Tren Ekbis

5 Tips Hemat Selama Bulan Puasa untuk Anak Kos

  • Ramadan membuat pengeluaran jadi membengkak. Lantas, bagaimana agar hemat selama bulan puasa?
Ilustrasi menabung.
Ilustrasi menabung. (Freepik)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Bagi banyak mahasiswa dan pekerja muda, tinggal di kos berarti belajar hidup mandiri, mengatur waktu secara disiplin, dan yang paling penting, mengelola keuangan dengan cermat. Dengan pemasukan yang terbatas sementara kebutuhan terus berjalan, kemampuan untuk berhemat menjadi faktor utama agar kehidupan anak kos tetap nyaman dan keuangan tetap stabil.

Biaya hidup anak kos kerap terlihat sederhana pada awal, tetapi perlahan membengkak jika tidak dikontrol dengan baik. Mulai dari uang sewa, makan, transportasi, kuota internet, hingga hiburan, semuanya dapat menguras keuangan jika dikelola tanpa perencanaan.

Tanpa strategi yang matang, anak kos berisiko menghadapi berbagai masalah seperti uang habis sebelum akhir bulan, ketergantungan pinjaman teman, stres akibat tekanan finansial, dan kesulitan menabung atau menyiapkan dana darurat.

Makanya, memahami dan menerapkan tips hidup hemat bagi anak kos bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah kebutuhan penting. Namun, Ramadan membuat pengeluaran jadi membengkak. Godaan untuk membeli berbagai jenis takjil atau undangan buka bersama kerap membuat pengeluaran meningkat tanpa kita sadari. Lantas, bagaimana agar hemat selama bulan puasa?

Tips Hemat untuk Anak Kos Selama Puasa

Berikut tips hemat anak kos saat puasa:

1. Stok Bahan Makanan Dasar

Membeli persediaan bahan makanan seperti telur, abon, kurma, atau mi instan di awal bulan bisa menjadi langkah tepat ketika kondisi keuangan mulai terbatas karena belum gajian atau belum menerima kiriman dari orang tua.

Pastikan semua bahan disimpan di tempat yang bersih dan kering agar kualitasnya tetap terjaga dan tahan lama. Dengan adanya stok makanan, kamu tak perlu lagi membeli makanan siap saji yang biasanya lebih mahal. Kamu juga bisa merasa lebih tenang saat waktu sahur tiba karena kebutuhan makanan sudah tersedia dan mudah dijangkau.

2. Memasak Sendiri

Memasak sendiri adalah cara efektif untuk menghemat pengeluaran makan harian selama bulan puasa. Selain lebih hemat, kamu juga bisa mengontrol kandungan gizi dan memastikan kebersihan makanan agar stamina tetap terjaga.

Usahakan memasak dalam jumlah besar sekaligus untuk persediaan beberapa hari agar lebih efisien dalam penggunaan gas dan tenaga, terutama saat sahur. Strategi ini juga dapat mengurangi keinginan membeli makanan di luar karena stok makanan sudah tersedia di kos.

3. Manfaatkan Takjil Gratis di Masjid

Umat muslim mengikuti buka puasa bersama di aula Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, 5 April 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Tak perlu sungkan untuk mengunjungi masjid di sekitar kos atau kampus yang kerap menyediakan takjil hingga makanan berbuka secara gratis. Cara ini terbukti sangat membantu kondisi keuangan anak kos tanpa harus merasa malu.

Selain bisa mengurangi pengeluaran saat berbuka, kamu juga berkesempatan memperluas silaturahmi dengan warga sekitar maupun sesama perantau. Tapi ingat, tetaplah menjaga sikap, sopan santun, dan mengikuti aturan yang berlaku di tempat tersebut.

4. Gunakan Promo dan Voucher di Aplikasi

Bulan Ramadan sering kali menjadi momen di mana berbagai platform dompet digital menghadirkan promo cashback maupun potongan harga yang cukup besar. Karena itu, biasakan untuk mengecek promo yang tersedia di aplikasi sebelum memesan makanan secara online.

Gunakan promo tersebut secara bijak dengan membelanjakannya untuk kebutuhan yang memang sudah ada dalam daftar prioritas, termasuk persiapan Lebaran. Jangan mudah tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan hanya karena tergiur diskon yang tampak menggiurkan.

