Masih Melambat, BI Catat Uang Beredar Sebanyak Rp6.742,9 Triliun
- Angka tersebut tumbuh sebesar 12,3% year-on-year (yoy), meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,3% yoy.

Aprilia Ciptaning
Author
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengatakan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada September 2020, tercatat sebesar Rp6.742,9 triliun.
Angka tersebut tumbuh sebesar 12,3% year-on-year (yoy), meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,3% yoy.
Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko mengungkapkan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan M1 sebesar 17,6% yoy.
“Pertumbuhan M1 lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Agustus 2020 sebesar 19,3 persen yoy,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 27 Oktober 2020.
- Kongkalikong di Balik Ekspor Benih Lobster, Bikin Menteri KKP Edhy Prabowo Diringkus KPK
- Ganjar Ungkap Alasan Ketimpangan Industri di Selatan dan Utara Jateng
- Breaking News: KPK Tetapkan 7 Tersangka Termasuk Menteri KKP Edhy Prabowo, Siapa 6 Lainnya?
- Sesama Grup Djarum: BCA dan Blibli Gelar Festival Otomotif Virtual, Banyak Diskon
- Properti Harga Murah Sepi Peminat Saat Rumah Menengah Naik 8,5 Persen
Di samping itu, pertumbuhan uang kuasi juga melambat dari 11,5% yoy pada Agustus 2020 menjadi 10,6% (yoy) pada September 2020. Pun dengan surat berharga selain saham pada September 2020 yang tercatat kontraksi sebesar 13,9% yoy.
Onny menjelaskan, berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada September 2020 didorong oleh peningkatan ekspansi keuangan pemerintah.
“Peningkatan ekspansi keuangan pemerintah tercermin pada pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang mengalami tren peningkatan,” jelasnya.
Tagihan tersebut meningkat dari 65,1% yoy pada Agustus 2020 menjadi 76,7% yoy pada September 2020.
Selain itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 16,7% yoy pada September 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Agustus 2020 sebesar 13,8% yoy.
Kemudian, faktor terakhir adalah kredit yang terkontraksi 0,4% yoy pada September 2020, berbalik arah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6% yoy. (SKO)
