akan menentukan kekuatan negara pada masa depan. Sejumlah langkah strategis yang dilakukan antara lain,

  • Pada April 2026, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut AI sebagai isu strategis nasional
  • Pemerintah mengesahkan Dokumen Nasional Artificial Intelligence sebagai peta jalan pengembangan AI nasional
  • Pembentukan Organisasi Nasional Artificial Intelligence yang berada di bawah kantor presiden
  • Kementerian Sains Iran menyusun rencana aksi AI yang mencakup reformasi pendidikan, penguatan riset, komersialisasi teknologi, dan peningkatan posisi ilmiah Iran
  • Program “Iran Digital” diluncurkan untuk memberikan pendidikan AI kepada sekitar 4 juta pelajar

Presiden Masoud Pezeshkian juga menjadikan transfer hasil penelitian dari universitas ke industri sebagai salah satu prioritas pemerintahannya melalui program “Iran Scientific Dream”. Di balik keberhasilan akademik, sistem pendidikan Iran juga menghadapi berbagai kritik.

Salah satu yang paling kontroversial adalah ujian masuk perguruan tinggi nasional Konkour, yang oleh sebagian masyarakat dianggap bukan hanya sebagai ujian akademik, tetapi sebagai gerbang yang menentukan mobilitas sosial dan masa depan generasi muda.

Para kritikus menilai tekanan kompetisi yang sangat tinggi menciptakan ketimpangan akses pendidikan serta tekanan psikologis bagi pelajar.

Baca juga : Usai Review MSCI, IHSG Dibuka Naik 0,43 Persen Hari Ini

Bukti Kecerdasan Iran: Nobel, Teknologi, hingga Prestasi

Tingkat pendidikan dan penelitian Iran tercermin dari berbagai pencapaian ilmiah internasional.

Penghargaan dan Tokoh Ilmuwan

  • Omar M. Yaghi, ilmuwan berdarah Iran, menerima Nobel Kimia 2025 atas pengembangan Metal-Organic Frameworks (MOFs), material berpori yang digunakan dalam energi, lingkungan, dan kedokteran
  • Maryam Mirzakhani menjadi perempuan pertama dalam sejarah yang meraih Fields Medal pada 2014, penghargaan tertinggi di bidang matematika
  • Kaveh Madani menerima Stockholm Water Prize 2026 atas pengembangan konsep “water bankruptcy” yang mengubah pendekatan terhadap krisis air global

Inovasi Teknologi Iran 2025–2026

  • Peneliti Universitas Teknologi Amirkabir mengembangkan beton cetak 3D berkekuatan tinggi dengan ketahanan terhadap suhu ekstrem
  • Penelitian baterai lithium pintar berbasis kurkumin berhasil meningkatkan kapasitas dan usia pakai baterai
  • Iran berada di peringkat ke-4 dunia dalam penelitian mesin pesawat canggih, termasuk teknologi hipersonik
  • Iran masuk 14 besar dunia dalam produksi penelitian kecerdasan buatan
  • Iran menempati posisi pertama di antara 57 negara anggota dalam berbagai disiplin mikroelektronika
  • Iran masuk lima besar dunia dalam bidang regenerative medicine
  • Iran menyumbang sekitar 2% dari total publikasi global dalam bidang biologi sintetis dan menempati peringkat ke-8 dunia

Prestasi Pelajar dan Penemu

  • Pelajar Iran memenangkan tiga medali emas dan satu penghargaan khusus dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 di Bali
  • Para inventor Iran memperoleh lima medali emas dan empat medali perak dalam kompetisi IFIA 2025
  • Tim astronomi Iran meraih lima medali emas dalam Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional di India, sekaligus menjadi juara dunia selama dua tahun berturut-turut
  • Tim biologi Iran memperoleh medali emas dalam Olimpiade Biologi Internasional 2025 dan menempati posisi kedua dari 81 negara peserta

Data diatas menunjukkan Iran merupakan salah satu negara dengan tingkat IQ rata-rata tertinggi di dunia, dengan skor 106,3 berdasarkan International IQ Test 2025 dan tetap berada di jajaran empat besar dunia pada 2026 dengan skor sekitar 104,8.

Capaian tersebut didukung oleh investasi besar dalam pendidikan, sains, teknologi, kecerdasan buatan, serta budaya akademik yang telah berkembang selama berabad-abad.

Dari peraih Nobel, pemenang Fields Medal, penelitian AI, hingga prestasi pelajar internasional, Iran menunjukkan bahwa kecerdasan kolektif dapat diterjemahkan menjadi pencapaian nyata.

Namun di sisi lain, kecerdasan tidak membuat sebuah negara kebal terhadap perang, sanksi, dan konflik geopolitik. Di balik angka IQ yang tinggi terdapat masyarakat yang tetap harus menghadapi realitas politik dan keamanan yang kompleks.

Itulah paradoks Iran modern, salah satu bangsa paling terdidik dan berprestasi di dunia, tetapi juga salah satu yang paling lama hidup di bawah bayang-bayang konflik global.