Tren Ekbis

Pasca Jadi PTN-BH, Ini Daftar Bisnis UNS untuk Cari Pendapatan Mandiri

  • Sebagai PTN-BH, UNS mengembangkan sumber pendapatan mandiri. Ada UNS Inn, SPBU Modular, Smartwasser, bengkel hingga PT Semar Sarana Sejahtera.
,uns.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) mendorong Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk memperkuat kemandirian finansial melalui diversifikasi sumber pendapatan. Selain mengandalkan pendanaan pendidikan dan dukungan pemerintah, UNS mengoptimalkan berbagai unit usaha sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis baru.

UNS ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada Oktober 2020. PTN-BH merupakan status yang memberikan otonomi lebih luas kepada perguruan tinggi negeri untuk mengelola bidang akademik dan nonakademik secara mandiri, termasuk organisasi, keuangan, aset, hingga pengembangan usaha.

Dengan status tersebut, UNS tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dituntut membangun tata kelola dan sumber pendanaan yang lebih mandiri.

Dalam konteks keuangan, UNS perlu meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan secara mandiri. Salah satu strategi yang ditempuh adalah mengembangkan unit bisnis dan mengomersialkan potensi yang dimiliki universitas.

Pengelolaan berbagai kegiatan usaha tersebut berada di bawah koordinasi Badan Pengelola Usaha (BPU) UNS, dengan tujuan membangun tata kelola bisnis yang lebih profesional sekaligus mengoptimalkan aset dan potensi komersial universitas.

Bisnis Hotel hingga Bengkel 

Dilansir dari laman uns.ac.id, Selasa, 25 Agustus 2026, salah satu sektor usaha yang dikembangkan UNS adalah perhotelan dan akomodasi. Universitas memiliki UNS Inn dan UNS Tower yang menjadi bagian dari unit usaha di bidang akomodasi.

Kehadiran bisnis perhotelan memberikan peluang bagi UNS untuk mengoptimalkan aset sekaligus menyediakan fasilitas akomodasi bagi sivitas akademika, tamu universitas, peserta kegiatan, maupun masyarakat umum.

Selain perhotelan, UNS juga mengembangkan sektor kuliner dan minuman. Beberapa unit usaha yang dijalankan antara lain Catering UNS, Café UNS, dan Smartwasser.

Catering UNS menyediakan layanan katering untuk berbagai kegiatan. Sementara Café UNS dikembangkan sebagai usaha kuliner di lingkungan kampus. Adapun Smartwasser merupakan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dikembangkan UNS.

Diversifikasi tersebut membuat aktivitas bisnis UNS tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha. Potensi pasar juga berasal dari kebutuhan internal kampus serta masyarakat di sekitar universitas.

UNS juga mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan otomotif dan layanan kendaraan. Unit usaha yang dikembangkan mencakup Modular Refueling Station, Repair Shop, dan Auto 11. Bisnis tersebut mencakup fasilitas pengisian bahan bakar serta layanan perbaikan dan perawatan kendaraan.

Di sektor ritel, UNS memiliki Three Eleven, yang menjadi toko resmi untuk menyediakan berbagai cinderamata dan merchandise khas universitas.

UNS juga memiliki SPBU sendiri di dalam kawasan kampus. SPBU tersebut merupakan SPBU Modular yang diresmikan pada 12 Januari 2021. Pengembangan bisnis tersebut merupakan bagian dari upaya UNS mengoptimalkan aset dan ekosistem kampus agar dapat menghasilkan nilai ekonomi.

Bentuk Holding PT Semar Sarana Sejahtera

Untuk memperkuat pengelolaan bisnis, UNS juga membentuk PT Semar Sarana Sejahtera sebagai perusahaan berbentuk perseroan terbatas.

Perusahaan tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan dan mengelola potensi bisnis UNS secara lebih terstruktur. Setidaknya terdapat tiga fungsi utama yang diarahkan melalui perusahaan tersebut.

  • Pertama, merevitalisasi bisnis yang sudah berjalan agar memiliki kinerja dan tata kelola yang lebih baik.
  • Kedua, mengembangkan bisnis baru berdasarkan peluang yang tersedia.
  • Ketiga, mengkomersialkan hasil riset dan inovasi sivitas akademika UNS sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Strategi komersialisasi hasil riset menjadi penting bagi PTN-BH karena universitas memiliki sumber daya berupa peneliti, laboratorium, teknologi, dan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru.

Pengembangan bisnis UNS tidak berhenti pada unit usaha yang sudah berjalan. Melalui PT Semar Sarana Sejahtera, UNS juga membuka peluang ekspansi ke sejumlah sektor.

Bidang yang berpotensi dikembangkan antara lain jasa konsultansi, event organizer (EO), paket wisata, klinik kesehatan, apotek, produk herbal, serta alat kesehatan.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa model bisnis perguruan tinggi PTN-BH semakin diarahkan pada pemanfaatan kompetensi dan aset universitas secara lebih luas.

Misalnya, jasa konsultansi dapat memanfaatkan keahlian akademisi UNS, sementara pengembangan produk herbal dan alat kesehatan dapat terhubung dengan aktivitas penelitian dan inovasi.

Sumber Pendapatan UNS Tak Hanya dari Bisnis

Meski bisnis menjadi salah satu strategi kemandirian keuangan, sumber pendapatan UNS juga berasal dari sektor lain. Biaya pendidikan seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) menjadi salah satu sumber pendanaan utama.

UNS juga memperoleh pendapatan melalui kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi dengan industri maupun pihak ketiga, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, pengelolaan aset dan dana abadi menjadi instrumen lain untuk menciptakan sumber pendanaan yang lebih berkelanjutan.

Universitas juga dapat memperoleh pendapatan dari layanan penunjang akademik, seperti pemanfaatan laboratorium, fasilitas olahraga, asrama, medical center, percetakan, dan penerbitan.

Dengan diversifikasi tersebut, model pendanaan UNS sebagai PTN-BH tidak hanya bertumpu pada APBN maupun biaya pendidikan mahasiswa.

Pengembangan unit bisnis, optimalisasi aset, kerja sama dengan industri, komersialisasi hasil riset, serta pengelolaan dana abadi menjadi bagian dari strategi UNS membangun kemandirian keuangan perguruan tinggi.

Pada akhirnya, tantangan UNS bukan sekadar memiliki banyak unit usaha, tetapi memastikan seluruh bisnis tersebut memiliki tata kelola profesional, menghasilkan nilai ekonomi, dan tetap mendukung fungsi utama perguruan tinggi dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.