Tren Ekbis

Bansos PKH & BPNT Tahap 1 Cair,, Berikut Rinciannya

  • Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT tahap 1 2026 sudah mulai disalurkan ke rekening penerima secara bertahap. Simak cara ceknya.
panduan-cek-bansos-pkh.jpeg
PKH (Fahum UMSU)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 tahun 2026 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran bantuan yang mencakup periode Januari hingga Maret ini dilakukan secara bertahap mulai awal Ramadan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa penyaluran bansos PKH dan BPNT dilakukan bertahap kepada KPM di berbagai daerah dan sudah mulai cair ke rekening penerima melalui bank penyalur. Dalam pencairan BPNT, masyarakat akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu.

"Penyaluran (PKH) sampai saat sekarang, untuk triwulan pertama, Januari, Februari, Maret, itu 8.940.958 KPM. Sudah tersalurkan lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen," tutur Gus Ipul dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.

Selain itu, bantuan sembako sudah tersalurkan 15 juta lebih keluarga penerima manfaat (KPM) dengan nominal Rp 9 triliun lebih atau sebanyak 86,9%. "Hingga awal Ramadhan, realisasi penyaluran bantuan sosial triwulan pertama 2026 telah mencapai di atas 85 persen atau Rp 15 triliun lebih," jelas Gus Ipul.

Program PKH ditujukan kepada keluarga yang masuk dalam kategori desil 1-4, sesuai dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara itu, bantuan BPNT yang awalnya dikhususkan bagi penerima dari desil 1-5 kini menyasar kelompok masyarakat yang lebih tepat sasaran sesuai hasil usulan masyarakat.

Proses Penyaluran dan Penerima

Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 1 dilakukan melalui rekening bank Himbara dan BSI, yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta lembaga penyalur lainnya seperti PT Pos Indonesia di daerah tertentu.

Program ini mencakup bantuan kepada jutaan keluarga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Untuk bansos PKH, targetnya adalah sekitar 10 juta KPM, sedangkan BPNT dialokasikan bagi sekitar 18,25 juta KPM di seluruh Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah dana bansos sudah masuk ke rekeningnya, terdapat beberapa langkah resmi yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Cek melalui situs resmi Kemensos

Cek Bansos Kemensos. Sumber: cekbansoskemensos.go.id

Kunjungi laman resmi Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk melihat status bantuan.

2. Cek melalui bank atau kantor pos

Penerima dapat langsung memeriksa melalui mesin ATM, mobile banking, atau kunjungi cabang bank penyalur untuk mengetahui apakah saldo bantuan sudah masuk.

3. Notifikasi bank

Beberapa bank mengirimkan notifikasi SMS atau aplikasi jika dana bantuan telah dikreditkan ke rekening KPM.

Adapun besaran nominal yang akan diterima oleh penerima bantuan PKH sesuai dengan data DTSEN adalah:

  1. Ibu hamil/nifas: Rp750.000
  2. Anak usia 0–6 tahun: Rp750.000
  3. Anak SD/sederajat: Rp225.000
  4. Anak SMP/sederajat: Rp375.000
  5. Anak SMA/sederajat: Rp500.000
  6. Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp600.000
  7. Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
  8. Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000

Estimasi Jadwal Pencairan

Penyaluran PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 dijadwalkan berlangsung sejak awal tahun hingga Maret, dengan beberapa tahap pengiriman dana sesuai dengan proses administrasi di masing-masing wilayah. Meski banyak keluarga telah menerima saldo bantuan, masih ada KPM baru yang sedang diproses dan diperkirakan akan menyusul pada periode berikutnya.

Kementerian Sosial mengimbau masyarakat tetap aktif memantau status bantuan secara mandiri melalui situs atau petugas setempat untuk memastikan data dan penyaluran tepat sasaran.