Tren Ekbis

BJB Syariah Bidik Potensi Haji dan Umrah

  • JAKARTA – Memasuki tahun 2020 Bank Jawa Barat (BJB) syariah tengah menjalankan serangkaian strategi agar tren positif bjb Syariah dapat terus meningkat....
Ilustrasi infrastruktur jalan tol Trans Sumatra
Ilustrasi infrastruktur jalan tol Trans Sumatra / Dok. PUPR (PUPR)

JAKARTA – Memasuki tahun 2020 Bank Jawa Barat (BJB) syariah tengah menjalankan serangkaian strategi agar tren positif bjb Syariah dapat terus meningkat. Melihat potensi besar, BJB Syariah menggarap pasar haji dan umrah di Jawa Barat.

Bjb syariah berhasil mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun 2019 dengan membukukan laba bruto sebesar Rp42,4 miliar dan peningkatan aset menjadi Rp7,7 triliun. Pertumbuhan tersebut didongkrak oleh sektor pembiayaan yang mampu menyalurkan sejumlah Rp5,4 triliun. Adapun komposisi pembiayaan berasal dari segmen produktif sebesar 32% dan konsumtif 68%.

Sejumlah strategi tengah dijalankan agar tren positif tahun 2020 dapat terus berlanjut dan meningkat. Salah satu fokus yang dipersiapkan bank bjb syariah adalah dengan memperkuat dan menggarap potensi dari Pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Sebelumnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah memberikan amanah kepada bank bjb syariah untuk menjadi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada tahun lalu. Selanjutnya selain itu, bank
BJB Syariah telah ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Umrah (BPS-BPIU) oleh Kementerian Agama.

Langkah tersebut dinilai sangat tepat, mengingat Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki potensi yang besar, dikarenakan Jabar merupakan daerah dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Indonesia.

"Potensi ekonomi syariah untuk tumbuh di Jawa Barat sangat besar karena adanya kesadaran masyarakat. Jabar sendiri memiliki potensi jemaah sebesar 150.000 setiap tahunnya. Untuk itu, bank bjb syariah menargetkan sebanyak 2.700 jemaah umrah per tahun," ujar Direktur Utama bank bjb syariah, Indra Falatehan kepada wartawan di Festival City Link Bandung, Kamis (23/01).

Meningkatnya tren haji dan umrah juga dipengaruhi oleh adanya experience spending. Fenomena ini terbentuk akibat daya beli masyarakat yang semakin membaik dan meningkatnya minat ibadah serta gaya hidup islami.

Namun, hakikatnya ekonomi Syariah tidak semata perihal mengikuti tren. "Pada prinsipnya ada keberkahan ibadah dan ketenangan hati yang menjadi tujuan utama dari nilai-nilai syariah," Jelas Indra.