Tren Ekbis

Transaksi BRILink Capai Rp420 T, Jadi Andalan Warga Desa

  • BRILink Agen capai 1,18 juta dan jangkau 80% desa. Transaksi tembus Rp420 triliun, dorong inklusi keuangan dan ekonomi lokal.
WhatsApp Image 2026-05-05 at 09.59.52.jpeg
BRILink Agen capai 1,18 juta dan jangkau 80% desa. Transaksi tembus Rp420 triliun, dorong inklusi keuangan dan ekonomi lokal. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperluas inklusi keuangan melalui jaringan BRILink Agen yang kini menembus 1,18 juta agen hingga Maret 2026. Jaringan ini telah menjangkau 66.450 desa atau lebih dari 80% wilayah desa di Indonesia.

Ekspansi ini memperkuat posisi BRILink sebagai kanal layanan keuangan berbasis kemitraan yang langsung terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Sepanjang triwulan I-2026, BRILink Agen mencatat volume transaksi Rp420 triliun. Aktivitas ini ikut mendorong pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) BRI yang mencapai Rp459 miliar.

Jaringan Desa Jadi Tulang Punggung Transaksi

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyebut BRILink Agen menjadi kanal utama dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.

“Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses dan mempercepat transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

BRILink menyediakan berbagai layanan mulai dari transfer, pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga setor dan tarik tunai, menjadikannya titik layanan keuangan terdekat di banyak wilayah.

Dorong Dana Murah dan Aktivitas Ekonomi

Kontribusi BRILink juga terlihat dari penghimpunan dana murah (CASA) yang mencapai Rp30 triliun secara rata-rata harian, tumbuh 18,37% yoy.

Selain itu, penyaluran dana talangan melalui agen meningkat 33,29% yoy menjadi Rp7,2 triliun. Hal ini menunjukkan peran agen tidak hanya sebagai perantara transaksi, tetapi juga bagian dari perputaran likuiditas di tingkat lokal.

Peningkatan ini memperkuat fungsi BRILink sebagai penghubung antara layanan perbankan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Insight 

Perkembangan BRILink menunjukkan pergeseran peran agen dari sekadar kanal transaksi menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi desa. Dengan akses layanan keuangan yang semakin dekat, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk bertransaksi tanpa harus bergantung pada kantor cabang.

Di sisi lain, bagi BRI, jaringan ini memperkuat penghimpunan dana murah sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi yang berdampak pada pendapatan berbasis layanan. Model berbasis agen juga menjadi strategi efisien untuk menjangkau wilayah luas tanpa ekspansi fisik yang besar.

Dengan penetrasi lebih dari 80% desa, BRILink mulai membentuk ekosistem keuangan yang terintegrasi di level komunitas, yang dalam jangka panjang dapat mempercepat inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.