Tren Ekbis

Kredit Hijau BBCA Tumbuh 19 Persen, Ditopang Proyek EBT

  • Kinerja BCA (BBCA) semester I 2026 mencatat kredit Rp1.036 triliun dan laba bersih Rp29,5 triliun. NPL turun menjadi 1,9 persen. Sementara kredit hijau tercatat tumbuh 19 persen.
kantor bca.jpg
Kantor Cabang Utama BCA di Kota Balikpapan. Laba bersih BCA pada Kuartal I 2026 sentuh Rp29,5 triliun. (ibukotakini.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan kinerja yang solid hingga semester I 2026. Total kredit BCA per Juni 2026 menembus Rp1.036 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan kredit tersebut terjadi di seluruh segmen, mulai dari korporasi, komersial dan usaha kecil menengah (UKM), hingga konsumer. BCA memaparkan kinerja tersebut dalam Public Expose 2026 pada 9 September 2026.

Yang menarik, ekspansi kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio non-performing loan (NPL) BCA turun menjadi 1,9 persen pada semester I 2026, dari 2,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio loan at risk (LAR) juga membaik menjadi 4,9 persen dari sebelumnya 5,7 persen.

Kredit Produktif BCA Capai Rp802 Triliun

Dari total kredit Rp1.036 triliun, sebesar Rp802 triliun merupakan pembiayaan produktif, tumbuh 11 persen YoY.

Kredit korporasi menjadi salah satu penopang utama dengan pertumbuhan 13,6 persen YoY menjadi Rp513,4 triliun.

Sementara kredit komersial dan UKM tumbuh 6,6 persen menjadi Rp288,5 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut ditopang pendanaan yang juga meningkat. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA mencapai Rp1.284 triliun, tumbuh 7,9 persen YoY.

Kualitas dana murah turut menguat. Rasio CASA (current account and savings account) naik menjadi 85,2 persen dari 83,4 persen pada tahun sebelumnya. Nilai CASA mencapai Rp1.082 triliun, tumbuh 10,2 persen YoY.

Laba Bersih BCA Capai Rp29,5 Triliun

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan pendanaan, BCA bersama entitas anak membukukan laba bersih Rp29,5 triliun pada semester I 2026.

Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kredit yang berkualitas dan berkelanjutan.

Optimisme tersebut ditopang kondisi likuiditas yang solid serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, BCA tetap menekankan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin dalam ekspansi kredit.

“Ditopang likuiditas yang solid serta mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, kami optimistis menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan," kata Vera Eve Lim dalam pernyataan resmi, Rabu 9 September 2026.

Kredit Hijau Melonjak 19 Persen

Selain ekspansi kredit konvensional, BCA juga mencatat pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan.

Green financing BCA tumbuh 19 persen YoY menjadi Rp123 triliun. Salah satu pendorongnya adalah pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 82 persen YoY menjadi Rp7,7 triliun.

Pembiayaan kendaraan bermotor listrik juga tumbuh 25 persen menjadi Rp4 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan ekspansi BCA tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan kredit, tetapi juga pembiayaan sektor yang berkaitan dengan agenda keberlanjutan.

BCA Naikkan Limit Transfer myBCA

Dari sisi layanan digital, BCA juga meningkatkan batas maksimum transfer harian melalui myBCA menjadi Rp500 juta per BCA ID sejak 12 Agustus 2026.

BCA juga meluncurkan layanan Tabungan Emas melalui aplikasi myBCA dan versi web myBCA melalui kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero).

Dengan kredit menembus Rp1.036 triliun, laba bersih Rp29,5 triliun, serta rasio NPL dan LAR yang membaik, kinerja semester I 2026 menjadi salah satu indikator penting yang akan dicermati investor saham BBCA.

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 09 Sep 2026