Tren Ekbis

RMAB, MNCN dan STA Bangun Ekosistem Media Terintegrasi

  • RMAB, MNCN, dan STA menjalin kemitraan strategis untuk mengintegrasikan jaringan televisi, radio, portal berita digital, dan streaming di Indonesia.
iStock_000020240421Medium-1024x770.jpg
Ilustrasi bisnis media. (iStock)

JAKARTA, TRENASIA.ID — PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB) dari Republikorp Group, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Sinergi Terang Abadi (STA) menjalin kemitraan strategis untuk membangun ekosistem media terintegrasi di Indonesia.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani pada 14 September 2026. Kolaborasi ini mencakup jaringan televisi berita, radio, portal berita digital, serta layanan streaming yang akan dikelola dalam satu kelompok usaha media.

Dari MNCN, kerja sama mencakup iNews Media Group (IMG), PT MNC Televisi Network yang dikenal sebagai iNews TV, serta PT MNC Multimedia Nusantara yang mengelola portofolio radio grup.

Sementara itu, dari STA, kemitraan melibatkan PT Media Platform Indonesia (MPI), yang menaungi sejumlah platform berita digital, antara lain Okezone.com, iNews.id, Sindonews.com, dan News+.

Ekosistem iNews juga mencakup IDX Channel, baik dalam bentuk saluran televisi maupun portal digital yang berfokus pada pemberitaan pasar modal, ekonomi, bisnis, dan industri keuangan.

Berdasarkan keterangan perusahaan, berbagai platform yang masuk dalam kerja sama ini memiliki sekitar 72 juta pengikut dan pelanggan di media sosial serta menghasilkan sekitar 1,8 miliar penayangan setiap bulan.

Kemitraan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kelompok media berita dan olahraga yang terintegrasi di platform konvensional maupun digital. Fokusnya mencakup penguatan pemberitaan nasional dan daerah, pengembangan konten olahraga, serta percepatan transformasi digital dan distribusi lintas platform.

Perkuat Jaringan Berita dan Distribusi Digital

CEO IMG sekaligus Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi bisnis media berita dan olahraga.

“Kerja sama strategis ini merupakan langkah penting dalam memperkuat dan mempercepat transformasi ekosistem media berita dan olahraga kami. Melalui kolaborasi yang memadukan kekuatan jaringan nasional, kapabilitas produksi konten, teknologi digital, dan distribusi lintas platform, kami ingin menghadirkan informasi yang semakin relevan, kredibel, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Angela.

Ia juga menyoroti jaringan daerah dan jurnalis sebagai bagian yang akan diperkuat melalui kemitraan tersebut.

“Kekuatan terbesar iNews terletak pada jaringan daerahnya dan pada para jurnalis yang bekerja di dalamnya, dan justru itulah yang akan kami perkuat bersama RMAB. Kami optimistis kemitraan ini akan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi pemirsa, pengguna, mitra usaha, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Founder and Chairman Republikorp Group Norman Joesoef mengatakan kerja sama tersebut didasarkan pada prospek jangka panjang industri media Indonesia. Ia menyebut kolaborasi dengan MNC akan menggabungkan jaringan media nasional, tata kelola perusahaan, teknologi, dan pengembangan konten.

“Kerja sama ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek jangka panjang industri media di Indonesia. Bersama MNC, kami akan membangun platform media terintegrasi berskala nasional yang didukung oleh tata kelola profesional, inovasi teknologi, dan konten berkualitas,” kata Norman.

Norman juga menyampaikan komitmen untuk menjaga keberlangsungan operasional dan independensi redaksi selama pengembangan kemitraan.

“Komitmen kami jelas: menjaga siaran tetap berjalan, menjaga independensi redaksi, dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia serta teknologi yang dibutuhkan untuk bersaing pada era distribusi digital. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem informasi nasional serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Independensi Redaksi Tetap Jadi Perhatian

Dalam keterangan perusahaan, kerja sama akan dijalankan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan tetap menjaga independensi redaksi.

Keputusan pemberitaan disebut tetap berada di tangan jajaran redaksi, dengan mengacu pada Undang-Undang Pers, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, serta kode etik jurnalistik yang berlaku.

Seluruh layanan televisi, radio, dan digital juga dinyatakan akan tetap beroperasi selama proses transisi untuk menjaga kesinambungan layanan bagi pemirsa, pendengar, dan pengguna.