Tren Ekbis

Transaksi Nirsentuh Dorong Fee Income BRI Naik 770 Persen

  • Transaksi debit contactless BRI melonjak 1.144% hingga Maret 2026. Nilai transaksi capai Rp15,9 triliun dan dorong fee-based income.
WhatsApp Image 2026-05-01 at 15.55.22.jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat lonjakan tajam penggunaan pembayaran nirsentuh. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat lonjakan tajam penggunaan pembayaran nirsentuh. Hingga Maret 2026, frekuensi transaksi debit contactless tumbuh 1.144% secara tahunan, sementara nilai transaksi mencapai Rp15,9 triliun atau naik 1.195% yoy.

Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat perubahan perilaku nasabah menuju transaksi digital yang lebih cepat dan praktis. Sejak diluncurkan pada Oktober 2024, jumlah kartu debit contactless BRI telah mencapai 1 juta kartu, tumbuh 796% yoy.

Peningkatan ini didorong perluasan ekosistem pembayaran, termasuk penguatan jaringan EDC merchant yang sudah dilengkapi teknologi contactless.

Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyebut pengembangan ini menjadi bagian dari transformasi BRIvolution Reignite. “Layanan contactless kami dorong untuk meningkatkan aktivitas transaksi sekaligus memperkuat basis dana murah perseroan,” ujarnya.

Fee-Based Income Ikut Terdorong

Tidak hanya dari sisi volume, pertumbuhan contactless juga berdampak langsung pada pendapatan berbasis komisi.

Fee-based income dari layanan ini tumbuh 770,5% yoy, menunjukkan transaksi digital mulai menjadi sumber pendapatan yang semakin signifikan bagi bank.

BRI menekankan aspek keamanan melalui teknologi Near Field Communication (NFC) yang hanya bekerja dalam jarak dekat.

Selain itu, sistem dilengkapi pembatasan nominal, enkripsi data, serta pemantauan real-time untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan.

Contactless Jadi Gerbang Dana Murah

Lonjakan transaksi contactless menunjukkan perubahan cara nasabah berinteraksi dengan layanan perbankan. Transaksi semakin cepat dan tanpa sentuhan fisik, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagi BRI, peningkatan frekuensi transaksi ini tidak hanya soal volume, tetapi juga strategi memperkuat dana murah. Semakin sering nasabah bertransaksi, semakin besar peluang dana tetap mengendap di sistem perbankan.

Di sisi lain, pertumbuhan fee-based income menunjukkan bank mulai menggeser sumber pendapatan, tidak hanya bergantung pada kredit tetapi juga dari aktivitas transaksi. Tren ini sejalan dengan kompetisi industri yang semakin mengarah ke layanan digital dan ekosistem pembayaran.

Insight

Pertumbuhan pesat transaksi contactless menjadi sinyal kuat transformasi digital BRI mulai menghasilkan dampak nyata. Dengan kombinasi volume transaksi dan pendapatan berbasis komisi, layanan ini berpotensi menjadi salah satu pilar pertumbuhan baru ke depan.