Kontroversi Burhanuddin Abdullah, Tokoh yang Masuk Bursa Gubernur BI
- Burhanuddin Abdullah masuk dalam bursa calon Gubernur BI. Berikut profil lengkap, riwayat pendidikan, perjalanan karier di Bank Indonesia, dan kontroversinya.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Nama Burhanuddin Abdullah kembali menjadi sorotan setelah diisukan masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI).
Mantan Gubernur BI periode 2003–2008 tersebut dikenal sebagai ekonom senior dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bank sentral, lembaga internasional, hingga pemerintahan.
Burhanuddin memiliki rekam jejak panjang dalam perumusan kebijakan moneter dan hubungan keuangan internasional. Namun, perjalanan kariernya juga diwarnai kontroversi setelah divonis dalam kasus korupsi dana Bank Indonesia pada 2008.
Meski demikian, ia tetap aktif di berbagai lembaga strategis dan pada 2025 menerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana. Berikut profil lengkap Burhanuddin Abdullah, mulai dari pendidikan, perjalanan karier, hingga rekam jejaknya.
Profil Singkat Burhanuddin Abdullah
- Nama Lengkap: Burhanuddin Abdullah Harahap
- Tempat, Tanggal Lahir: Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1947
- Usia: 79 tahun (2026)
- Partai Politik: Gerindra
- Profesi: Ekonom, Mantan Gubernur Bank Indonesia
Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom senior Indonesia yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Bank Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Gubernur BI, hingga Gubernur Indonesia untuk International Monetary Fund (IMF).
Selain dikenal sebagai bankir sentral, Burhanuddin juga pernah dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, memimpin Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), menjadi Rektor IKOPIN, hingga menjabat Komisaris Utama PT PLN (Persero).
Dengan pengalaman tersebut, namanya kembali disebut dalam pembahasan mengenai figur yang dinilai memiliki kapasitas memimpin Bank Indonesia.
Baca juga : Mengenal BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa
Riwayat Pendidikan Burhanuddin Abdullah
Perjalanan pendidikan Burhanuddin Abdullah dimulai dari sekolah dasar di Jawa Barat hingga menempuh pendidikan ekonomi di Amerika Serikat.
Pendidikan Formal,
- Sekolah Rakyat (SR) II Pangalengan
- SMP Pasundan Pangalengan
- SMP Negeri Banjaran
- Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Tanjungsari
- Sarjana Pertanian (Ir.), Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (1974)
- Master of Arts (M.A.) in Economics, Michigan State University, Amerika Serikat (1984)
- Doktor Honoris Causa Bidang Ekonomi, Universitas Diponegoro (2006)

Awal Karier dan Karier di BI
Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Burhanuddin bekerja di sektor perkebunan dan pemerintahan. Beberapa jabatan awal yang pernah diembannya antara lain:
- Staf PT Intraport Teh Jaya (Unilever Tea Department)
- Staf Badan Urusan Cess Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian di Banda Aceh
Burhanuddin resmi bergabung dengan Bank Indonesia pada 1 Juni 1979. Selama hampir tiga dekade, ia menempati berbagai posisi strategis yang membentuk reputasinya sebagai salah satu ekonom moneter senior Indonesia.
Jabatan di Bank Indonesia,
- Staf Bagian Kredit Produksi
- Staf Bagian Ekonomi Umum
- Staf Gubernur Bank Indonesia
- Fixed-Term Staff IMF Washington DC (1989–1990)
- Assistant Executive Director IMF South East Asia Group (1990–1993)
- Kepala Bagian Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Internasional (1994–1995)
- Wakil Kepala Urusan Luar Negeri (1995–1996)
- Wakil Kepala Urusan Riset Ekonomi dan Moneter (1996–1998)
- Direktur Direktorat Luar Negeri (1998–2000)
- Deputi Gubernur Bank Indonesia (2000–2001)
- Gubernur Bank Indonesia (17 Mei 2003–17 Mei 2008)
- Gubernur Indonesia untuk International Monetary Fund (IMF)
Selama memimpin BI, Burhanuddin berperan dalam menjaga stabilitas moneter Indonesia pada masa pemulihan ekonomi pascakrisis.
Baca juga : Siapa Pengganti Perry Warjiyo? Ini Profil 8 Kandidat Gubernur BI
Jabatan Strategis
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Gotong Royong (12 Juni–9 Agustus 2001)
- Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2003–2008
- Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN) (2011–2023)
- Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024
- Ketua Tim Pakar sekaligus Inisiator Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara (2025–sekarang)
- Komisaris Utama PT PLN (Persero) sejak 23 Juli 2024
Burhanuddin Abdullah dikenal sebagai salah satu ekonom Indonesia yang memiliki pengalaman luas di bidang kebijakan moneter, hubungan internasional, dan tata kelola sektor keuangan.
Beberapa capaian pentingnya antara lain:
- Memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di Bank Indonesia.
- Pernah menjadi Gubernur BI dan mewakili Indonesia di IMF.
- Berkontribusi dalam pengembangan sektor ekonomi melalui ISEI dan IKOPIN.
- Terlibat dalam penyusunan konsep Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Kontroversi Kasus Korupsi Dana Bank Indonesia
Rekam jejak Burhanuddin Abdullah tidak lepas dari kontroversi hukum. Pada 2008, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI) senilai Rp100 miliar.
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kemudian menjatuhkan putusan,
- Hukuman penjara 5 tahun
- Denda Rp250 juta
- Subsider 6 bulan kurungan
Putusan tersebut menjadikan Burhanuddin Abdullah sebagai mantan terpidana kasus korupsi.
Di tengah perjalanan kariernya, Burhanuddin juga menerima sejumlah penghargaan. Salah satunya adalah Bintang Mahaputera Adipradana yang dianugerahkan Presiden Prabowo Subianto pada 2025 sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya kepada negara.
Sebagai mantan Gubernur BI, mantan Deputi Gubernur BI, serta mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Burhanuddin memahami tata kelola bank sentral dan kebijakan ekonomi makro Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan namanya kembali dikaitkan dengan posisi Gubernur BI.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia definitif. Dengan demikian, penyebutan nama Burhanuddin Abdullah masih sebatas bagian dari spekulasi dan pembahasan publik, bukan daftar resmi calon yang telah ditetapkan pemerintah.

Chrisna Chanis Cara
Editor
