Akses Tol Langsung Paramount Petals Segera Beroperasi, Dorong Investasi
- Paramount Petals menuntaskan pembangunan akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan mendorong tumbuhnya investasi.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Pengembangan kawasan penyangga Jakarta terus bergeser dari sekadar membangun kawasan hunian menjadi kota mandiri yang mengintegrasikan tempat tinggal, pusat bisnis, layanan publik, hingga konektivitas transportasi.
Di tengah tren tersebut, Paramount Petals di Kabupaten Tangerang menyiapkan akses tol langsung menuju ruas Tol Jakarta–Tangerang KM 25 yang ditargetkan segera beroperasi setelah menyelesaikan tahapan pengujian.
Akses tol tersebut menjadi salah satu infrastruktur utama yang diharapkan meningkatkan mobilitas warga sekaligus memperkuat daya tarik investasi di koridor barat Jakarta.
Direktur Project Management Paramount Land Cok Putra Tri Utama mengatakan konstruksi akses tol telah selesai seluruhnya dan kini memasuki tahapan Pra Uji Laik Fungsi (ULF) serta Uji Laik Operasi (ULO) sebelum dibuka untuk umum.
“Pembangunan akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 telah menyelesaikan konstruksi 100% dan kini memasuki tahap Pra Uji Laik Fungsi (ULF) serta Uji Laik Operasi (ULO) oleh para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Hal ini guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan tol. "Setelah sertifikat diterbitkan, akan dilanjutkan dengan uji coba operasional sebelum tol dapat dibuka secara resmi," imbuh Cok Putra.
Urbanisasi Dorong Pengembangan Kota Mandiri
Pertumbuhan kawasan seperti Paramount Petals tidak terlepas dari perubahan pola urbanisasi di Jabodetabek.
Seiring meningkatnya populasi perkotaan dan terbatasnya lahan di pusat Jakarta, pembangunan permukiman semakin bergeser ke kota-kota penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
Fenomena ini mendorong berkembangnya konsep self-sustained city atau kota mandiri, yakni kawasan yang menyediakan hunian, area komersial, pendidikan, kesehatan, hingga ruang publik dalam satu ekosistem sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pusat kota.
Laporan Cushman & Wakefield menunjukkan Tangerang menyumbang sekitar 55% pasokan residensial baru di kawasan Jabodetabek dan Karawang pada semester II 2025.
Kondisi tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap hunian di koridor barat Jakarta, yang didukung oleh pembangunan infrastruktur dan akses transportasi.
Diharapkan Kurangi Kepadatan Lalu Lintas
Menurut Paramount Land, akses tol baru tersebut diproyeksikan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan arteri Bitung hingga sekitar 10%, atau setara dengan 19.000–20.000 kendaraan per hari.
Infrastruktur ini terdiri atas enam gerbang tol, masing-masing melayani arus masuk dan keluar menuju Paramount Petals maupun arah Jakarta.
Akses tersebut juga terhubung dengan jembatan layang berstruktur baja kotak bentang menerus dengan lengkung ganda yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia.
Jalan tol kemudian tersambung ke Boulevard Paramount Petals sepanjang sekitar empat kilometer hingga Boulevard Sakura sehingga mempermudah akses menuju Jakarta maupun Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Cok Putra mengatakan penyelesaian proyek dilakukan secara bertahap sejak konstruksi dimulai pada Juli 2024.
"Memasuki awal 2026, pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian, seperti pemasangan marka jalan, rambu lalu lintas, sistem penerangan jalan, perangkat keselamatan, lansekap, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya agar seluruh infrastruktur siap digunakan secara optimal," katanya.
Infrastruktur Jadi Faktor Penentu Nilai Properti
Analis properti menilai keberadaan akses jalan tol umumnya menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya tarik sebuah kawasan.
Kemudahan mobilitas tidak hanya mempersingkat waktu tempuh penghuni, tetapi juga mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi, meningkatkan permintaan terhadap properti, serta membuka peluang berkembangnya pusat-pusat komersial baru.
Karena itu, pembangunan jalan tol kerap menjadi katalis bagi kenaikan nilai lahan dan investasi di kawasan penyangga Jakarta.
Selain memperkuat konektivitas, Paramount Petals juga melanjutkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti jaringan utilitas, sistem sanitasi, drainase terintegrasi, pusat kuliner, pasar modern, fasilitas kesehatan, hingga ruang komunitas.
Hingga pertengahan 2026, kota mandiri seluas sekitar 400 hektare tersebut telah membangun lebih dari 1.150 unit hunian dan area komersial, menyerahkan lebih dari 1.000 unit kepada konsumen, serta dihuni lebih dari 700 kepala keluarga.
Pengembang menargetkan pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan konsep kota terintegrasi yang mendukung aktivitas tinggal, bekerja, dan berusaha dalam satu kawasan.

Chrisna Chanis Cara
Editor
