Tren Global

Iran Gunakan Rudal Tercanggihnya Khorramshahr-4, Ini Kemampuannya

  • Khorramshahr-4, juga dikenal sebagai Kheibar merupakan rudal balistik terkuat yang pernah dimiliki Iran.
keibar.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID-Iran meluncurkan gelombang baru rudal balistik Khorramshahr-4 ke arah Tel Aviv pada larut malam tanggal 5 Maret 2026. Ini salah satu senjata terberat dan tercanggih dalam persenjataan rudal Teheran

Para pengamat yang melacak serangan tersebut mengatakan bahwa bukti dampak subamunisi di seluruh Israel tengah menunjukkan bahwa Khorramshahr-4 telah dikerahkan. Sebuah temuan yang konsisten dengan kemampuan rudal tersebut yang diketahui membawa hulu ledak kluster yang menyebarkan beberapa bahan peledak kecil di area yang luas. Sejumlah rekaman menunjukkan langit di atas Israel dipenuhi gerombolan amunisi yang bergerak Bersama.

Penggunaan amunisi cluster juga didasarkan pada pola kerusakan yang tersebar yang terlihat dalam gambar yang beredar dari lokasi kejadian. Ciri khas desain senjata tersebut.  Kebakaran dan kerusakan dilaporkan di setidaknya tiga lokasi di dalam dan sekitar Tel Aviv.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengkonfirmasi pengerahan tersebut. Dalam sebuah pernyataan mereka mengatakan bahwa rudal Khorramshahr-4 diluncurkan selama gelombang ke-19 dari apa yang mereka sebut "Operasi Janji Sejati,". Dengan hulu ledak seberat 1.000 kilogram, rudal-rudal itu ditujukan ke pusat Tel Aviv, Bandara Ben Gurion, dan apa yang mereka sebut sebagai Pangkalan Udara ke-27 Angkatan Udara Israel.

Para analis mencatat dengan menargetkan Bandara Ben Gurion, IRGC tampaknya memberi sinyal upaya untuk mengganggu gerbang internasional utama Israel. Ini  meniru dampak yang ditimbulkan oleh serangan udara Barat terhadap bandara-bandara Iran dan infrastruktur sipil di dalam Iran.

Rudal Terkuat

Khorramshahr-4, juga dikenal sebagai Kheibar merupakan rudal balistik terkuat yang pernah dimiliki Iran. Pertama kali diperkenalkan pada Mei 2023,  rudal ini dilaporkan memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer, panjang 13 meter, dan membawa hulu ledak seberat sekitar 1.000 kilogram. Pejabat Iran mengklaim rudal ini dapat mencapai kecepatan 16 Mach di luar atmosfer,  dan 8 Mach di dalam atmosfer.

Yang membuat senjata ini sangat menantang bagi pihak bertahan adalah konfigurasi amunisi klusternya. Penilaian Pasukan pertahanan Israel (IDF) sebelumnya telah menetapkan bahwa hulu ledak Khorramshahr-4 dapat terbuka saat turun pada ketinggian sekitar 7 kilometer. Mereka  melepaskan sekitar 20 submunisi dengan  masing-masing membawa sekitar 2,5 kilogram bahan peledak. Radius sebaran amunisi sekitar 16 kilometer. Pola penyebaran yang luas inilah yang diidentifikasi oleh para pengamat setelah serangan 5 Maret di Tel Aviv.

Amunisi cluster Khorramshahr-4  di langit Israel/X

Rudal ini juga dilengkapi dengan re-entry vehicle yang dapat bermanuver dan memiliki sirip kendali serta navigasi satelit. Sistem bahan bakar hipergoliknya memungkinkan persiapan peluncuran dalam waktu kurang dari 12 menit. Ini secara signifikan mengurangi jendela waktu untuk deteksi sebelum peluncuran.

Komandan Divisi Dirgantara IRGC Jenderal Amir Ali Hajizadeh sebelumnya mengatakan bahwa satu unit Khorramshahr-4 dapat menyerang hingga 80 target terpisah melalui kemampuan subamunisinya.

Rudal Khorramshahr berawal dari teknologi Hwasong-10 Korea Utara. Rudal telah dikembangkan melalui empat generasi berturut-turut sejak uji coba pertamanya pada tahun 2017. Nama Kheibar merujuk pada Pertempuran Kheibar. Sebuah pertempuran militer abad ketujuh yang memiliki simbolisme historis yang tajam dalam konteks persaingan Israel-Iran.

Pengerahan Khorramshahr-4 dengan hulu ledak klusternya terjadi seiring dengan pergeseran nyata strategi rudal Iran secara keseluruhan. Terutama  sejak dimulainya permusuhan pada 28 Februari.

Para analis militer telah mengamati bahwa Iran telah beralih dari serangan terkoordinasi besar-besaran yang melibatkan puluhan rudal menjadi serangan yang lebih kecil, dan lebih sering tiba setiap satu atau dua jam sekali. Perubahan ini dikaitkan oleh IDF dengan serangan terus-menerus Israel dan Amerika terhadap peluncur bergerak di wilayah Iran

Kepala Komando Pusat Amerika atau Centcom mengatakan bahwa serangan rudal balistik Iran telah menurun sebesar 90 persen sejak perang dimulai.

Pergeseran ke arah Khorramshahr-4 dan muatan submunisinya menunjukkan bahwa Teheran berupaya memaksimalkan daya hancur dari setiap peluncuran individual. Alih-alih mengandalkan volume tembakan yang besar seperti yang terjadi pada jam-jam awal perang