Siapa Raja Logistik Indonesia? Ini Daftar Pemimpin Pasarnya
- JAKARTA, TRENASIA.ID – J&T Express masih menjadi perusahaan logistik terbesar di Indonesia pada 2025 dengan pangsa pasar sekitar 30%, disusul Shopee Expres

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - J&T Express masih menjadi perusahaan logistik terbesar di Indonesia pada 2025 dengan pangsa pasar sekitar 30%, disusul Shopee Express (SPX) sekitar 27,9%. Dominasi keduanya terjadi di tengah pertumbuhan pesat industri courier, express, and parcel (CEP) yang didorong lonjakan transaksi e-commerce.
Berdasarkan laporan Mordor Intelligence, nilai pasar courier, express, and parcel (CEP) Indonesia, pasar logistik Indonesia diperkirakan mencapai US$7,86 miliar pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$11,15 miliar pada 2030, atau meningkat dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 7,24%.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya belanja online melalui platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada. Dengan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan melampaui US$130 miliar, perusahaan logistik kini tidak hanya bersaing dalam tarif pengiriman, tetapi juga kecepatan, jangkauan layanan, pemanfaatan teknologi, serta efisiensi operasional.
Siapa Perusahaan Logistik Terbesar di Indonesia pada 2025?
Lima perusahaan logistik terbesar di Indonesia pada 2025 meliputi:
- J&T Express (pangsa pasar sekitar 30%)
- Shopee Express/SPX (pangsa pasar sekitar 27,9%)
- JNE (salah satu pemain terbesar di segmen ekspedisi nasional)
- SiCepat Express (terus memperluas pangsa pasar melalui inovasi layanan)
- Pos Indonesia (menargetkan pangsa pasar 25% dalam lima tahun melalui transformasi bisnis)
Persaingan diatas menunjukkan industri logistik Indonesia kini didominasi dua pemain besar, sementara perusahaan ekspedisi konvensional terus bertransformasi untuk mempertahankan daya saing.
J&T Express mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar berkat jaringan distribusi yang luas, efisiensi operasional, serta tingginya volume pengiriman.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Melambat ke 5,29 Persen, RI Mulai Kehilangan Momentum
Di kawasan Asia Tenggara, perusahaan menguasai sekitar 34,4% pangsa pasar, menjadikannya salah satu perusahaan logistik terbesar di kawasan.
Sepanjang 2025, J&T mencatat sejumlah kinerja positif, antara lain:
- Pendapatan global mencapai US$12,2 miliar, naik 18,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Laba bersih yang disesuaikan meningkat menjadi US$425 juta, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024.
- Total paket yang dikirim mencapai 30,1 miliar paket secara global.
- Volume pengiriman di Indonesia tumbuh lebih dari 60% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III 2025.
Pada semester I 2025, J&T juga membukukan pendapatan US$5,5 miliar dengan laba bersih yang disesuaikan sebesar US$156 juta, meningkat 147,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagaimana Shopee Express Mampu Mengejar J&T?
Shopee Express (SPX) menjadi pesaing terdekat J&T karena memiliki keunggulan berupa integrasi langsung dengan ekosistem Shopee.
Dengan pangsa pasar sekitar 27,9%, SPX memperoleh keuntungan dari tingginya transaksi di platform e-commerce sehingga mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mempercepat waktu pengiriman.
Pada kuartal II 2025, bisnis logistik diperkirakan menyumbang sekitar 42% terhadap pendapatan Shopee. Secara keseluruhan, Shopee membukukan laba operasi sebesar US$581 juta pada 2025, didukung investasi besar pada jaringan logistik.
Baca juga : Apakah Uang Benar-benar Membuat Bahagia? Ini Jawaban Ilmu Ekonomi

Strategi JNE Mempertahankan Pasar?
Sebagai salah satu perusahaan ekspedisi tertua di Indonesia, JNE tetap menjadi pemain utama meskipun menghadapi tekanan dari ekspansi J&T dan Shopee Express. Perusahaan kini memperkuat bisnis di sektor e-commerce dan business-to-business (B2B).
Untuk 2026, JNE menargetkan pertumbuhan volume pengiriman maupun pendapatan di kisaran 20% hingga 30% melalui penguatan layanan dan perluasan kerja sama dengan pelaku usaha.
Apa Strategi SiCepat Menghadapi Persaingan?
SiCepat memilih fokus meningkatkan pengalaman pelanggan. Perusahaan mencatat peningkatan kepuasan pelanggan sebesar 16%, tertinggi di industri logistik Indonesia.
Sekitar 8% konsumen memilih SiCepat karena faktor kecepatan pengiriman. Selain itu, SiCepat juga menjalin kerja sama dengan Pos Indonesia guna memperluas jangkauan distribusi nasional.
Mengapa Kinerja Pos Indonesia Menurun?
Berbeda dengan perusahaan logistik swasta, Pos Indonesia menghadapi tekanan terhadap kinerja keuangan sepanjang semester I 2025. Perusahaan mencatat,
- Pendapatan bersih turun 34,09% menjadi Rp1,80 triliun.
- Laba bersih turun 52,60% menjadi Rp117,80 miliar.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi tidak adanya proyek penyaluran bantuan beras Bulog seperti pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Pos Indonesia terus melakukan transformasi melalui digitalisasi operasional.
Perusahaan telah mengoperasikan sekitar 150 robot sortir yang diklaim meningkatkan efisiensi hingga 42%. Dalam lima tahun mendatang, Pos Indonesia menargetkan peningkatan pangsa pasar dari 15% menjadi 25%.
Baca juga : Mengapa Rasa Cukup Sulit Dicapai Meski Gaji Terus Bertambah?
Apa yang Mendorong Pertumbuhan Industri Logistik Indonesia?
Pertumbuhan industri logistik Indonesia masih ditopang oleh perkembangan e-commerce yang terus meningkat setiap tahun. Nilai pasar logistik e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai US$5,20 miliar pada 2025, didukung tingginya aktivitas transaksi di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada.
Selain peningkatan volume paket, perusahaan logistik juga mulai berinvestasi pada:
- otomatisasi gudang,
- robot sortir,
- kecerdasan buatan (AI),
- optimasi rute pengiriman,
- digitalisasi layanan pelanggan.
Investasi tersebut menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan daya saing.
Prospek Industri Logistik Indonesia
Prospek industri logistik nasional diperkirakan masih positif hingga beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan ekonomi digital, meningkatnya transaksi e-commerce, serta kebutuhan layanan pengiriman yang semakin cepat diperkirakan terus mendorong permintaan jasa logistik.
Namun, persaingan juga diperkirakan semakin ketat karena perusahaan tidak lagi hanya bersaing melalui tarif pengiriman, melainkan juga kualitas layanan, teknologi, kecepatan distribusi, serta kemampuan membangun ekosistem digital.
Hingga 2025, J&T Express masih menjadi pemimpin pasar logistik Indonesia berdasarkan pangsa pasar dan volume pengiriman. Shopee Express terus mempersempit jarak melalui kekuatan ekosistem e-commerce, sementara JNE, SiCepat, dan Pos Indonesia menjalankan berbagai strategi transformasi untuk mempertahankan daya saing di tengah pertumbuhan industri yang semakin kompetitif.

Muhammad Imam Hatami
Editor
