4 Peluang Karier Engineering Dalam Tren Green Jobs
- Era keberlanjutan membuka peluang investasi dan permintaan tinggi terhadap green engineer, dari energi terbarukan hingga strategi ramah lingkungan.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Transisi menuju ekonomi yang lebih hijau bukan hanya menjadi agenda dunia, tetapi juga membuka peluang investasi dan karier baru yang signifikan pada sektor teknik dan teknologi.
Tren green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan semakin diburu oleh perusahaan di berbagai industri sebagai respons terhadap tekanan perubahan iklim dan tuntutan keberlanjutan.
Dalam konteks ini, profesi engineer yang berkaitan dengan green economy menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Green job sendiri didefinisikan sebagai pekerjaan yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dari energi bersih hingga manajemen sumber daya alam.
Dampaknya tidak hanya menawarkan imbal hasil finansial, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan yang luas.
Melansir dari World Bank, Kamis, 29 Januari 2026, peningkatan kebutuhan tenaga kerja hijau di Indonesia dipicu oleh sejumlah faktor utama, seperti pesatnya pengembangan energi terbarukan, elektrifikasi sektor transportasi, penerapan manufaktur berkelanjutan, dan lainnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari Just Energy Transition Partnership tahun 2022, isu transisi energi berkeadilan (Just Energy Transition) menjadi perhatian penting karena peralihan energi tidak semata-mata bertujuan menekan emisi, tetapi juga harus mempertimbangkan dimensi sosial dan ekonomi secara menyeluruh.
Indonesia menyadari bahwa perubahan dalam sistem pemanfaatan energi berpotensi memengaruhi ketersediaan lapangan kerja dan memperlebar kesenjangan sosial, khususnya di sektor yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil.
Oleh sebab itu, proses transisi energi perlu diarahkan untuk menciptakan peluang kerja baru khususnya di bidang teknik atau engineering yang ramah lingkungan sekaligus menyediakan program peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja terdampak, baik laki-laki maupun perempuan.
Berikut 4 Peluang Karier Engineering Dalam Green Jobs:
1. Engineer Energi Terbarukan

Seorang engineer energi terbarukan memegang tanggung jawab utama dalam merancang, membangun, dan menyempurnakan teknologi berbasis energi bersih. Cakupan kerjanya meliputi pengembangan infrastruktur panel surya, turbin angin, hingga pembangkit listrik tenaga air skala kecil dan sistem penyimpanan energi yang canggih.
Selain menciptakan sumber daya baru, mereka juga berfokus pada integrasi sistem efisiensi energi guna memastikan konsumsi listrik berjalan lebih hemat dan berkelanjutan. Mengingat kuatnya komitmen global untuk menekan emisi karbon dan mempercepat transisi energi, permintaan akan tenaga ahli di bidang ini terus meningkat pesat, baik di instansi pemerintah, sektor industri, maupun proyek energi hijau swasta.
2. Energy Efficiency Consultant (Konsultan Efisiensi)
Konsultan efisiensi energi hadir sebagai mitra strategis bagi perusahaan dan institusi yang ingin meminimalkan konsumsi energi tanpa mengurangi produktivitas. Melalui audit energi yang mendalam dan analisis teknis terhadap penggunaan bahan bakar serta listrik, mereka menyusun rekomendasi teknologi serta prosedur kerja yang lebih ramah lingkungan.
Di tengah tuntutan dunia usaha untuk memenuhi standar keberlanjutan dan target emisi yang ketat, peran profesi ini menjadi krusial dalam menyeimbangkan antara efisiensi biaya operasional dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
3. Environmental Data Analyst

Environmental data analyst bekerja di persimpangan antara teknik, sains lingkungan, dan pengolahan data untuk mengevaluasi dampak aktivitas industri secara presisi. Mereka mengolah data emisi karbon, penggunaan sumber daya air, serta efisiensi energi untuk menghasilkan wawasan yang mendukung pengambilan keputusan strategis.
Analisis yang mereka berikan menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan keberlanjutan, memenuhi kepatuhan terhadap regulasi, serta menyusun laporan lingkungan yang kini menjadi parameter utama bagi investor dan pemangku kepentingan global.
4. Sustainability Engineer atau Green Systems Engineer
Berfokus pada perancangan sistem yang rendah emisi, sustainability engineer memastikan setiap tahap proyek, mulai dari perencanaan hingga implementasi, dan mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
Peran mereka mencakup pengembangan bangunan cerdas yang hemat energi, sistem transportasi berkelanjutan, hingga teknologi pengolahan air dan limbah yang inovatif.
Profesi ini menjadi tulang punggung dalam menciptakan solusi teknis yang dapat mengurangi jejak ekologi sekaligus meningkatkan efektivitas sistem secara jangka panjang.
Peluang Investor di Era Keberlanjutan
Selain sisi karier, era keberlanjutan juga membuka peluang investasi yang menarik. Menurut International Energy Agency, investasi global di energi bersih meningkat 15% pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren investasi berkelanjutan (sustainable investing) semakin mendapat tempat di pasar modal global, dengan investor mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam memilih portofolio.
Instrumen yang berfokus pada teknologi hijau, energi terbarukan, dan green infrastructure dipandang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang seiring dengan komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon.
Menurut International Labour Organization (ILO), permintaan akan green jobs diperkirakan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang, memberi sinyal positif bagi investor yang ingin menempatkan modal pada sektor-sektor berkelanjutan.
Selain itu, green engineering dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi ramah lingkungan, terutama di negara-negara yang mulai memperkuat kebijakan transisi energi.
Namun, untuk meraih peluang ini, investor juga perlu mempertimbangkan faktor risiko terkait regulasi, teknologi yang cepat berubah, serta kemampuan tenaga kerja lokal untuk mengadopsi keterampilan baru yang diperlukan di era ini. Pendidikan yang memadai dan dukungan kebijakan keberlanjutan menjadi unsur penting untuk memaksimalkan potensi investasi hijau.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
