BRI Revitalisasi Posyandu dan Bangun Kebun Pangan Perempuan di Sleman
- BRI Peduli merevitalisasi Posyandu Lily dan meresmikan Kebun Pangan Perempuan di Sleman. Program 1.000 HPK telah memantau 141 balita.

Chrisna Chanis Cara
Author


SLEMAN, TRENASIA.ID — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui revitalisasi posyandu dan pengembangan kebun pangan perempuan.
Program tersebut diwujudkan melalui peresmian Posyandu Lily di Dusun Purworejo, Kalurahan Hargobinangun, Sleman, pada 21 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang juga mencakup pengembangan Kebun Pangan Perempuan.
Program 1.000 HPK menyasar periode penting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada tahap ini, pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang menjadi bagian penting dalam upaya mencegah masalah kesehatan, termasuk gangguan pertumbuhan anak.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi revitalisasi posyandu tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah diperbarui dapat dimanfaatkan secara rutin oleh masyarakat, terutama para ibu untuk memantau perkembangan anak.
"Saya berharap Posyandu Lili semakin aktif melayani masyarakat dan dimanfaatkan secara rutin oleh para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran kader posyandu dalam memberikan edukasi mengenai gizi dan kesehatan keluarga. Menurutnya, kader menjadi salah satu penggerak utama pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Program Menjangkau 141 Balita
Hingga Oktober 2026, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK telah merevitalisasi dua posyandu di Hargobinangun, yakni Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat dan Posyandu Lily di Dusun Purworejo.
Program tersebut juga memberikan pelatihan kepada puluhan kader dari 13 posyandu. Dari sisi penerima manfaat, kegiatan edukasi kesehatan kehamilan dan pemenuhan nutrisi telah menjangkau 21 ibu hamil serta 27 peserta kelas gizi.
Sementara itu, pemantauan pertumbuhan dilakukan terhadap 141 balita sebagai upaya deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan. BRI juga memberikan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 23 ibu hamil dan 24 balita dengan kondisi gizi kurang.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan keberadaan posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemantauan pertumbuhan anak, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi keluarga mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pola asuh.
"Peresmian Posyandu Lili menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat," ungkapnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan perlu dilihat dari manfaat dan keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat.
Melalui BRI Peduli, perseroan mengklaim terus mendorong program pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Kebun Pangan Perempuan untuk Gizi Keluarga
Selain revitalisasi posyandu, BRI juga meresmikan Kebun Pangan Perempuan berbasis polibag. Kebun tersebut dikembangkan untuk menyediakan sayuran segar tanpa pestisida kimia, mendukung pemenuhan gizi keluarga, serta memasok bahan pangan lokal untuk program PMT.
Inisiatif ini turut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pemanfaatan pekarangan rumah, pengolahan hasil panen, hingga pemasaran produk pertanian.
Dengan demikian, kebun pangan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi bagi perempuan di tingkat komunitas.
Kebun tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.
Melalui integrasi layanan posyandu dan kebun pangan, program ini menghubungkan upaya pemantauan kesehatan anak dengan ketersediaan pangan bergizi di tingkat keluarga. Keberlanjutan manfaatnya akan bergantung pada konsistensi layanan posyandu, pendampingan kader, serta kemampuan kelompok perempuan mengelola kebun dan memasarkan hasil panen.

Chrisna Chanis Cara
Editor