4. Kurangi Beli Makanan di Luar

Hal ini juga perlu kamu perhatikan karena tanpa disadari, kebiasaan membeli makanan di luar atau terlalu sering berbuka puasa di luar rumah bisa membuat pengeluaran membengkak.

Biasanya akan ada banyak ajakan buka bersama, mulai dari teman reuni, teman kampus, hingga teman sepermainan. Sebaiknya kamu lebih selektif dengan menyusun daftar prioritas agar hanya menghadiri acara yang benar-benar penting.

Jangan memaksakan diri jika kondisi keuangan sedang terbatas, karena hal tersebut justru bisa menambah beban bagi diri sendiri.

5. Kurangi Ngabuburit

Bulan Ramadan terasa kurang lengkap tanpa kegiatan ngabuburit, karena momen menunggu waktu berbuka memang menyenangkan. Terlebih lagi suasana sore hari menjelang azan magrib sering kali membuat suasana semakin seru.

Namun tanpa disadari, saat melihat deretan penjual takjil di pinggir jalan, kita bisa menjadi kalap dan membeli berbagai macam makanan secara berlebihan.

Agar tidak boros, sebaiknya kurangi frekuensi ngabuburit, meski sesekali tetap boleh dilakukan. Akan lebih baik jika waktu menjelang berbuka diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti olahraga ringan atau membaca Al-Qur’an.

Mengelola Keuangan dengan Kalkulator Finansial TrenAsia

Bagi kamu yang ingin mengatur keuangan terlebih selama bulan puasa, kamu bisa memanfaatkan Kalkulator Finansial TrenAsia. Kalkulator ini bisa kamu akses langsung di situs TrenAsia.id. Fitur ini didesain untuk membantu kamu mengetahui apakah kondisi keuanganmu masih terkendali atau justru dalam zona merah.

Kamu cukup isi data seperti:

- Lokasi kerja (misal DKI Jakarta)

- Take home pay (gaji bersih setelah pajak & BPJS)

- Kebutuhan pokok (kost, makan, transport harian)

- Biaya lifestyle (nongkrong, Netflix, belanja)

- Cicilan (jika ada)

- Target tabungan (liburan, DP kendaraan, atau dana nikah, dan lainnya)

Setelah itu, kamu bisa langsung melihat skor kesehatan keuanganmu yang disertai analisis dan rekomendasi dari virtual expert yang terhubung dengan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Fitur ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan anak muda, terutama:

- Gen Z dan Milenial berusia 18-35 tahun

- Kamu yang digital native, selalu terkoneksi, dan mengutamakan akses lewat perangkat mobile

- Punya semangat untuk mandiri secara finansial, tapi tak ingin pusing dengan istilah ekonomi

- Punya kebiasaan scroll cepat, suka visual, dan gemar membagikan informasi di media sosial

Jadi, jika kamu punya impian untuk menjadi pribadi yang mandiri secara finansial namun membutuhkan panduan yang relevan, ringan, dan tidak menggurui, fitur ini cocok banget untuk kamu!

Keuntungan Hidup Hemat Bagi Anak Kost

Memiliki gaji atau penghasilan yang besar belum tentu menjamin kondisi finansial yang aman. Bisa jadi pengeluaran justru lebih tinggi dan tabungan tidak mencukupi. Karena itu, menerapkan gaya hidup hemat penting agar keuangan tetap terkendali, dengan memastikan pengeluaran tidak melebihi pemasukan.

Selain itu, hal ini membantumu menjadi pribadi yang lebih mandiri. Mengingat kamu terbiasa bertanggung jawab dalam mengatur keuangan sendiri. Selain itu, kamu akan berupaya memenuhi kebutuhan dengan dana yang tersedia tanpa harus terus meminta tambahan dari orang tua.

Terlebih di bulan Ramadan, pastinya kamu butuh uang untuk pulang kampung, membeli baju lebaran, dan lain sebagainya, kan? Ramadan merupakan momen yang tepat untuk mengumpulkan pahala. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mulai menabung, menyisihkan sebagian uang, dan mengurangi pengeluaran agar kondisi keuangan lebih terjaga.