Pertumbuhan Harta Immanuel Ebenezer, Wamenaker yang Kena OTT KPK
- Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan pertumbuhan aset Immanuel Ebenezer cukup mencengangkan selama beberapa tahun terakhir. Berikut ulasannya.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer dalam operasi tangkap tangan (OT). Sosok yang akrab disapa Noel ini tercatat sebagai anggota perdana Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran yang terjebak dalam operasi penegakan hukum KPK.
Ketika dikonfirmasi pada Kamis, 21 Agustus 2025, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, memberikan jawaban singkat. “Benar,” ujarnya dikutip dari Antara. Meski telah mengonfirmasi penangkapan tersebut, KPK belum mengungkap tuduhan yang menimpa mantan loyalis Joko Widodo tersebut.
Namun informasi yang beredar menyebutkan OTT berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ada sekitar 10 orang lain yang turut diamankan bersama Noel.
Sesuai ketentuan, KPK memiliki batas waktu 24 jam untuk memutuskan tindak lanjut pasca-OTT, termasuk kemungkinan penetapan status tersangka dan proses penyidikan.
Kekayaan Noel Melonjak Drastis
Terlepas dari kasus yang menderanya, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan pertumbuhan aset Immanuel Ebenezer cukup mencengangkan selama beberapa tahun terakhir.
Perkembangan Kekayaan dari Waktu ke Waktu
| Tahun | Jabatan | Nilai Kekayaan |
| 2020 | Komisaris Independen PT Mega Eltra | Rp2,96 miliar |
| 2021 | Komisaris Utama PT Mega Eltra | Rp4,84 miliar |
| 2024 | Wakil Menteri Ketenagakerjaan | Rp17,62 miliar |
| Pertumbuhan Kekayaan 2020-2024 | Rp14,66 miliar |
Lonjakan paling spektakuler terjadi antara 2021-2024, di mana kekayaannya meningkat hampir empat kali lipat dari posisi sebelumnya. Jika dikalkulasi, kenaikan harta dari 2020 ke 2024 mencapai hampir Rp15 miliar.
Detail Komposisi Kekayaan (Per Januari 2025)
Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 17 Januari 2025, berikut breakdown aset Noel:
1. Properti dan Tanah (Rp12,1 miliar - 68,7%)
Rumah 83 m² di Depok: Rp700 juta
Rumah 160 m² di Depok: Rp1,5 miliar
Rumah 137 m²/274 m² di Depok: Rp1,7 miliar
Tanah kosong 3.090 m² di Bogor: Rp1,54 miliar
Kompleks tanah dan bangunan 2.260 m²/500 m² di Depok: Rp6,7 miliar
2. Kendaraan dan Transportasi (Rp3,3 miliar - 18,7%)
Toyota Land Cruiser 300 VX (2023): Rp2,3 miliar
Mitsubishi Pajero (2020): Rp500 juta
Toyota Fortuner (2022): Rp430 juta
Kia Picanto (2015): Rp90 juta
Yamaha NMAX (2015): Rp16 juta
3. Likuiditas dan Aset Bergerak (Rp2,13 miliar - 12,1%)
Kas dan setara kas: Rp2,02 miliar
Harta bergerak lainnya: Rp109,5 juta
4. Utang: Nihil
Yang menarik perhatian, dalam laporan tersebut Noel tidak mencatat adanya kewajiban utang, sehingga seluruh aset senilai Rp17,62 miliar merupakan kekayaan bersih tanpa beban finansial apapun.
Porsi terbesar kekayaannya terkonsentrasi pada sektor properti yang mencapai hampir 70% dari total aset, diikuti koleksi kendaraan mewah dan likuiditas yang cukup besar.
Profil Immanuel Ebenezer
Immanuel Ebenezer adalah kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum Kelompok Relawan Prabowo. Pengangkatannya sebagai Wamenaker diresmikan Prabowo di Istana Negara pada Oktober 2024, dengan tugas mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli untuk periode 2024-2029.
Perjalanan politik Noel cukup dinamis. Pada Pilpres 2019, dia justru mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin melalui organisasi Relawan Jokowi Mania (Joman) yang didirikannya sendiri. Di dunia korporasi, Noel pernah mendapat kepercayaan dari Menteri BUMN Erick Thohir untuk memimpin PT Mega Eltra sebagai komisaris utama pada Juni 2021.
Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Namun, masa jabatannya berakhir lebih cepat ketika Erick Thohir memutuskan untuk memberhentikannya pada Maret 2022.
Baca Juga: Wamenaker Janji Perjuangkan Hak Buruh Sritex Usai PHK Massal
Pemberhentian tersebut diduga berkaitan dengan keterlibatan Noel sebagai saksi dalam sidang mantan Sekum FPI Munarman, di mana dia menyampaikan kesaksian bahwa Munarman bukanlah seorang teroris. Pernyataan kontroversial ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat.
Menjelang Pilpres 2024, pria kelahiran 22 Juli 1975 ini sempat menunjukkan dukungan kepada Ganjar Pranowo dengan membentuk kelompok relawan Ganjar Pranowo Mania. Akan tetapi, keputusannya berubah pada Februari 2023 ketika dia membubarkan kelompok tersebut dan berpindah haluan untuk mendukung Prabowo Subianto dalam kontestasi kepresidenan 2024.

Chrisna Chanis Cara
Editor
